Waspada Penipuan Jenis Baru Dengan Modus Kirim Kode Rahasia

AsalasahHati hati modus penipuan baru guys....
.
Akhir-akhir ini nampaknya semakin marak modus penipuan yang memanfaatkan layanan perbankan. Hati-hati ya. Jangan mudah percaya!

Pernahkah kamu dihubungi oleh pihak yang mengaku bank atau provider/operator selularmu, lalu seolah-olah dia ‘memerintahkan sistem bank’ untuk mengirimkan suatu kode rahasia seperti Personal Identity Number (PIN), One-Time Password (OTP), atau verification code ke ponsel kamu, dan minta kamu untuk menyebutkannya?

Ada dua modus yang umum digunakan:

1. Upgrade Jaringan Kartu Telepon
a. Penipu yang mengaku sebagai operator seluler menghubungi nasabah dan menawarkan upgrade jaringan kartu telepon seluler.
b. Nasabah kemudian diinstruksikan untuk melalukan sejumlah tahapan penggantian kartu, sampai nasabah memperoleh PIN aktivasi kartu seluler untuk penggantian kartu telepon seluler baru tersebut.
c. Penipu meminta nasabah untuk membacakan PIN tersebut, lalu penipu menggunakannya untuk melakukan proses aktivasi kartu telepon seluler baru yang dipegang oleh penipu.
d. Penipu meminta nomor telepon/ kontak lain nasabah. Melalui nomor lain tersebut, penipu menginstruksikan nasabah untuk melakukan aktivasi fasilitas mobile banking via SMS. Selanjutnya, bank akan mengirimkan PIN aktivasi mobile banking ke nomor telepon nasabah sebagai konfirmasi.
e. Karena kartu lama nasabah sudah nonaktif, PIN baru akan dikirimkan ke kartu baru yang sudah berada di tangan penipu. Pada tahapan inilah penipu berhasil mendapatkan PIN mobile banking.
f. Penipu dapat mengakses mobile banking nasabah, dan segera memindahkan sejumlah dana ke rekening penipu.

2. Perubahan Tarif Biaya Fasilitas Bank
a. Umumnya yang diincar ialah pengguna uang elektronik.
b. Awalnya, penipu ‘menakut-nakuti’ nasabah dengan menginformasikan bahwa ada perubahan tarif fasilitas yang disediakan oleh bank, sehingga nasabah akan dikenakan biaya yang cukup besar yaitu sekitar Rp150.000,-.
c. Jika nasabah keberatan atas biaya tersebut, maka penipu akan berpura-pura meminta nasabah untuk melakukan pengkinian data.
d. Penipu mulai melakukan transaksi, yang memerlukan sejumlah informasi rahasia berupa PIN dan/atau OTP.
E. Dikuraslah rek kita 
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/pasarmodalsyariah/photos/a.1571711489567948.1073741831.983278618411241/1647398625332567/?type=3&permPage=1