Agama Syiah dan Toleransi di Arab Saudi Ketika Haji

Asalasah ~  Jamaah haji dari Iran termasuk yang kehadirannya cukup terasa, baik pada saat haji maupun umrah. Kehadiran mereka bisa dilihat dari wajah, juga pakaian. Rombongan jamaah Iran biasanya dipimpin oleh ulama dengan jubah dan sorban khas Iran.

Ciri khas lain bisa kita rasakan dari logat mereka. Saat tawaf dengan pakaian ihram sulit membedakan mereka dari bangsa lain di Timur Tengah. Tapi logat mereka saat membaca doa terdengar sangat khas. Ketika melafalkan "allahu akbar" mereka melafalnya menjadi "allahu echbar".

Yang lebih nyata adalah isi doa mereka. Setelah zikir dan selawat kepada Nabi, mereka akan menambahkannya dengan selawat untuk Ali. Kemarin waktu tawaf sunnah saya sempat berdekatan dengan jamaah Iran. Dalam doanya, terdengar salawat untuk Ali, "Wa 'alaa ahli baitik, wali waalidaika Hassan wa Hussain....."

Sebagai Khadamul Harramain (Pelayan Dua Tanah Haram) Pemerintah Saudi cukup toleran soal adanya berbagai aliran atau mazhab Isla. Meski mereka sendiri sangat ketat dengan ajaran Wahabi, mereka menerima orang-orang muslim dari mazhab manapun untuk datang ke kota suci Mekkah dan Madinah. Mereka hanya melihat satu identitas: Islam.

Banyak orang di Indonesia yang menganggap mazhab Syiah itu kafir, bukan Islam. Mereka mungkin akan kelojotan kalau melihat orang-orang membaca selawat seperti tadi sambil tawaf keliling Ka'bah.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/hasanudin.abdurakhman/posts/10213473169244428