"SAHAM FREEPORT 51% ITU DIBELI, BUKAN DI BAGI PERCUMA..."

AsalasahMasih banyak yang gagal paham tentang divestasi saham Freeport 51% yang didapatkan Indonesia.

Bagi pendukung Jokowi kelas IQ 200, mereka menganggap kerjasama ini membawa keuntungan yaitu Indonesia memperoleh saham 51%, jauh dr saham sebelumnya yang hanya 9,8% saat itu. Padahal, saham 51% itu harus dibeli. Pemerintah memiliki opsi memiliki saham Freeport sebesar 51% dengan membelinya, bukan dengan di kasih percuma.

Coba ditanya, berapa harga saham Freeport saat ini? 

Bila dihitung dengan metode FAIR MARKET VALUE, berdasarkan nilai cadangan dengan masa kontrak sampai 2041, nilai 100% saham PT Freeport Indonesia adalah US$ 15,9 miliar, alias kurang lebih Rp 211 triliun. Maka nilai 51% sahamnya sekitar Rp 107 triliun.

Executive Director Center fot Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo, mengungkapkan holding BUMN pertambangan yang merupakan gabungan dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk, dan PT Inalum tak akan bisa membeli 51% saham Freeport senilai Rp 107 triliun.

Sebab, total nilai aset BUMN-BUMN pertambangan itu jika digabung semua baru Rp 58 triliun. Kalau pun seluruh aset mereka dijaminkan, tidak akan bisa memperoleh utang sampai Rp 107 triliun. Utang tak boleh melebihi nilai seluruh aset yang dimiliki.

"Aset Antam, Bukit Asam, dan Timah tidak mencukupi untuk membeli. Kalau pinjam, leverage-nya berapa? Apakah feasible? Tidak feasible karena akan melanggar aturan debt to equity ratio," kata Yustinus kepada detikFinance, Rabu (31/8/2017).

BUMN yang punya uang cukup untuk mengakuisisi 51% saham Freeport adalah BUMN-BUMN perbankan. Tapi BUMN perbankan dilarang membeli saham perusahaan di luar bisnis intinya.

"Bank BUMN enggak bisa karena akan melanggar aturan Bank Indonesia (BI), mereka tidak boleh investasi ke sektor lain, termasuk pertambangan," paparnya.

Tetapi bagaimana jika valuasi saham Freeport menggunakan metode REPLACEMENT COST seperti keinginan pemerintah?

Kalau memakai metode ini, nilai 100% saham Freeport adalah US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 78 triliun. Maka 51% saham sekitar Rp 40 triliun. Holding BUMN pertambangan sanggup mengumpulkan uang sebanyak itu. "Kalau pakai replacement, pemerintah sanggup. Kan sekitar Rp 40-50 triliun," ucapnya.

https://m.detik.com/finance/energi/3620963/berapa-harga-51-saham-freeport-ini-hitung-hitungannya

➡ FAIR MARKET VALUE = harga kewajaran menurut pasar.
➡ REPLACEMENT COST = harga penggantian biaya yang dikeluarkan

Pastinya pemerintah meminta harga termurah dengan menggunakan metode REPLACEMENT COST. Dan pastinya juga pendukung Jokowi setelah tau begitu mereka juga bakalan ikut anguk kepala dengan metode REPLACEMENT COST . Namun, apakah Freeport mau menggunakan metode itu..?

Disini kita bahas...

Pemerintah dan Freeport sebelumnya juga belum menemui titik temu divestasi saham 10,64% perusahaan pengelola tambang emas dan tembaga Grasberg, Papua tersebut.

Revisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 27 Tahun 2013 telah mengubah cara perhitungan harga saham divestasi Freeport dari sebelumnya replacement cost menjadi fair market value. Namun, kedua metode tersebut dianggap masih belum adil untuk kedua belah pihak.

Freeport menawarkan harga untuk 10,64% saham divestasi sebesar US$1,7 miliar. Sedangkan pemerintah menganggap harga tersebut masih terlalu mahal, karena dari perhitungan pemerintah harganya hanya sekitar US$630 juta.

