Konsep dasar pasar modal Syariah

AsalasahYuk kita mulai lagi membahas buku saku "Mengenal Pasar Modal Syariah".

Nah kali ini kami ingin share konsep dasar dari pasar modal. Pasar modal tidak berbeda dg pasar pada umumnya spt pasar tanah abang, pasar klewer di solo, pasar bringharjo di jogja dan pasar lain nya.

Masih ingat kan dengam pelajaran kita jaman sd dan smp. Ada 4 syarat disebut pasar yaitu ada penjual, Pembeli, barang /jasa yg di jual belikan serta ada kesepakatan (ijab qabul). Bila memenuhi 4 prinsip itu bisa disebut pasar.
Konsep dasar pasar modal Syariah

Pasar tidak harus bertemu langsung antara penjual dan pembeli utk mencapai kesepakatan, contoh nya banyak diantara kita yg saat ini belanjang via toko online seperti bukalapak, Lazada, tokopedia dsb. Tapi tetep kan kita beli meskipun kita belum ketemu langsung penjual dan pembeli.

Nah pasar modal syariah memiliki konsep yang hampir sama persis dg pasar tradisional dan pasar modern yg kita kenal saat ini. Di pasar modal juga bisa kok tawar menawar utk beli saham. Nah beda nya antara pasar modal dg pasar tradisional yaitu produk yg di jual belikan di sini yaitu efek baik efek saham, sukuk, reksadana, eba, dire dsb.

Di pasar modal juga ada konsep pasar perdana dan pasar sekunder.

1. Disebut Pasar primer, yaitu hubungan jual dan beli antara perusahaan yang membutuhkan dana masyarakat dengan mengeluarkan efek saham, serta masyarakat sebagai investor yang Ingin berinvestasi dengan membeli saham perusahaan disaat pertama kali di tawarkan ke masyarakat (disebut IPO=initial public offering)

2. Disebut pasar sekunder saat seorang investor yang telah memiliki saham perusahaan ingin menjual saham nya kepada investor lainnya.

Setelah kita tau konsep dan dasar hukum pasar modal Syariah, sekarang kita coba sedikit masuk tentang produk nya yaitu Saham Syariah

Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Sedangkan konsep penyertaan dalam perusahaan menggunakan konsep musyarokah atau syirkah.

Secara konsep saham tidak lah bertentangan dengan prinsip prinsip syariah di pasar modal. Namun tidak semua saham perusahaan termasuk sebagai saham syariah karena ada kriteria kriteria tertentu

Saham disebut sebagai saham syariah bisa karena 2 sebab yaitu:

1. Saham dari perusahaan yang menyatakan sendiri bahwa kegiatan usaha perusahaan sesuai dg prinsip syariah. Contoh perusahaan ini yaitu PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

2. Saham dari perusahaan yang tidak menyatakan bahwa kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah tetapi sahamnya dinyatakan sebagai saham syariah oleh OJK atau pihak penerbit Daftar EFEK syariah yg diizinkan oleh ojk. Saham yang termasuk sebagai saham syariah ini telah memenuhi kriteria sebagai efek Syariah.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/pasarmodalsyariah/photos/a.1050524381686664.1073741828.983278618411241/1663924757013287/?type=3