Taman Hijau Indah di Tengah Kota Madinah

AsalasahSurga dalam bahasa Arab adalah jannah. Arti literalnya adalah taman atau kebun. Hijau penuh pepohonan rindang, disertai gemercik air yang membentur bebatuan dalam aliran sungai. Bagi kita itu bukan hal yang istimewa benar. Tapi bagi orang Arab yang hidup di tengah gurun, itu adalah tempat impian.

Berkat teknologi modern, menghijaukan gurun bukan lagi hal yang mustahil, meski biayanya masih sangat mahal. Orang-orang kaya di Arab, selain membangun rumah besar juga menghijaukan halaman rumahnya dengan pepohonan. Ini menjadi salah satu simbol status sosial.

Saat berjalan di sekitar Masjid Nabawi saya menemukan satu taman yang lumayan luas. Tempatnya ada di sebelah barat mesjid. Hijau dan indah. Tapi tak ada rumah di situ. Tempat apa ini? Kemudian saya temukan keterangannya.

Ini adalah situs Saqaifat Bani Saidah, sebuah balai pertemuan. Di tempat inilah dulu dilakukan musyawarah oleh orang-orang Anshar (penduduk asli Madinah) yang hendak bermufakat untuk memilih pemimpin (khalifah) beberapa waktu setelah wafatnya Nabi Muhammad. Menurut mereka, pemimpin yang menggantikan Nabi haruslah orang Anshar, yang telah banyak memberi pertolongan dan perlindungan pada Nabi dan orang-orang Mekkah (Muhajirin).

Mendengar itu Abubakar dan Umar bergegas datang ke situ. Mereka kemudian ikut dalam perundingan, dan meyakinkan orang-orang Anshar bahwa orang Mekkah lebih layak memimpin. Arah musyawarah kemudian bergeser, hingga akhirnya dipilihlah Abubakar sebagai khalifah.

Adapun Ali, sepupu sekaligus menantu Nabi, tidak dilibatkan pada acara ini. Ia sedang berkabung dan sibuk mengurusi jenazah Nabi. Ali keberatan dengan pemufakatan itu. Menurut catatan sejarah Ali sempat enggan berbaiat pada Abubakar.

Cerita ini saya singgung sedikit dalam buku terbaru saya "Islam untuk Indonesia", di bagian yang menjelaskan tentang mitos sistem politik Islam.

Balai pertemuannya sudah dihancurkan oleh pemerintah Saudi, dan di tempat itu dibangun taman ini. Secara umum pemerintah Saudi memang menghancurkan banyak situs sejarah berwujud bangunan, dengan tujuan agar tempat-tempat itu tidak menjadi tempat pengkultusan.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/hasanudin.abdurakhman/posts/10213501140023680