Pernikahan Di Indonesia Hanya Gengsi-Gengsian, Padahal Bisa Dibuat Sederhana Seperti Ini

AsalasahYang membuat orang Indonesia mikir 1000 x kalo bicara nikah
-----------------------------------
1. “Kenapa pestanya pas-pasan? Nanti dikira 'kecelakaan' lho.”
2. “Jangan sampai saudara-saudara jadi ngomongin kita karena pestanya gak meriah.”
3. “Yakin si A gak diundang? Kalau si B? Nanti mereka tersinggung, lho”
4. “Mau nikah dalam waktu 6 bulan? Emang cukup waktunya? Emang bisa? Buru-buru amat
5. “Gak mau pakai EO? Nanti ribet lho!”
6. “Gak ada tunangan/seserahan ?
7. "Masak gak pake upacara adat ? itu melestarikan budaya lho”
------------------------------------
------------------------------

Gambaran biaya Pernikahan Adat di Indonesia?

1. Jawa
Prosesi pernikahan tradisional Jawa bisa memakan dana sekitar Rp 30 juta hanya untuk semua rangkaian prosesinya.

2. Sasak
Jika pasangan tinggal sekampung maka maharnya cukup senilai Rp 500 ribu, sedangkan jika perempuannya dari desa lain bisa mencapai Rp 40-50 juta. Akan lebih mahal lagi jika sang calon memiliki kasta yang lebih tinggi.

3. Karo
Faktor yang bikin bengkak pernikahan adat Karo yaitu, lamanya proses yang bisa sampai 3 hari 3 malam. Proses-proses ini meliputi persiapan kerja adat, hari pesta adat, dan terakhir, sesudah Pesta Adat. Secara keseluruhan bisa mencapai Rp 100 juta lebih.

4. Bugis
Di adat Bugis, semakin tinggi pendidikan si gadis, semakin mahal panaik (mahar) yang harus dibayarkan.Misalnya, dengan gelar S1 dipatok mahar sebesar Rp 50 juta. Untuk S2, bisa jadi mencapai Rp 100 juta. Dan itu hanya untuk mahar lho. Belum termasuk biaya resepsi dan seserahan lainnya
--------------------
--------------
Ternyata di Barat malah lebih simpel

- Pestanya bisa di halaman/kebun rumah
- Orangtua tidak banyak campur tangan
- Tamunya hanya saudara dekat dan Sahabat
--------------------
-----------------
Bagaimana dalam aturan Islam ?
Jauh lebih mudah, seperti yang diajarkan Rasulullah :

- "Adakanlah walimah walau hanya bisa menyuguhkan seekor kambing" (HR Bukhari)

- "Berkatalah (calon mertua Musa): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, dengan syarat kamu bekerja denganku 8 tahun dan jika kamu cukupkan 10 tahun maka itu adalah (tambahan kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik” (QS. al-Qashash: 27)

- "Ada seorang pria yang ingin menikah. lalu Rasulullah bersabda 'berilah mahar walau cincin besi'. pria itu menjawab "tidak punya". lalu Rasul betanya "adakah sesuatu dari Alqur'an yang kamu punya ?". pria itu menjawab 'saya menguasai surat ini & itu'. maka Rasulullah menikahkan pria itu dengan wanita pilihannya dengan Mahar (pengajaran) Al'qur'an" (HR Muslim)

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/meme.ikhwan.akhwat/photos/a.186359725055221.1073741828.186355608388966/488831621474695/?type=3&permPage=1