Seharusnya BERAGAMA menjadi sumber PENCERAHAN, bukan KERIBUTAN apalagi PERPECAHAN.

AsalasahSeharusnya BERAGAMA menjadi sumber PENCERAHAN, bukan KERIBUTAN apalagi PERPECAHAN.

Sejati nya manusia mencari ketenangan dan kedamaian dalam Agama. Dan syiar agama bukan lah sebuah kompetisi menang kalah. Harusnya perbedaan justru menjadi ajang untuk belajar dan saling menghargai.



Coba belajar dari para marketing leader yang mempromosikan produknya. Santun, lembut dan sabar dalam menyampaikan informasi produk yang sedang dipasarkan. Seharusnya begitu juga saat kita menyampaikan pesan pesan keagamaan. Dibutuhkan sikap santun, lembut dan penuh kesabaran. Bagaimana mungkin pesan yang ingin disampaikan bisa dipahami dan di terima bila cara menyampaikan nya kaku bahkan keras. Orang lain tidak akan tertarik bahkan lebih parah lagi akan menjauh.

Dalam Islam rasanya Rasulullah shallallahu alaihi wassalam sudah mencontohkan pada kita bagaimana metode kelembutan yang digunakan nya berhasil ketika menyebarkan Islam. Rasulullah lebih banyak mengutamakan aspek akhlak mulia dan perilaku santun. Rasulullah lebih sering mencontohkan dengan keteladanan yang nyata daripada debat kusir tak berujung. Mempraktekan langsung sikap dan nafas tauhid dalam keseharian nya. Sikap toleransi yang sangat tinggi, selalu menghargai perbedaan pendapat dan menghormati pihak lain yang mempertahankan keyakinan nya.

Ketika bicara tentang keteladanan Rasulullah, bahkan mereka yang berbeda keyakinan pun setuju bahwa Rasulullah adalah seorang pemimpin yang sangat dihormati dan dihargai karena kesantunan dan akhlak mulia nya.

Jangan lalu berdalih, ya jelas aja... Beliau kan Nabi yang sangat sempurna. Bagaimana mungkin kita bisa seperti Nabi. Kita ini manusia biasa.
Jangan lupa.....

Beliau diciptakan untuk menjadi suri tauladan. Jadi tidak ada alasan untuk berdalih ini dan itu. Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Dan Rasulullah adalah utusan Nya yang dijadikan role model untuk Umat manusia yang ingin menjadi makhluk Tuhan yang taat pada pencipta nya.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/maya.purnami/posts/10212096207193835