Kamu Berhak DIAM Jika Pewawancara Tanya Yang Aneh-Aneh Seperti Ini

AsalasahWawancara kerja merupakan momen menegangkan bagi pelamar kerja. Namun momen ini juga bisa menjadi ladang ranjau bagi pewawancara, terutama bagi yang belum berpengalaman dan tidak pandai mengorek informasi. Ujung-ujungnya pewawancara menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya tidak pantas untuk ditanyakan.
Berdasarkan survei CareerBuilder, 20 persen manajer HRD pernah menanyakan pertanyaan ilegal selama proses wawancara dengan calon karyawan. “Meskipun niat mereka tidak salah, pewawancara bisa secara tidak sadar melanggar norma kesopanan. Sedangkan calon karyawan bisa merasa pertanyaan-pertanyaan tersebut digunakan untuk mendiskriminasi,” kata Rosemary Haefner, kepala HRD di CareerBuilder.

Bahkan jika kamu percaya pertanyaan tersebut tidak mempengaruhi keputusan perekrutan, kamu berhak untuk tidak menjawab lima pertanyaan berikut saat wawancara kerja.

Siapa yang kamu pilih di Pemilu Presiden kemarin?

Baik pewawancara maupun calon pegawai tidak boleh mengungkap preferensi politik masing-masing. Pertanyaan ini tidak etis dan tidak boleh digunakan dalam pertimbangan perekrutan pegawai. Apalagi jika pimpinan perusahaan terlibat dalam pencalonan atau panggung politik dalam negeri, perusahaan dan karyawan di dalam harus berada dalam posisi netral.

Di rumah ibadah mana kamu biasanya pergi?

Kecuali kamu melamar ke sebuah institusi atau sekolah agama, kamu berhak tidak menjawab pertanyaan ini karena bersifat privasi. Mungkin pewawancara hanya ingin tahu, tapi pertanyaan ini bisa mengarah atau menyudutkan aliran tertentu.

Kenapa kamu bercerai?

Menjelaskan posisimu sebagai single parent atau janda yang membutuhkan pekerjaan demi membiayai anak adalah hal yang sah-sah saja. Tapi kalau pertanyaan sudah sangat spesifik seperti apa alasanmu bercerai, tolak pertanyaan ini dengan sopan.

Apa yang tidak kamu sukai dari kantor lama?

Pertanyaan ini cukup menjebak. Kalau kamu menjelek-jelekan kantor lama, pewawancara bisa menilaimu sebagai sosok negatif. Ambil jawaban netral dengan berfokus pada mengapa kamu ingin bekerja di perusahaan yang baru.

Kenapa kamu belum menikah?

Ini adalah pertanyaan yang sudah menyinggung wilayah pribadi. Menikah atau tidak adalah urusanmu. Mungkin maksudnya pewawancara ingin mengetahui apakah kamu sudah berkeluarga apa belum. Tapi kalau pertanyaannya tentang alasan mengapa kamu tidak kunjung menikah, kamu berhak mengalihkan pembicaraan. Kecuali kamu memang tipe yang suka ‘curhat colongan’.

Baca Juga :

Asalasah | Sumber: