Sering Konsumsi Daging Kambing bagus Untuk Pria Biar Libido Tinggi

AsalasahMenjadikan daging kambing sebagai sebuah zat aprodisiak tentu menimbulkan pro dan kontra, baik itu di kalangan masyarakat maupun di kalangan medis. Para dokter beranggapan tidak mungkin kambing dapat meningkatkan keinginan bercinta seorang pria.Tapi belum tentu, sebab banyak juga dokter yang berpendapat bahwa daging kambing memiliki zat yang dapat meningkatkan hormon testosteron pria menyebabkan gairah seksnya juga berdampah tinggi.

Iqbal adalah seorang pria yang baru saja menikah, seperti biasa setelah bekerja dia singgah ke warung makan langganannya dan makan daging kambing. Menurut Iqbal setiap dia selesai makan kambing kemampuan seksnya bertambah dahsyat, dan itu dibenarkan oleh istrinya. Maka kebiasaan makan daging kambing oleh Iqbal disebutnya sebagai obat kuat seks.

Pakar gizi dari Puslitbang Gizi, Bogor Dr Muhilal mengatakan bahwa ada kemungkinan daging kambing memang dapat meningkatkan potensi seksual seorang pria. “Informasi tersebut ada dan merupakan pengalaman banyak orang, jadi kemungkinan benar ada, tetapi kan informasi tersebut harus bisa dibuktikan secara ilmiah,” ujar dr Muhilal.

Menurut dr Muhilal sampai saat ini belum ditemukan dasar ilmiah yang menyatakan daging kambing bisa meningkatkan gairah seks seorang pria. Gairah seks itu bersifat fluktuatif dan dipengaruhi banyak faktor, pada orang yang sudah menurun kemampuan seksnya tidak mungkin tiba-tiba mengalami peningkatan libido hanya karena makan daging kambing.

“Yang berperan dalam membantu meningkatkan gairah seksual adalah hormon,” jelas dr. Hendrawan Nadesul. Kemungkinan yang terjadi adalah peningkatan sensasi seksual, bukannya peningkatan gairah seks. Beda dengan sate torpedo (testis) kambing yang disebut dapat meningkatkan gairah seks. Skrotum adalah tempatnya hormon seks jadi memakannya tentu akan memberi tambahan hormon seks pada pria.

Meskipun kemampuan daging kambing untuk meningkatkan gairah pria masih belum terbukti tetapi dampak negatif terlalu sering makan daging kambing sudah memiliki data yang valid. Beberapa pakar gizi mewanti-wanti untuk memperhatikan kebiasaan konsumsi daging sebab dapat menimbulkan hipertensi dan meningkatkan kolesterol.

Dampak paling berbahaya karena daging kambing ternyata sangat sering dikonsumsi bersamaan dengan alkohol. Dampak alkohol memang merangsang gairah tetapi sifatnya hanya sementara. Hati, ginjal dan jantung akan bekerja lebih keras dan tentu akan merugikan kesehatan jika dilakukan terus menerus.

Alkohol pun Haram kan jika dikonsumsi

Beberapa dokter menghubungkan peningkatan gairah seks setelah makan daging kambing dengan sugesti dari dalam diri. Karena percaya bahwa makan daging kambing akan meningkatkan gairahnya, maka setelah mengkonsumsi daging tersebut dia merasa mengalami gairah yang tinggi.

Padahal apa yang dialaminya hanyalah sugesti. Efeknya sama dengan obat plasebo yang sama sekali tidak mengadung manfaat atau bahaya sama sekali. Perbedaannya, konsumsi daging kambing memiliki efek samping yang tidak baik bagi tubuh.

Daging kambing rupanya punya tempat tersendiri, terutama di kalangan kaum pria. Katanya, daging ini dipercaya ampuh mendongkrak potensi seks pria.

"Awas, jangan kebanyakan makan 'kambing', nanti sakit maag!" Mendengar kata "mah", yang terpikir langsung penyakit maag atau lambung, yang gejalanya tak mengenakkan itu. Rupanya, si penutur hanya mau melucu: berkat makan sate kambing, gulai, atau tongsengnya - apalagi dicampur "torpedo"-nya - kaum pria dijamin malam-malam akan membangunkan istrinya yang sedang tidur, Ma(h) ... Ma(h) ..., bangun Ma(h)!

Anekdot itu dilatarbelakangi asumsi bahwa daging kambing ataupun masakan olahannya bisa meningkatkan gairah pria begitu tingginya sampai ia harus membangunkan istrinya malam-malam.
Entah bagaimana ceritanya, daging kambing dipercaya mempunyai kemampuan aprodisiak.

Yang jelas anggapan itu sudah lama berkembang di masyarakat. Setelah makan sate kambing setengah matang buatan Pak Gito yang keliling di kompleks perumahan atau Kang Asep di warung sate, seorang pria jadi perkasa di hadapan istrinya. Makin sip lagi, katanya, setelah makan sate lalu menenggak minuman beralkohol macam bir, sampanye, wiski, atau tuak.

Pantasan Pak Darno, yang sudah berumah tangga sepuluh tahun lebih itu, sering minta istrinya membeli sate kambing sampai belasan tusuk. Sayangnya, Bu Darno nggak mau buka mulut kalau ditanya dampak yang dirasakannya setelah sang suami melahap sate kambing. Mungkin saja Pak Darno termasuk salah satu "korban" mitos daging kambing sebagai aprodisiak. Atau, korban "kuku bima", kurang kuat bini marah. Namun, siapa tahu dia punya bukti empiris soal khasiat daging ternak ruminansia kecil ini.

Sensasi, bukan potensi

Kalau diamati, secara fisik sekerat daging kambing tak jauh beda dibandingkan dengan daging merah lainnya dari domba, sapi, dan kerbau. Dibandingkan dengan daging domba umpamanya, keduanya sama-sama bertekstur halus. Warna dagingnya pun tak terlalu berbeda meskipun daging kambing biasanya berwarna lebih pekat.

Kandungan gizinya, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, juga tak jauh berbeda. "Komposisi gizi semua daging (merah) kurang lebih mirip-mirip. Perbedaan ada, tapi tidak terlalu jauh," jelas Dr. Muhilal dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, Bogor. Perbandingan kandungan asam lemak jenuh daging kambing dan daging sapi umpamanya, sangat sedikit perbedaannya. Begitu pula, asam lemak tak jenuhnya.

Perbedaan mencolok dengan daging ternak lain justru aromanya. Daging domba, sapi, atau kerbau beraroma amis saja, sedangkan daging kambing beraroma menyengat (orang Jawa bilang prengus). Selain itu, lemaknya lebih putih dan keras.

Kalau banyak orang suka sate kambing setengah matang, sebenarnya itu lebih menyangkut selera. Nilai gizinya tak terlalu berbeda dengan yang matang betul. "Justru yang telah mengalami proses denaturasi (perubahan dari mentah menjadi masak, Red.), proses pencernaannya lebih mudah. Yang baik ya yang sedang, jangan terlalu mentah atau sampai hangus," tambah Muhilal.

Munculnya pengaruh pada kaum pria, mungkin karena faktor sugesti dari mereka yang mengkonsumsi sate kambing. "Kalau sudah terkena sugesti, akibatnya orang itu juga mengalami sugesti tadi," tutur Muhilal yang juga dibenarkan oleh dr. Handrawan Nadesul.

"Tapi apa yang dikatakan orang soal daging kambing dapat meningkatkan potensi seksual seseorang ada kemungkinan benar. Orang menyatakan begitu 'kan berdasarkan pengalaman nenek moyang. Tapi kalau kita kaji secara ilmiah harusnya 'kan diteliti dulu. Tapi data itu tidak ada, sehingga dasarnya saling percaya saja," jelas Dr. Muhilal.

