Tsaqafah tentang rasa! Mendalami Rasa Kopi Yang Begitu Banyak Variannya

AsalasahBila bagi anda kopi hanya minuman dengan rasa pahit pengusir kantuk saja, anda sama seperti saya 3 tahun lalu, sebab baru setaraf itu saja pengetahuan saya tentang kopi.

Jangankan kopi tanpa gula, kopi dengan gula pun saya ogah, paling bila terpaksa menikmati, campur kopi dengan banyak susu kental manis, itu baru nikmat, itu dulu.

Semakin lama menikmati kopi, lalu mencoba kopi kalengan, makin ketagihan, lalu mencoba kopi langsung dari barista, tanpa gula, dan akhirnya ketagihan banget.

Walaupun sudah jadi pecandu kopi racikan nusantara sampai dunia, tapi sebenarnya rasa takkan maksimal bila kita tak punya ilmu tentang rasa, tsaqafah tentang rasa.

Bagi sebagian besar peminum kopi pun, kopi yang konon punya ratusan kombinasi rasa, tetap rasanya sama saja. Bila ingin rasa yang berbeda, dalami dulu tsaqafahnya.

Maka barista yang baik, adalah yang mampu 'berdakwah' sambil menyeduh, menceritakan kisah kopi dari 'sanadnya', 'matannya', 'nasab perawinya' sampai 'ushul fiqhnya'.

Maksudnya cerita tentang kopi dari asal-usul persilangannya, karakteristik rasa dan wanginya, kekentalan, aftertaste, sampai ragam teknik penyeduhan dan efeknya.

Dengarkan saja, 20 menit sang barista bercerita, maka kopi yang anda sruput akan terasa berkali-kali lebih nikmat, sebab ada 'penghargaan' dari cerita dibalik semuanya.

Begitulah kekuatan tsaqafah, ia menjadikan semua lebih punya makna yang berlipat-lipat. Begitu juga perjalanan yang jauh lebih bermakna bila kita tahu tsaqafahnya.

Bila menikmati kopi saja perlu ilmu, tsaqafah, apalagi urusan yang lebih penting seperti kehidupan rumah tangga? Mengurus anak? Berdakwah di jalan Allah? Tentu lebih lagi.

Bisa jadi kehidupan kita berasa tawar sebab tak ada tsaqafah di baliknya, tak ada cerita di baliknya. Apa itu tsaqafah? Ilmu yang khas tentang satu hal tertentu.

Bila di secangkir kopi saja ada kenikmatan yang tersimpan di balik tsaqafah bila dipelajari. Bagaimana kenikmatan yang disimpan di balik tsaqafah Islam?

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw/photos/a.444868486350.234966.68040156350/10155372955911351/?type=3