FREEPORT, CAPAIAN TERBAIK JOKOWI

AsalasahFREEPORT, CAPAIAN TERBAIK JOKOWI
Oleh : Husaini Yusuf
Freeport : Kami mengapresiasi kepemimpinan bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia. Kami menghargai Jokowi.

Itulah potongan kalimat dari CEO Freeport Mc Moran Richard Adkerson, saat konferensi pers hari ini terkait kesediaannya melepas kepemilikan 51 persen sahamnya untuk Indonesia.

Mereka telah menyetujui dan menyepakati seluruh permintaan pemerintah Republik Indonesia mengenai keberlangsungan operasionalnya di bumi Papua. Termasuk membangun smelter yang akan diselesaikan dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.

Apa yg membuat Freeport akhirnya tunduk? Apa yang dilakukan Jokowi sehingga mereka nyerah dan dengan sangat terpaksa mengiyakan permintaan pemerintah tersebut? Padahal sebelumnya mereka begitu sangar dan garang sampai² ingin membawa persoalan ini ke ranah arbitrase internasional.

Jawabannya cuma satu, totalitas. Iya, Jokowi begitu total dan serius dalam menyelesaikan persoalan ini. Jokowi tidak main² dalam melakukan negosiasi dengan perusahaan tambang raksasa asal Amerika tersebut.
Tentunya kita masih ingat bagaimana awal mula Jokowi masuk dalam hiruk pikuk Freeport ini. Sudirman Said sang mentari yg telah dipecat itu membuka kedok mafia besar yg bersembunyi dibalik Papa Minta Saham. Pelan-pelan kita juga mengenal ada pengusaha hitam bernama Riza Chalid yg sudah cukup lama bermain dan begitu nyaman dalam bisnis tambang, minyak dan lain sebagainya itu.

Kenapa bisa terbongkar? Itulah kecerdasan kerja Jokowi. Beliau sangat jeli dan begitu apik dalam memainkan perannya. Membuka pelan-pelan kemudian masuk. Ingat bagaimana bisa seorang pimpinan perusahaan dlm hal ini Presiden Freeport Indonesia Maaruf Sjamsuddin yg menjamu sejumlah pejabat utk membahas negosiasi tp disaat bersamaan merekam pembicaraan tsb dan membongkarnya dikesempatan yg lain hingga dikenal dengan istilah Papa Minta Saham.

Dari situlah semuanya ini berawal. dan tak lama setelahnya, beliaupun mengundurkan diri sebagai presiden Freeport Indonesia. Saya menduga Maaruf ini orang baik yang melihat kepemimpinan Nasional sedang dipimpin oleh orang baik pula sehingga beliau murka melihat para oknum pejabat yg menjadi para perampok dan pencoleng uang negara.

Setelah itu, datang Cheppy Hakim menggantikan dirinya sebagai presiden Freeport Indonesia. Namun tak sampai satu tahun dia memimpin, diapun memilih utk mengundurkan diri karena tampaknya begitu sulit untuk bernegosiasi dengan Pemerintah Indonesia.

Lalu kenapa harus mundur? Karena mereka tidak bisa jadi "anak" yang baik utk perusahaannya. Mereka tidak sanggup menjalankan perintah dan misi perusahaan utk terus "berkerjasama" Kong kalikong dgn Pemerintah Indonesia yg dipimpin Presiden "Koppig" Joko Widodo. Frustasi menghinggapi mereka, akhir kata keluarlah sebuah kata, "sudahlah, kita nyerah saja."

Akhirnya CEO sendiri yg turun tangan untuk melanjutkan proses negosiasi ini. Dan sampai hari ini Freeport Indonesia masih ditangani langsung dibawah kendali Richard Adkerson, CEO Freeport Mc Moran.
CEO nya ini pun sempat berang dan marah besar saat perjanjian KK (Kontrak Karya) diubah menjadi perjanjian IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus). Inilah faktor yang mendasari sehingga muncul keinginan utk menggugat ke badan arbitrase internasional. Namun kemudian hal itu urung dilakukan karena punya potensi besar gugatannya akan kalah.

Penjelasan Ringkas IUPK dan KK
Karena saat IUPK diberlakukan, maka posisi negara jauh lebih tinggi daripada Freeport. Sedangkan dalam perjanjian KK, posisi negara sejajar dengan kontraktor. Sebab, KK diterbitkan atas kesepakatan dua pihak yang berkontrak. Sedangkan IUPK adalah izin yang dikeluarkan pemerintah untuk perusahaan tambang. Sehingga diterjemahkan, kedudukan negara lebih tinggi dari perusahaan.

kalau Kontrak itu harus dihormati sampai waktu habis. Jika IUPK, negara bisa mencabut jika dianggap merugikan negara. Kurang hebat apa coba perjanjian ini. Makanya sangat beralasan jika CEO Freeport berang dengan IUPK tsb. Tapi namanya pemerintah lagi on fire, tidak ada urusan mau berang atau apa, "kamu mau terima silakan tanda tangan, ga terima silakan minggat." Mungkin sinyal itu pula yang diterima oleh bos nya Freeport ini, sehingga harus tunduk dan patuh pada pemerintah Indonesia sekarang.

Keuntungan lainnya adalah fiskal. Dalam KK, perusahaan tambang dikenakan royalti, iuran tetap, PPh Badan, PBB dan pajak daerah yang sifatnya tetap sepanjang waktu kontrak. Sedangkan IUPK, perusahaan juga diwajibkan membayar retribusi daerah dan pungutan lain sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Inilah beberapa kelebihan IUPK dibanding kontrak karya yang menjadi bagian dari kesepakatan hari ini. Jokowi tidak ingin negara ini "dijajah" terus oleh perusahaan tambang raksasa Amerika tersebut. Bayangkan sejak1967 pasca Sukarno dikudeta, freeport masuk dan langsung menancapkan kukunya di tanah Papua, tapi tidak ada satupun Presiden yg benar-benar "dihargai" oleh "Amerika" ini. Bahkan Jenderal sekalipun tak bisa berbuat apa-apa dihadapan perusahaan Amerika ini.

Tapi lihatlah, saat presiden yang katanya plonga-plongo itu memegang tampuk kepemimpinan di negeri ini, mereka ditekan sedemikian rupa hingga dipaksa menyerah dan tunduk pada pemerintah Jokowi. Kalimat "menghargai" yang diucapkan oleh CEO Freeport Mc Moran jelas menandakan sebuah kekuatan dan kehebatan presiden Jokowi dalam bernegosiasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka sadar betul akan hal ini maka mereka mengapresiasinya. Mereka takluk atas ketegasan seorang presiden bernama Jokowi.
Kawan, inilah capaian terbaik Jokowi, Presiden kita, Presiden Republik Indonesia. Prestasi terbaik beliau selaku manajer yg baik dan cerdik dalam membangun negeri. Tak ada yg bisa memungkirinya kecuali para pembenci dan pendengki yang hatinya sudah dipenuhi iblis saracen. Bahkan presiden² sebelumnya tak bisa berbuat apa-apa terkait perjajian kontrak karya Freeport ini.

Bahkan ada yang rela melacurkan diri dibawah bayang² bendera Amerika. 50 tahun lamanya bangsa kita dibuat tak berkutik menghadapi Freeport. Tp hari ini kita bisa melihat bagaimana Presiden membawa bangsa kita kembali berjalan tegak menjalankan perintah amanah UUD 1945. Tentunya dengan tujuan demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terimakasih Jokowi. Hormat kami untukmu yang mencintai negeri.
Salam
______
4 poin penting kesepakatan :
1. Divestasi saham 51 persen
2. Pembangunan smelter dalam jangka waktu 5 tahun.
3. Perpanjangan operasi 2 x 10 tahun.
4. Stabilitas penerimaan negara.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/murizal.hamzah.1/posts/1412005328915624