Sebaliknya, ahli gizi ini kurang sependapat dengan kemungkinan keperkasaan seorang pria setelah makan sate kambing akibat energi yang diperoleh dari lemak sate. Penjual sate memang sering kali menyisipkan potongan lemak di antara potongan daging. Energi tambahan itu lebih mungkin diperoleh dari bir yang diminum bersamaan dengan makan sate kambing tadi. Menurutnya, bir merupakan sumber energi cepat tersedia bagi tubuh.

"Kalau kita makan daging 'kan perlu dicerna dulu. Lemak memerlukan waktu pencernaan setengah jam dan karbohidrat setelah dua jam, maka bir cuma perlu beberapa menit. Sedangkan untuk diserap sebagai energi, daging perlu waktu berjam-jam, sementara bir cuma dalam beberapa menit." Makanya, setelah minum bir dalam jumlah secukupnya, tidak berlebihan, seseorang bisa merasakan segar karena mendapat pasokan tenaga dari bir.

Dari segi farmakologi, bisa jadi daging kambing mengandung senyawa mirip hormon seks pria. Namun, sampai saat ini belum ditemukan dasar ilmiah untuk menyatakan daging kambing bisa meningkatkan potensi seksual kaum pria macam Pak Darno. Lagi pula, dampak yang ditimbulkannya tak bisa dalam waktu singkat.

Pada dasarnya orang yang sudah menurun potensi seksualnya tidak dapat langsung naik potensinya hanya dengan makan daging kambing ditambah bir. "Yang berperan dalam membantu meningkatkan potensi seksual itu adalah hormon," jelas dr. Handrawan Nadesul.

Yang didapat oleh mereka yang memakai makanan atau minuman aprodisiak itu bukan peningkatan potensi, tetapi lebih pada sensasi seksual. Akibat sensasi tentu saja seseorang jadi bergairah. Tetapi, potensi tetap saja segitu-segitu juga.

Sementara, kalau orang bilang sate torpedo (skrotum) juga bisa meningkatkan potensi seksual pria, mungkin ada benarnya. "'Kan di situ jelas tempatnya hormon seks jantan," jelas Muhilal. Dengan mengkonsumsinya, seseorang mendapat tambahan hormon seks sehingga ada kemungkinan potensi seksualnya meningkat.

Harus tetap hati-hati

Meski hubungan daging kambing dan potensi seks seorang pria masih diliputi misteri, toh penelitian ilmiah untuk mengetahui pengaruh buruknya terhadap kesehatan sudah sering dilakukan. Itu pun tak selalu terbukti.

Kalau bertahun-tahun lamanya orang beranggapan daging kambing jadi biang keladi munculnya penyakit tekanan darah tinggi, maka penelitian Prof. dr. Harun Rasyid Lubis dari Univ. Sumatra Utara, Medan dan Prof. Boedi Darmojo dari Univ. Diponegoro, Semarang menunjukkan hasil berbeda. Ternyata, daging kambing bukan menjadi penyebab timbulnya tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Meskipun begitu kita jangan lantas main hantam terus makan daging kambing. Soalnya, bagi mereka yang berkecenderungan mudah terserang hipertensi atau kolesterol, daging kambing dan daging-daging lain dari jenis daging merah menduduki tempat keempat sebagai makanan yang berkadar kolesterol tinggi. "Yang paling tinggi kadar kolesterolnya adalah otak, kemudian jeroan, kulit, terakhir baru daging," papar dr. Handrawan.

Yang perlu diperhatikan justru konsumsi lemaknya. Kalau sate kambing yang berlemak banyak dikonsumsi, sering kali itu menyebabkan terjadinya peningkatan kadar kolesterol darah.

Sementara, bila santapan sate kambing dipadukan dengan minuman beralkohol, pengaruh buruk lainnya bakal muncul. Pasalnya, pasangan kolesterol - alkohol bisa mempersempit pembuluh darah bagian bawah tubuh, terutama yang mengaliri si "buyung". Bapak-bapak yang biasanya sehat-sehat saja, setelah makan sate kambing plus minuman keras bisa saja jadi impoten. Alkohol memang merangsang, namun setelah itu malah bikin syahwat kendur. Kerja hati, ginjal, jantung, dkk. pun jadi lebih berat.

Kalaupun dirasakan adanya efek tubuh yang menghangat dan peningkatan gairah, mungkin lantaran pengaruh bumbu-bumbunya yang cenderung pedas dan merangsang, macam cabai, cengkih, jahe, lengkuas, merica, dsb.

Jadi, kalau seseorang merasa potensi seksualnya meningkat setelah makan sate kambing dan bir, bisa saja karena sugesti akibat pandangan orang soal keampuhan daging kambing, karena dagingnya, atau karena birnya. Karenanya, tak perlu terlalu banyak berharap pada daging kambing bila Anda, kaum pria, ingin perkasa di hadapan istri tercinta. Kebugaran tubuh, kebugaran seksual, dan kondisi psikologis yang baik secara ilmiah telah terbukti mampu membuat potensi seksual seseorang, pria maupun wanita, pada kondisi optimal.

MITOS DAGING KAMBING BAGI PRIA

Tak ada bukti bahwa makan daging kambing mempunyai kandungan kolesterol yang tinggi. Popularitas daging kambing sudah tak diagukan lagi negeri kita. Demikian juga bagi kebanyakan orang doi Asia, Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika.

Daging kambing merupakan makanan yang dipercaya mempunyai khasiat yang lebih tiggi dibanding daging sapi atau domba. Hampir diseluruh jkelompok dari berbagai daerah di tanah air percaya bahwa daging kambing dapat meningkatkan potensi seksual, terutama seksual pria.

Di Taiwan, daging kambing juga dipercaya mempunyai khasiat menghangatkan badan (heaty) sehingga merupakan menu yang digemari di musim dingin. Bukan cuma itu, daging kambing juga sering diasosiakan dengan kolesterol dan tekanan darah tinggi. Ketika mantan Presiden Indonsesia Suharto, masuk rumah sakit, orang lalu mengkaitkannya dengan kebiasaaan penyebabnya adalah dengan nasi kebuli dan daging kambing kegemarannya.

Orang boleh saja percaya pada mitos. Yang pasti kambing menghasilkan daging yg digemari oleh seluruh lapisan masyarakat dan memberikan kontribusi yg tidak sedikit terhadap kehidupan banyak petani peternak di Indonesia. Kandangan lemak dan kolesterol Tidak ada bukti bahwa daging kambing mempunyai kandungan lemak terutama lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingakan dengan jenis daging merah lainnya.

Sebaliknya penelitian membuktikan bahwa daging (karkas) kambing memounyai kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan karkas domba atau sapi jika dibandingakan pada kondisi yang sama.

Dari data tabel dibawah ini jelas terlihat bahwa komposisi karkas sangat bervariasi. Variasi tersebut ditentukan oleh banyak faktor, misalnya fase pertumbuhan dan pakan yang diberikan. Sebagai contoh kambing muda mempunyai kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan kambing dewasa/tua. Demikian juga kambing yang diberi akan hijauan dan konsetrat akan menghasilkan karkas dengan jumlah lemak lebih banyak dibandingkan dengan yang hanya diberikan pakan hijauan saja.

Sate kambing bisa diduga memunai kandungan lemak yang lebih tinggi karena dalam satu tusuk sate biasanya diselipi potongan lemak untuk menambah cita rasa. Demikian juga giula ikambing karena bahan untuk membuat gulai biasanya daging tetelan, tulang bersumsum dan ditambah santan.

Capreto dan Chevon Kambing sering diasosiakan sebagai ternak kepunyaan yang miskin (Poer mans’s goat) kaena lebih dari 90% populasi kambing dunia berada dinegara berkembang dan dimiliki oleh kelompok msyarakat ekonomi lemah.

Di beberapa negara Eropa seperti Perancis dan Itali, kambing lebih banyak diproses untuk menghasilkan susu. Namun demikian daging cempe jantan yang sangat disukai karena dagingnya lembut, empuk, dan kandungan lemaknya sangat rendah.Cempe jantan tersebut bila dipotong pada saat umurnya masih sangat muda (1-2 bulan) dengan bobot kurang dari 10 kg.

Sedangkan di negara-negara lain yg industri pertaniannya maju sperti Australia dan New Zealand daging kambing seringkali masih disatukan dengan kelompok game meat.

Game meat adalah daging yang berasal dari beraneka hewan yang belum secara intensif dperllihara untuk menghasilkan daging atau daging hewan yang diperlukan dengan diperoleh melalui cara berbutru, misalnya kanguru, babi dan kelinci liar., rusa, dll. Tidak heran jika istilah untuk kambing yaitu chevon dan capretto popularitasnya kalah jauh dibandingkan beef, veal, mutton, dan lamb. Istilah beef pada industri sapi potong menunjuk pada daging sapi secara umum dan veal pada daging sapi muda (pedet) yang belum disapih. istilah mutton, menunjuk pada daging domba secara umum, sedang daging domba muda dibeli istilah lamb.

Daging kambing secara umum disebut istilah chevon, sedangkan daging kambing muda (cempe) diberi istilah Capretto (cabrito). Pada kurun waktu terakhir ini, industri peternakan kambing potong baik di beberapa negara seperti Australia, New Zaealand, Amerika Serikat meningkat dengan pesat. Negara lain yang sedang menyusul adalah China dan Malaysia.

Kecenderungan tersebut tidak terlepas dari besarnya permintaan pasar untuk ternak kambing baik dalam bentuk hidup maupun bentuk daging//karkas. Sasaran utamanya adalah konsumen yang memounyai tradisi mengkonsumsi daging kambing baik yg berada di Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Afrika maupun konsumen lokal yang sebagian besar adalah imigran. Sasaran lainnya adalah konsumen yang sedang mencari daging alternatif dengan alasan rendah kandungan lemaknya.

Konsumen kelompok kedua walaupun dari segi jumlah jauh lebih rendah dibandingkan kelompok pertama, cukup menjanjikan karena berani membayar dengan harga tinggi asalkan dagingnya mengandung kemak yang rendah tetapi tetap enak rasanya. Untuk memenuhi permintaan pasar peternakan kambing potong semakin diintensifkan meningkatkan kapsitas juga kualitas produknya. Memasarkan kambing potong maupun dagingnya hanya dengan sebutan kambing atau daging/karkas kambing dipandang merugikan produsen/eksporter.

Hal ini karena seringkali kambing potong dari sebuah peternakan dihargai sama dengan kambing liar yang ditangkap dari hutan/padang.Demikian juga dengan kambing jantan peranakan Boer atau Kalahari Merah yang masih sangat muda dengan berat bagadan 30 kg dihargai sama dengan kambing feral dewasa dengan bobot badan yang sama.Selain itu, hanya dengan sebutan daging kambing, banyak konsumen masih mengasosiakan dengan harga kambing liar yang hanya cocok untuk makanan hewan piaraan (pet food). Oleh jarena itu istilah chevon dan capretto semakin dipopulerkan di Autralia, chevon dan capretto diberi batasan yang jelas.

Di Indonesia daging kambing nuda digemari untuk buat sate. Tidak heran kalau semua pejual sate memasang tulisan didepan warungnya” sate kambing muda’. Sate kambing nuda diasosiakan dengan sate yang enak rasanya dan empuk. Daging kambing dewasa/tua lebih cocok dimasak gulai atau masakan berkuah (kari). Tapi bagaimana penjual dan konsumen tahu kalau kambignya masih muda padahal asal usul dan umur kambing yang dipotong tidak jelas? Tanpa kriteria yang dapat diukur secara obyektif pengelompokan karkas kambing berdsarkan kualitas sulit diterapkan dan diterima akurasinya.

