Tawaf Dalam Ibadah Haji

AsalasahTawaf adalah ritual keliling Ka'bah sebanyak 7 kali. Gerakannya berlawanan arah denhan arah jarum jam, dimulai dari sudut di mana Hajar Aswad berada (Rukun Hajar Aswad). Dalam sunnahnya tawaf dimulai dengan mengusap Hajar Aswad sambil membaca "bismillahi allaku akbar". Kini sudah tidak mungkin mengusap batu itu, bahkan sekadar mendekat pun sulit. Sebagai gantinya setiap yang tawaf memberi isyarat mengusap dari jauh. Titik awal mula tawaf ditandai dengan garis di lantai marmer serta lampu hijau di dinding.
Selama tawaf disunatkan membaca zikir: subhanallah, alhamdulillah, laa ilahaillallah, allahu akbar. Doa "rabbana aatina fiddunnya...." dan seterusnya dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Tawaf dilakukan dalam keadaan suci dari hadas besar maupun kecil. Artinya, dalam keadaan berwudhu seperti hendak salat. Kalau batal, maka harus wudu kembali, kemudian melanjutkan tawaf.

Usai tawaf disunnahkan salat 2 rakaat di depan Multazam, kemudian minum dan membasuh kepala dengan air zamzam.

Tawaf terdiri dari tawaf rukun dan tawaf sunnah. Tawaf rukun artinya tawaf yang merupakan rangkaian ibadah haji dan umrah. Setelah tawaf dilanjutkan dengan sa'i. Tawaf ini harus dilakukan, kalau tidak haji dan umrahnya tidak sah. Adapun tawaf sunnah adalah tawaf yang dilakukan secara suka rela, dan tidak dilanjutkan dengan sa'i. Tawaf rukun dilakukan dalam keadaan (berpakaian) ihram, sedangkan tawaf sunnah tidak.

Ada lagi satu jenis tawaf, yaitu tawaf wajib haji. Wajib haji adalah ritual yang dilakukan dalam ibadah haji, yang kalau ditinggalkan tidak membatalkan haji, tapi pelaksananya harus membayar denda. Tawaf yang merupakan tawaf wajib adalah tawaf wada, tawaf terakhir sebelum meninggalkan Mekkah.

Kini setiap saat Ka'bah selalu dipenuhi orang yang tawaf, tak peduli hari apa dan jam berapa pun. Orang hanya berhenti tawaf pada waktu salat wajib. Menjelang azan petugas menghentikan orang tawaf secara bertahap, dan berhenti total saat azan berkumandang. Usai salat akan mulai lagi.

Saat musim haji jumlah orang tawaf sangat banyak. Jauh lebih banyaj dibanding hari-hari lain. Ada waktu tertentu di mana jumlahnya sangat banyak, yaitu saat suhu tidak terlalu panas, seperti sebelum dan sesudah salat subuh, setelah asar sampai setelah isya. Menjelang dan sesudah zuhur relatif lebih sepi.

Pilihan waktu untuk tawaf dibagi dua tadi. Kalau mau agak sepi, mesti tahan panas. Kalau tidak mau panas, mesti rela berdesakan.

Jalur di dekat Ka'bah adalah jalur padat. Khususnya di dekat Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim, karena banyak orang berhenti di situ. Di bagian luar agak sedikit sepi, tapi jaraknya lebih jauh. Ada jakur tawaf di lantai 2, dengan waktu tempuh sekitar 2 kali lipat dibanding tawaf di dekat Ka'bah.

Tawaf biasanya dilakukan dalam kelompok kecil, dibimbing okeh ustaz, yang membimbing pembacaan doa. Tidak usah khawatir kalau tidak hafal doa dan zikirnya, karena tawaf sah tanpa menbaca apapun.

Musim haji ini saya tawaf beberapa kali. Pertama tawaf rukun umrah bersama grup. Kemudian tawaf sunnah bersama grup saat mereka berumrah, saya sendiri tidak berumrah. Lalu tawaf sunat berdua dengan istri, serta tawaf sunnah yang saya lakukan sendiri.

Terhimpit adalah risiko saat tawaf. Dalam keadaan sangat ramai, kalau terjatuh, kita bisa terinjak. Karena itu saat tawaf bersama grup kami membentuk barikade. Jamaah laki-laki berada di sisi luar, saling berpegangan tangan. Perempuan berada di bagian dalam.

Sesekali ada yang mendesak kami dari samping. Biasanya ini rombongan dari Afrika, atau orang Arab yang badannya besar-besar. Kami cenderung mengalah, memberi mereka jalan. Ada juga yang berusaha menerobos barikade karena enggan menunggu kami lewat. Yang seperti ini harus ditahan agar rombongan tidak pecah.

Ketika tawaf bersama istri saya cenderung galak. Kalau ada yang memaksa lewat sampai memutus pegangan tangan antara saya dan istri, saya sikut sampai dia mundur. Apa boleh buat, kalau dibiarkan dia akan membuat kami terpisah.

Saat tawaf rukun haji nanti suasananya tentu akan lebih ramai. Risiko akan jauh lebih tinggi.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: