Nabi Hanya Umrah 4 kali, Haji Sekali

AsalasahNabi Muhammad hanya umrah 4 kali sepanjang hidupnya, dan hanya sekali pergi haji, yang dikenal dengan haji wada' atau haji perpisahan. Dari 4 kali itu pun sekali batal.

Umrah pertama terjadi di tahun keenam setelah beliau hijrah dari Mekkah. Bersama umatnya beliau tiba di sebuah tempat kecil di luar kota Mekkah, namanya Hudaibiyah. Di situ beliau hendak mengambil miqat. Tapi rencana umrah itu tidak diizinkan oleh orang-orang Quraisy yang menguasai Mekkah. Nabi dan umatnya memang dalam suasana perang dengan orang-orang Mekkah. Kedua pihak baru saja melewati dua perang besar, yaitu Badar dan Uhud, yang menimbulkan korban besar.


Karena penghadangan itu, dilakukanlah perundingan yang kemudian menghasilkan kesepakatan yang dikenal dengan Perjanjian Hudaibiyah. Salah satu isi perjanjian itu adalah, tahun itu Nabi dan umatnya tidak boleh masuk Mekkah. Maka, umrah yang tadi diniatkan batal.

Hasil perjanjian ini mengecewakan para sahabat. Tapi sesungguhnya ini menguntungkan. Hal terpenting yang dipetik dalam perjanjian ini adalah Nabi diakui sebagai pemimpin Madinah, sehingga ia diajak berunding dalam kedudukan setara dengan pemimpin Mekkah. Ia bukan lagi sekadar hijrah pindah dari Mekkah.

Perjanjian itu juga membolehkan umat Islam untuk umrah tahun berikutnya.

Begitulah. Tahun berikutnya, dan tahun berikutnya lagi beliau datang untuk berumrah. Terakhir beliau datang lagi untuk berumrah dan haji pada tahun 10 H. Ini haji pertama dan terakhir beliau.


Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/hasanudin.abdurakhman/posts/10213540185199785