Gencarnya China dan Malaysia untuk meningkatan industri kambing potong dengan mengimpor kambing Boer dari Australia dan New Zealand baik dalam bentuk hidup, semen maupun embryo beku, menyisakan sebuah pertanyaan. Kalau sementra ini petani kambing lokal sudah tersaingi oleh kambing impor dari Australia New Zealand apakah dalam kurun waktu 10 tahun mendatang Indonesia juga akan dibanjiri dengan kambing made in China.


Banyak cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan gairah seks pasangan. Diantara cara tersebut adalah dengan mengonsumsi sejumlah makanan yang dipercaya bias meningkatkan libido, sebut saja daging kambing. Namun benarkah daging kambing punya khasiat meningkatkan libido?

"Beberapa makanan memang berfungsi sebagai peningkat gairah seks atau afrodisiak yang baik," ungkap Riani Susanto, ND, ahli detoksifikasi dan naturopati, dalam talkshow "Healthy Living in Metro with Style" di Pondok Indah Mall, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Beberapa makanan yang dikenal sebagai afrodisiak antara lain daging kambing, buah durian, cokelat, stroberi, sampai seafood. Khusus untuk seafood, pada dasarnya semua makanan laut bisa meningkatkan gairah seks, kecuali udang. Afrodisiak yang terbaik terdapat pada daging kerang dan tiram. Akan tetapi banyak orang yang lebih memilih untuk mengonsumsi daging kambing ketika ingin meningkatkan gairah seksnya.

"Mereka berpikiran bahwa daging kambing ini lebih 'panas' di dalam tubuh, sehingga bisa membuat libido lebih tinggi dibandingkan dengan makanan lain. Tak heran kalau daging kambing ini diidentikkan dengan gairah seks," tambahnya.

Namun, menurut Riani, dalam daging kambing sebenarnya tidak terkandung bahan atau senyawa khusus sebagai peningkat libido. Bahkan kandungan daging kambing dengan daging sapi sebenarnya hampir sama. Hanya saja, daging kambing memiliki lemak yang lebih sedikit. Hal ini membuat daging kambing terasa lebih ringan, dan tidak memaksa liver untuk bekerja lebih keras. Kerja liver yang lebih keras akan membuat metabolisme tubuh menurun, dan mengurangi perasaan nyaman termasuk untuk bercinta.

Sebaliknya, kandungan lemak dalam daging kambing yang tidak terlalu banyak menimbulkan perasaan lebih nyaman. Akibatnya, kita menjadi lebih "hot" dan merasa gairah seks meningkat.

"Makan makanan dengan lemak yang tinggi akan memengaruhi produksi hormon seks seseorang, sehingga saat hormonnya berkurang libidonya pun akan turun dan tidak bergairah untuk bercinta," jelas Riani.

Makanan yang rendah lemak akan menurunkan kerja liver dan menstabilkan produksi hormon seksual sehingga meningkatkan libido dan gairah bercinta. "Namun, meski daging kambing ini terbilang sukses untuk meningkatkan libido, afrodisiak terbaik sebenarnya ada dalam buah durian," ucapnya, buka rahasia.

Manfaat daging kambing memang sangat dilema di berbagai lapisan masyarakat, hal ini karena banyak anggapan bahwa dagingnya sangat berbahaya bagi kesehatan. Daging kambing merupakan salah satu sumber daging sehat yang telah populer pada restoran dan toko-toko.

Daging kambing telah dikonsumsi di seluruh dunia selama berabad-abad, dan sangat lazim dalam masakan Meksiko dan India. Melihat nilai gizi daging kambing, merupakan salah satu klasifikasi yang baik untuk tubuh sehingga harus ditangani dan disiapkan dengan benar agar  dapat berguna dengan memberikan manfaat bagi tubuh kita. Baca Juga Solusi Kejantanan Pria

Kandungan Gizi Daging Kambing

Sebelum kita menyimak ulasan manfaatnya lebih baik kita mengetahui berbagai manfaat dan kandungan gizi yang terdapat dalam sajian daging lezat ini. Berikut adalah kandungan gizi dari 100 gram daging kambing nutrisi daging kambing