Saat ini, pemerintah telah memiliki 9,36% saham Freeport Indonesia. Selanjutnya akan membeli 10,64% saham lagi agar porsi kepemilikan Indonesia mencapai 20%. Divestasi saham dilakukan secara bertahap hingga pada akhirnya nanti pemerintah memiliki 51% saham Freeport.

➡ Coba garis bawahi harga 10,64% saham Freeport yang dijual Freeport seharga $1.7milyar. Dan harga itu membuat pemerintah Jokowi kalang kabut karena menurut mereka harga yang pas adalah $630juta. Lebih 50% harga yang di minta pemerintah atas ketetapan harga dari Freeport.

Katakanlah kita mempunyai saham saat ini 10%, kita hanya butuh 41% lagi untuk mencukupi 51% sesuai syarat divestasi. Kita buat harga 10% saham Freeport menjadi $1,6milyar Sesuai harga ketetapan Freeport.

$1,6Milyar x 4 = $6.4milyar, yang artinya mencapai 84T..!

Dan pemerintah mengatakan harga ketetapan Freeport sangat tinggi, mereka meminta harga diturunkan menjadi $630juta/10% saham Freeport yang akan di beli. Pemerintah ingin memakai metode REPLACEMENT COST dalam divestasi saham Freeport.

Kalau pakai replacement, preseden buruk. Begitu selesai pengembangan lalu diambil saham. Itu tidak fair, hanya mengganti apa yang dikeluarkan tapi tidak mengganti ekspektasi alasan orang masuk. Pihak Freeport tentu saja Tidka akan menerima harga tersebut karena merupakan kerugian bagi mereka. Dengan metode tersebut pemerintah sejatinya memiliki kesanggupan untuk membeli saham divestasi Freeport Indonesia. Namun, cara tersebut dianggap tidak fair dan akan berpotensi menyeret Indonesia ke arbitrase internasional.

Kalau dibawa ke arbitrase, agaknya pemerintah kalah. Itu cukup jelas klausul (kontrak karya). Kita kemungkinan akan membayar kompensasi lebih besar dibanding 51% saham itu, malah merugikan.

Divestasi 51% ini dianggap sebuah kehebatan pemerintah Jokowi, namun saat ditanya...UANGNYA DARI MANA...?

Maka suara jangkrik akan terdengar. Apakah mau pakai dana umat Islam lagi? Atau pakai dana umat agama lain..?kabarnya disebuah gereja lagi heboh tentang dana umat yang di korupsi dengan nilai fantastis triliunan rupiah.

Membayar akomodasi atlet sea games aja gak mampu kok mau beli saham Freeport. Rekor pertama kali dalam sejarah, atlet sea games mengikuti ajang olahraga dengan biaya sendiri. Ini mempermalukan Indonesia sebagai negara dengan SDM atlit yang mumpuni. Kita terlihat miskin di ajang sea games karena mendengar banyaknya permasalahan dana bagi atlet disana.

Divestasi 51% ibarat sebuah mobil Ferrari yang cantik disebuah showroom. Kata orang tua kita, "mobil mewah itu akan jadi milik kita". Dan kita sebagai anak bodoh terlalu percaya, bahwa mobil itu milik kita. Dan kita umumkan pada semua orang bahwa mama dan papa memiliki mobil Ferrari yang mewah.

Teman bertanya, "dimana mobilnya...kok gak ada di rumahmu?"

Sang anak bodoh, menjawab..."masih di showroom, tapi nanti akan jadi milik kami.."

Sang teman pun tertawa, mereka ketawa Ampe miling-miling dan atit eyuuut...mendengar jawaban anak bodoh itu.

"Kalau masih di showroom, gak usah disebutkan dulu itu milikmu. Sebutlah saat telah berada di garasi rumahmu.."

Dan anak bodoh tadi akhirnya masuk kolam dan berendam bersama anak-anak mama dan papa lainnya. Mereka sedang menghitung IQ berapa jumlah nya ketika mereka berendam bersama. Ternyata, nilai IQ mereka mencapai 200...!!

Dan mereka masih bangga dengan kebodohan yang mereka pamerkan karena IQ mereka tembus 200. Kalah Einstein.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=337113090064031&set=a.221326854975989.1073741828.100012960270286&type=3&theater