Sejarah Ka'bah Yang Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Adam

AsalasahKa'bah yang kita lihat sekarang ini adalah hasil renovasi terkahir yang dilakukan pada tahun 1980, setelah Ka'bah rusak oleh serangan gerombolan Qahtani. Gerombolan yang dipimpin oleh Juhayman Al-Otaybi ini mengklaim ipar Juhayman bernama Muhammad Al-Qahtani sebagai Imam Mahdi. Pada 1 Muharram 1400 bertepatan dengan 20 November 1979 gelombolan ini menyerbu Masjidil Haram, menawan orang-orang yang sedang beribadah, menguasai mesjid itu selama 2 minggu. Mereka menyuruh umat Islam mematuhi Imam Mahdi ini, dan menganggap kerajaan Saudi tidak sah.


Ka'bah mengalami kerusakan di salah satu dindingnya, ketika pasukan Saudi dibantu Pakistan menyerbu masuk untuk menumpas para pemberontak ini. Ada spekulasi bahwa pasukan elit Perancis juga ikut serta. Tapi versi resmi menyatakan bahwa Perancis hanya terlibat sebagai penasehat dan konsultan.

Ka'bah diperbaiki pemerintah Saudi setelah kejadian itu. Sebelum itu Ka'bah pernah rusak, bahkan rata dengan tanah, baik oleh sebab bencana alam maupun peperangan.

Ka'bah diyakini sebagai representasi Baitul Makmur, sebuah tempat di bawah Arsy (singgasana Allah). Allah memerintahkan malaikat membangun tempat serupa di muka bumi setelah bumi diciptakan.

Ketika Adam diturunkan ke bumi, ia diperintahkan untuk membangunnya kembali. Ibrahim dan Ismail diperintah membangun kembali Ka'bah yang rusak saat banjir di zaman Nabi Nuh.

Dalam versi sejarahwan Barat, sebenarnya ada beberapa tempat ibadah serupa yang berbentuk kubus (ka'bah artinya kubus) dengan bantu merah di Ghaiman, dan dengan batu putih di Abalat. Bagi mereka, Ka'bah yang ini hanyalah salah satu kuil tempat pemujaan kaum pagan pra-Islam.

Ka'bah tadinya berupa bangunan berdinding 4, tanpa atap. Bangunan ini ditinggikan temboknya dan diberi atap oleh Kusayi, serta dilengkapi pula dengan pintu.

Ka'bah adalah pusat ibadah di zaman pra-Islam. Wilayah ini disepakati sebagai wilayah tanpa kekerasan, luasnya dalam radius sekitar 30 km. Dengan demikian setiap orang dapat beribadah dengan tenang di tempat ini.

Ritual haji yang ada saat ini sudah dilakukan orangnpada zaman pra-Islam. Mereka tawaf dan sai, tapi untuk memuja berhala-berhala yang dipasang di atas dan sekeliling Ka'bah. Ketika Nabi Muhammad menaklukkan Mekkah, berhala-berhala itu dihancurkan.

Tahun 683 Ka'bah rusak parah selama perang pasukan Umayyah yang dikirim Yazid untuk menumpas pemerontak di bawah pimpinan Abdullah bin Zubair. Abdullah adalah pemberontak yang setia para Ali, menolak berada di bawah keluasaan Muawiyah, dan menguasai Mekkah saat itu. Ia membangun ulang Ka'bah yang rusak itu.

Benerapa tahun kemudian Mekkah kembali diserang, dihujani dengan batu. Ka'bah kembali rusak parah. Zubair berhasil ditumpas. Khalifah Abdul Malik bin Marwan membangunnya kembali.

Tahun 930 gerombolan Karmatian menyerbu Mekkah, dan mencuri Hajar Aswad, tapi tidak menimbulkan kerusakan parah pada Ka'bah.

Tahun 1629 banjir besar melanda Mekkah, meruntuhkan tembok-tembok Ka'bah. Penguasa Mekkah saat itu dari Kekaisaran Turki Usmani membangunnya kembali dengan batu. Bentuk Ka'bah yang sekarang ini berbasis pada bangunan hasil renovasi itu.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/hasanudin.abdurakhman/posts/10213481197365126