Apa Itu Ihram Dalam Ibadah Haji ?

AsalasahIhram adalah ritual memulai haji dan umrah. Ihram adalah saat menyatakan niat untuk berhaji atau umrah. Niat dinyatakan dalam lafal atau dalam hati, diikuti dengan memakai pakaian ihram. Khusus bagi laki-laki hanya boleh memakai kain tanpa jahitan. Perempuan boleh memakai pakaian apa saja yang menutup aurat, tapi tidak boleh memakai penutup muka, dan tidak boleh pula menutup telapak tangan.

Ketentuan ihram terkait dengan dua batas pelaksanaan yang disebut miqat. Yaitu miqat zamani, batas waktu dibolehkannya ihram. Untuk ihram umrah boleh dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu pelaksanaan haji. Sedangkan miqat haji mulai saat memasuki bukan syawal sampai terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.

Adapun miqat makani adalah tempat di mana niat dinyatakan. Tempatnya di luar kota Mekah. Kalau orang umrah dari Madinah biasanya miqatnya adalah sebuah tempat bernama Bir Ali, sebuah tempat tak jauh dari Madinah. Bagi yang sudah masuk kota Mekah kemudian ingin umrah lagi, miqat biasanya dilakukan di beberapa tempat di luar kota Melah seperti Ta'nim, Ji'ranah, dan Hudaibiyah.

Bagi jamaah haji asal Indonesia, miqat ditetapkan Yalamlam. Namun berdasar fatwa ulama, kini miqat ditetapkan di atas pesawat, saat pesawat melintasi luar kota Mekah.

Setelah memakai pakaian ihram, disunatkan salat 2 rakaat, kemudian melafalkan niat berhaji atau umrah. Umrah yang hendak kami lakukan hari ini adalah umrah yang merupakan umrah haji, bagian dari ibadah haji. Ada lagi umrah-umrah sunnah yang akan dilakukan selama berada di Mekah.

Selama berihram ada berbagai larangan. Larangan terberatnya adalah bercumbu, dan atau bersenggama. Larangan lain, meminang. Lalu ada beberapa larangan lain lagi, seperti memotong rambut (juga bulu-bulu lain, serta larangan mencabutnya), memotong kuku, berkata kotor, memotong atau mencabut tumbuhan, membunuh binatang, memakai wangi-wangian, dan sebagainya. Kalau larangan ini dilanggar, harus membayar denda, yang jenisnya bermacam-macam.

Semua larangan itu baru lepas setelah selesai melaksanakan umrah maupun haji, yang ditandai dengan memotong rambut (tahallul). Untuk ketentuan haji ada 2 tahap tahalul, yaitu tahalul pertama, di mana larangan kecil, yaitu selain bersetubuh sudah dicabut. Larangan bersetubuh baru dicabut setelah tahallul kedua, yaitu usainya seluruh rangkaian ibadah haji.

Berapa lama seluruh waktu itu? Untuk umrah seluruh prosesnya hanya berlangsung 3-4 jam, kalau dilaksanakan tanpa jeda. Tapi kalau mengambil miqat agak jauh, maka waktunya ditambah lama perjalanan dan waktu jeda. Untuk haji lamanya adalah selama masa wukuf, sampai tahallul pertama, sekitar 2 hari, ditambah masa hingga tahallul kedua yang mengambil waktu sekitar 4-5 hari. 

Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/hasanudin.abdurakhman/posts/10213440327343401