Nilai gizi pada daging kambing terutama tergantung pada cara yang disiapkan dan seberapa besar porsinya. Berdasarkan NutritionData.com per 100 grams daging kambing memiliki beberapa Nutrisi yang cukup tinggi:


  • Kalori : 234, Kalori dari lemak 100
  • Lemak 11g (17 % dari kebutuhan harian)
  • Lemak Jenuh 5g (26%)
  • Kolesterol 109 mg (36 % kebutuhan harian)
  • Sodium 135 mg 6% 


Sumber Energi Cukup Besar

Manfaat pertama dari daging kambing yang tidak dapat kita pungkiri adalah sumber energi yang cukup besar untuk beraktivitas sehari hari. Kandungan kalori, lemak dan protein akan menjaga tubuh tetap fit selama mengkonsumsi daging ini.

Pembentukan Otot

Kandungan protein dalam daging kambing merupakan salah satu yang paling besar di bandingkan dengan daging-daging lainnya. Protein kita ketahui merupakan zat yang sangat penting untuk pembentukan otot dan pertumbuhannya.


Mencegah Anemia

Daging kambing merupakan salah satu daging yang termasuk dalam kelas daging merah, seperti yang kita ketahui daging merah sangat penting untuk dikonsumsi saat anda mengalami anemia.
Penting untuk anemia

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Perlu anda ketahui bahwa daging kambing memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi, tercatat per 100 gram dapat memenuhi 26 % kebutuhan harian zat besi tubuh kita. Manfaat zat besi seperti yang kita ketahui salah satunya adalah untuk meningkatkan sistem imun tubuh.
Penting untuk sistem imun

Sumber Antioksidan

Koq bisa ? ternyata daging kambing merupakan salah satu sumber Selenium yang cukup besar, total ada 38.0 mcg atau 54% kebutuhan harian. Manfaat antioksidan sendiri adalah salah satu sumber antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Sumber Antioksidan.

Menjaga Kesehatan Mata

Salah satu yang menjadi sumber gigi daging kambing untuk kesehatan mata adalah kandungan Riboflavin yang dikenal dengan vitamin B2. Kandungan Riboflavin dalam 100 gr daging kambing adalah 0.3mg atau 18% dari kebutuhan harian.
Penting untuk menjaga kesehatan mata

Menjaga Sistem Saraf

Sistem Saraf manusia sangat kompleks, nah daging kambing merupakan salah satu sumber energi yang cukup besar serta memiliki zat yang baik untuk saraf yaitu vitamin B12. Kandungannya 4.4 mcg atau 74% dari kebutuhan harian per 100 gr konsumsi. Bisa anda bayangkan betapa besarnya kandungan vitamin b12 dari daging kambing, ini akan sangat baik untuk sistem saraf.

Kesehatan Mental

Masih terkait dengan kandungan vitamin B12 yang cukup tinggi, selain untuk menjaga syaraf dan fungsi utamanya untuk mengubah energi. Vitamin B12 dalam kambing ini juga bermanfaat untuk kesehatan mental.
Baik untuk mental

Meningkatkan HDL (Kolesterol Baik)

Kandungan niacin (Vitamin B3) dalam daging kambing merupakan “Pelaku” yang dapat meningkatkan kandungan HDL dalam darah, jadi anda tidak perlu terlalu khawatir dengan lemak jahat di darah anda. Kandungan niacin dalam 100 gr daging kambing 6.5 mg atau 33% kebutuhan harian.


  • Baik Untuk HDL:
  • Manfaat ikan tuna
  • Manfaat alpukat
  • Manfaat air kelapa
  • Kesehatan Tulang


Manfaat daging kambing yang ke 10 adalah untuk menjaga kesehatan tulang. Kandungan Phosphorus sebesar  272 mg dalam 100 Gr daging kambing atau 27% kebutuhan harian. Zat ini merupakan salah satu dari zat yang dapat menjaga kekuatan tulang begitu juga dengan kesehatannya.


