Setiap 9 Dzulhijjah Kiswah Ka'bah diganti dengan yang baru

AsalasahSetiap 9 Dzulhijjah Kiswah Ka'bah diganti dengan yg baru. Proses pergantian bisa seharian. Yg lama ditarik dan yg baru dibentangkan. Mereka yg sedang menunaikan ibadah haji tidak bisa melihatnya karena sedang menunaikan rangkaian ibadah haji di Ararah, Muzdalifah dan Mina pada saat itu. Biasanya jamaah haji pada saat Thawaf Ifadhah baru menyadari bahwa Kiswah sudah berganti dengan yg baru dan bertanya kapan digantinya. Sekarang sudah terjawab ya.

Kiswah adalah kain penutup berwarna hitam yg berhiaskan kaligrafi yg juga indah. Saking indahnya, sejak zaman dulu hingga kini, kiswah ka'bah menjadi fenomenal dan menjadi rebutan sesiapa yg ingin memilikinya. Ada yg membelinya dengan harga mahal. Padahal yg dijual dipasaran adalah tiruan. Kiswah Ka'bah tidak diperjualbelikan. Ia hanya dihadiahkan.

Maret 2014, salah seorang warga negara Indonesia asal Sulawesi Selatan pernah menggunting kiswah Ka'bah. Hal ini mengakibatkan ia ditangkap oleh garda nasional Arab Saudi yg ditugaskan menjaga Masjidil Haram. Ia dihukum sekaligus dideportasi kembali ke Indonesia dan dirinya masuk ke dalam blacklist tidak diperbolehkan masuk ke Kerajaan Arab Saudi.

Sebagian masyarakat kita masih mempercayai bahwa kiswah Ka'bah mengandung 'kesaktian' tertentu. Padahal, kiswah hanyalah kain sutera biasa saja. Hajar Aswad saja, walaupun sunnah menciumnya, namun tidak memberikat faedah apa-apa. Apalah lagi hanya kain penutup. Saya teringat atsar dari ‘Abis bin Rabi’ah, ia berkata,
“Aku pernah melihat Umar bin Khatthab mencium Hajar Aswad. Kemudian Umar berkata,
“Sungguh aku telah menciummu, dan aku tahu pasti bahwa engkau hanyalah sekedar batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu.”
Lalu apa 'keistimewaan' kiswah Ka'bah ini?

Kiswah Ka'bah tidak selalu berwarna hitam. Penyepakatan Kiswah Ka'bah berwarna hitam terjadi pada tahun 1038 pada kepemimpinan Sultan Murad di masa Kekhilafahan Islam Utsmaniyah.

Pada awalnya, Kiswah Ka'bah diproduksi di Mesir. Dibawa melalui kapal laut ke Jeddah dan diarak menuju Makkah menggunakan kendaraan darat. Namun, pengiriman ini terhenti ketika Hijjaz direbut oleh Abdulaziz ibn Abdurrahman Alsaud (Ibnu Saud). Gubernur Mesir saat itu tidak mau mengirimkan Kiswah Ka'bah kepada penguasa Hijjaz hasil pemberontakan. Ibnu Saud kemudian mendirikan pabrik tenun Kiswah sendiri di Jiyad, Makkah.

Tahun 1933, Kerajaan Arab Saudi resmi berdiri. Pada awal berdirinya, kondisi keuangan mengalami krisis. Sementara minyak bumi belum ditemukan dan masih dalam tahap eksplorasi. Kerajaan tidak sanggup membuat Kiswah Ka'bah pengganti. Kiswah Ka'bah kembali dibuat di Mesir dan dikirim ke Makkah setiap tahunnya.

Tahun 1938, California-Arabian Standard Oil Company (CASOC) sudah mulai menampakkan hasil tambang minyaknya. Perekonomian kerajaan membaik. Pengiriman Kiswah Ka'bah dari Mesir pun atas keputusan Raja Abdulaziz ibn Abdurrahman Alsaud dihentikan. Pabrik Kiswah di Jiyad dioperasikan lagi.
Tahun 1973, pabrik Kiswah Ka'bah dibangun dengan luas 100.000 meter persegi. Menampung 240 orang pekerja yg khusus mengerjakan Kiswah Ka'bah, Kiswah Pintu Ka'bah dan Kiswah Makam Baginda Sayyidina Rasulullah Muhammad saw.

Kiswah ka'bah dikerjakan selama 8,5 bulan. Keseluruhan proses pembuatan kiswah ka'bah membutuhkan 999 gulung benang sutra yg panjang. Pergulungnya konon kira-kira 1 kilometer dengan berat total untuk benang saja berkisar 670 kilogram. Untuk benang emasnya, berat totalnya 150 kilogram. Dan benang peraknya, 25 kilogram. Benang sutera yg digunakan adalah sutera dari Firenze, Italia sebagai kiblat komoditas sutera dan wol terbaik di dunia. Keseluruhan pengerjaan tidka lagi manual atau menggunakan mesin tradisional. Pembuatan Kiswah Ka'bah menggunakan mesin tenun dan bordir khusus dari Swiss.
Dan... Total angaran untuk pembuatan kiswah adalah SAR 17.000.000 atau setara dengan USD 4,5 Juta atau sekitar 60 Milyar Rupiah. Masya Allah.

Sources:
A History of Ottoman Empire, Douglas A. Howard
History of Arabs, Philip K. Hitti
The Exibition of Two Holy Mosques Architecture, King Fahd bin Abdulaziz
History of Makkah, Shaikh Safiur-Rahman Mubarakfuri
#AMI
#SelamatkanDuniaIslam
#LintasanPikiran

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/azzam.izzulhaq/posts/10209783492808968