Ternyata Singkong/Ubi Terdapat Sianida Herbal...Benarkah?

Asalasah ~ Tiga kakak beradek di Kuranji Padang, Sumbar, Senin, (23/5/2016), muntah-muntah setelah konsumsi singkong yang diambil dari depan rumahnya, satu diantaranya menghembuskan nafas terakhir ketika dalam perjalanan ke rumah Sakit Rasyidin Padang sedangkan dua orang lagi tengah menjalani perawatan Intensif di RSUD Rasyidin Padang, sunternya issue meninggal anak ini menimbulkan tanda tanya di masyarakat dan netizen, benarkah ada singkong mengandung racun Sianida?

Racun Sianida mengingatkan kita kepada kasus kopi Sianida di Jakarta yang menjerat Jessica wongso yang diduga meracuni Mirna hingga tewas dengan mencampuri Sianida dengan kopi.

Jenis sianida yang diberikan Jessica adalah Sianida cair sedangkan sianida di ketela pohon adalah jenis sianida herbal, keduanya sama-sama merenggut korban, cuman sianida cair tidak bisa diolah tetapi kandungan racun sianida di ketela pohon bisa dihilangkan sehingga bisa dikonsumsi.

Mirna meninggal karena konsumsi kopi dengan kandungan sianida sedangkan Nia tutup usia karena makan ketela pohon yang juga mengandung sianida, jadi keduanya meninggal karena racun sianida.

Setelah diidentifikasi Singkong yang dikonsumsi oleh tiga kakak beradik ini tergolong jenis singkong liar dan rasanya pahit, biasanya singkong jenis ini memilki kandungan racun yang kuat, cara untuk memanfaatnya singkong pahit ini biasanya tidak dikonsumsi secara langsung melainkan perlu diolah terlebih dahulu bisa dijadikan tepung tapioka atau direndam sehingga kandungan racunnya hilang.

Ketela pohon, ubi kayu, atau singkong dengan nama latin Manihot utilissima adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

Secara alamiah, tanaman diberi anugerah agar bisa menghasilkan zat racun sebagai alat pertahanan diri terhadap hama atau penyakit. Begitu pula dengan singkong, yang secara alamiah juga menghasilkan racun sebagai pertahanan dirinya terhadap bakteri dan jamur sehingga singkong bisa hidup dengan nyaman.

Zat beracun pada singkong bernama "linamarin", yaitu sebuah senyawa yang mirip dengan glukosa (gula) tetapi bisa melepaskan asam sianida (HCN) yang beracun.

Kandungan sianida ini terdapat pada hampir semua jenis singkong, hanya saja dengan kadar yang berbeda-beda. Singkong yang biasa kita konsumsi yang disebut sebagai Sweet Cassava, kandungan sianidanya hanya sekitar 15-50 mg/kg umbi singkong segar.

Sedangkan pada singkong liar atau yang sering disebut dengan "singkong pahit" karena rasanya memang pahit, kandungan asam sianidanya bisa mencapai 400 mg/kg singkong segar.

Singkong pahit ini biasanya dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi tapioka atau tepung singkong. Dengan pengolahan ini, kadar sianidanya akan terbang sehingga aman dikonsumsi oleh manusia.

Penyebab keracunan singkong ialah asam sianida yang terkandung di dalamnya. Bergantung pada jenis singkong kadar asam sianida berbeda-beda. Namun tidak semua orang yang makan singkong akan menderita keracunan. Hal ini disebabkan selain kadar asam sianida yang terdapat dalam singkong itu sendiri, juga dipengaruhi oleh cara pengolahannya sampai dimakan.

Diketahui bahwa dengan merendam singkong terlebih dahulu di dalam air dalam jangka waktu tertentu, kadar asam sianida (HCN) dalam singkong akan berkurang oleh karena HCN akan larut di dalam air. singkong Asam sianida (HCN) ialah suatu racun kuat yang menyebabkan asfiksia. Asam ini akan mengganggu oksidasi (pengangkutan 02) ke jaringan dengan jalan mengikat enzim sitokrom oksidase. Akibatnya oksigen tidak dapat dipergunakan oleh jaringan dan tetap tinggal dalam pembuluh darah vena yang berwarna merah cerah oleh adanya oksihemoglobin. Ikatan antara sitokrom oksidase dengan HCN bersifat reversibel.

Masyarakat diingatkan untuk berhati-hati mengkonsumsi ubi atau ketela pohon, hindari konsumsi secara langsung jika terasa pahit berarti mengandung sianida, wallahu alam. (RI)

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://minangkabaunews.com/artikel-8941-ternyata-singkong-adalah-sianida-herbalbenarkah.html