  • Baik untuk tulang
  • Manfaat berjalan kaki
  • Manfaat cuka apel
  • Daging Kambing Asli/Sehat


Menurut Food and Safety Inspection Service (FSIS) daging kambing yang diperiksa di klasifikasikan sebagai daging merah yang mirip dengan domba. Jika pernah membeli domba sebelumnya, standar yang sama juga berlaku untuk kambing. FSIS menyatakan bahwa daging kambing harus berwarna pink merah,tegas, daging halus dengan lemak putih terdistribusi.

Pengolahan Daging Kambing

Ketika mengolah daging kambing, lakukan juga tindakan yang sama seperti yang dilakukan dengan daging mentah lainnya . FSIS merekomendasikan tiga cara yang berbeda untuk mencairkan daging : di dalam lemari es , dalam air dingin dan dalam microwave . Jika pencairan daging kambing dalam air dingin atau dalam microwave, masaklah segera setelah selesai pencairan.

Memasak daging kambing  ada suhu bertekanan sampai dengan 160 derajat Fahrenheit. Untuk daging kambing panggang atau steak, setidaknya memasak daging sampai dengan 145 derajat Fahrenheit. Akan terdapat timbunan lemak pada daging, tetapi bagian ini dapat dipotong untuk menyingkirkannya.

Efek Samping dan Kontraindikasi

Jika anda mengalami penyakit tekanan darah tinggi, kolesterol, dan penyakit diabetes ada baiknya anda membatasi konsumsi daging kambing sesuai dengan porsinya. Jangan mengkonsumsi terlalu berlebihan karena sangat tinggi kandungan kolesterolnya, daging kambing juga berbahaya untuk anda yang memiliki penyakit hipertensi.

Tips Konsumsi Daging Kambing

Sesuaikan dengan kondisi kebugaran tubuh anda, sebaiknya anda membatasi konsumsi kambing maksimal 1 minggu 1 kali. Satu kali makan jangan terlalu banyak usahakan tidak lebih dari 100 gr, kecuali anda yakin kondisi tubuh anda memang cukup fit dan belum terindikasi penyakit berbahaya.

Efek Samping Yang Ditimbulkan Daging Kambing

Mengkonsumsi daging kambing yang di sate atau di sop bukan berarti aman bagi kesehatan tubuh kita, jika kita tidak mengkontrol asupan daging kambing dan makan terlalu banyak maka bersiaplah untuk efek samping yang di timbulkannya. Berikut adalah efek samping yang ditimbulkan jika terlalu banayk mengkonsumsi daging kambing :

Sembelit

Dampak langsung yang bisa terjadi akibat mengonsumsi daging kambing secara berlebihan adalah sembelit. Jika sembelit susah buang air besar dan berdarah, maka akan mengakibatkan ambeien.

Mengakibatkan Penyakit GERD

Bagi penderita asam lambung yang terlalu banyak mengkonsumsi daging kambing jangan heran jika asam lambung yang berbalik ke atas (GERD) bisa semakin parah penyakitnya.

Darah Tinggi

Darah tinggi akibat mengkonsumsi daging kambing yang berlebihan sudah bukan menjadi rahasia lagi, jika tidak ingin darah tinggi anda naik dan kambuh, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi daging kambing yang terlalu berlebihan.

Jika daging kambing yang diolah menjadi menu lezat adalah makanan favorit Anda dan Anda gemar untuk mengkonsumsinya, sebaiknya mulai dari sekarang awasi porsi makan daging kambing Anda, alih-alih ingin memanjakan lidah dengan hidangan lezat dengan menu utama daging kambig, tapi malah Anda terserang darah tinggi atau penyakit lainnya.

Jaga porsi makan Anda, bukankah hal yang berlebihan selalu tidak baik? Selalu imbangi pola makan Anda dengan sayur-sayuran yang sehat untuk tubuh agar dapat menyeimbangkan kandungan kolesterol jahat.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: