Sejarah Baja Damaskus dan Pembuatannya

Asalasah ~ Baja Damascus adalah hasil tempaan para pembuat pedang di Timur Tengah sekitar tahun 1100-1700 Masehi. Legendanya baja ini mampu membelah pedang buatan Eropa dan bahkan batu sekalipun tanpa kehilangan sisi tajamnya. Begitu hebatnya legenda ini bergaung, bahkan sampai sekarangpun banyak terdengar



Bukanlah mitos bahwa logam Damascus adalah logam yang luar biasa. Baja Damascus tidak ditempa dari bijih biasa, tapi dari tambang khusus dari India yang kini sudah habis, sehingga mereproduksi logam ini adalah hampir mustahil. Terlebih lagi logam ini memiliki corak yang begitu indah, berbeda dengan logam baja biasa dari Eropa. Selain itu penelitian modern menunjukkan adanya carbon nanotube dan cementite nanowire, sesuatu yang sangat mengejutkan karena konsep "nano" baru dipikirkan dan dapat diteliti ilmuwan di masa modern

Tapi sesungguhnya istilah "Damascus" bukanlah baja yang kekuatannya merajai raja, tapi sekedar logam bercorak biasa. Hasil yang sama juga didapat bila membuat logam dengan teknik pattern welding, yang mana dapat digunakan oleh pembuat logam modern, walau teknik sebenarnya pembuatan Damascus Steel bukanlah pattern welding. Berdasarkan penelitian ilmuwan, diduga baja Damascus dibuat dengan mencampurkan beberapa logam berbeda sehingga membentuk material baru.

Pembuatan Baja Damaskus
Pembuatan pedang memiliki syarat yang sulit. Logam haruslah kuat dan lentur. Kuat dalam guna mempertahankan sisi tajamnya, lentur agar tidak patah saat beradu dengan pedang lain.

Pedang dari Eropa memanfaatkan proses penempaan guna melenyapkan kotoran dari bijih baja sehingga menghasilkan logam yang kuat. Namun masyarakat India menemukan hal lain: mencampurkan kaca. Selama proses pencampuran logam, ditambahkan kaca yang mampu mengikat kotoran-kotoran lain sehingga hasilnya adalah logam yang jauh lebih murni, lebih kuat dan tetap lentur.

Proses ini dikembangkan lebih jauh oleh bangsa Arab. Cara apa yang mereka gunakan tidaklah jelas, namun efeknya adalah material karbit menjadi tersebar di seluruh bagian logam sebagai partikel mikro, dengan baja rendah karbon yang mengisi kekosongan sisanya. Akibatnya logam ini mampu membelah dengan karbit, tapi tetap lentur dengan baja rendah karbon

Metode pembuatan baja Damascus lenyap sekitar tahun 1700-an, bersamaan dengan habisnya bahan baku pembuatannya.

Bahan Damascus Steel
Banyak yang mengira Damascus Steel adalah hasil dari kerja keras dan ilmu pengetahuan yang luar biasa hebatnya dari penempa logam Arab terhadap logam baja biasa. Wajar, sebab perkataan "nano" dari "nanotube" adalah makanan di era modern. Masyarakat Arab pada tahun 1100 tidak tahu istilah "nano", apalagi menciptakannya. Belum lagi penggunaannya yang luas membuat orang-orang mengira ini adalah baja biasa yang diberi tuah. Itu semua salah besar!

Percaya atau tidak, bahan baku pembuatan baja Damascus tidak berasal dari Arab, tapi dari India, dimana bahan baku ini dikenal sebagai baja Wootz (w00t?) dan didapat dari satu tambang khusus yang materialnya memiliki unsur kimia tungsten dan vanadium, hal yang tidak dimiliki material dari tambang lain. maka dari itu, kesuksesan logam Damascus bukanlah dari baja biasa, melainkan memang dari bahan baku yang sudah luar biasa dalam bentuk mentah.

Ada pula yang menyebut bahan baja damaskus ini sebagai logam admantite yang merupakan salah satu material terkeras yang ada, logam admantite dalam cerita marvel dinamakan adamantium yang merupakan bahan dari senjata yang dimiliki Wolfrine.

Menurut Will Durant (The Story of Civilization I: Our Oriental Heritage), cara membuat baja Damascus didapat oleh bangsa Arab dari Persia, yang mana mempelajarinya dari India dan Sri Lanka.

Logam Wootz dari India inilah yang kemudian diolah oleh bangsa Arab menjadi sang legenda. Proses pembuatannya juga hanya berlaku pada satu material dari tambang itu saja. Kemungkinan paling besar adalah karena unsurnya yang memang berbeda.

Ilmu Pengetahuan dan Mitos
Menurut tim Scientific Americans, rahasia kekuatan logam Damascus terletak di molybdenum yang terdapat (meski hanya sedikit) didalamnya. Proses pembuatan logam ini memerlukan sampai 50 kali penempaan, dan memanfaatkan bahan kimia asam untuk membuat desain di pedangnya. Proses penempaan ini membuat molybdenum yang ada tersebar merata di seluruh bagian logam, memecah struktur kristalnya, dan dengan itu titik retaknya. ini jugalah yang menyebabkan pola unik di logam Damascus.

Logam Damascus yang asli merujuk pada logam wootz dari Indo-Persia. Wootz lebih kuat dari pada baja yang dilas-pola (pattern-weld). Logam ini tidak dibuat dengan dilipat, tapi dengan memisahkan satu blok baja kedalam berbagai blok baja lain yang berbeda kandungan karbon, struktur kristal, dan tingkat campurannya

Penemuan carbon nanotube dalam sampel logam yang diteliti dari abad ke-17 memunculkan hipotesis baru mengenai logam ini. Carbon nanotube memang dapat terjadi secara alami, namun untuk memanipulasinya sehingga bisa diciptakan memerlukan teknologi yang jauh lebih canggih dari apa yang dimiliki masyarakat tahun 1100-1700. Menurut hipotesis ini, suatu langkah atau kondisi dalam pembuatan logam inilah yang menjadi kuncinya (material yang digunakan, perlakuan terhadap panas, proses peleburan, kondisi lingkungan, dll)

Kenyataan adanya carbon nanotube dalam logam ini tidak dapat dibantah, namun begitu masih diragukan apakah penempa Arab waktu itu TAHU bahwa mereka menciptakan carbon nanotube di dalam logam mereka. Kemungkinan mereka menemukan suatu langkah secara tidak sengaja yang menghasilkan logam yang lebih baik tanpa tahu apa yang terjadi dalam prosesnya.

Kualitas baja Damascus yang luar biasa telah banyak menarik perhatian para ilmuwan. Sementara pengetahuan tentang proses pembuatan aslinya telah lenyap, reproduksi atas logam ini tampaknya bukanlah mustahil. Paling tidak hampir sama dengan aslinya.

Pada tahun 1990-an J.D. Verhoeven dan A.H. Pendray melakukan penelitian atas logam ini dalam upaya membangkitkan kembali sang legenda.

Apakah Teknologi Baja Damaskus ini dapat bangkit dari tidur panjangnya?

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: