Ternyata Seperti Begini Qurban Di Berbagai Belahan Dunia

AsalasahSudah mengerti apa saja yang harus dilakukan saat akan melakukan qurban? mungkin sudha banyak yang khatam bahas tentang qurban, karena setiap tahun selalu ada pelaksanaan qurban di sekitar tempat tinggal kita. Ya, pelaksanaan qurban memang sudah melekat di masyarakat kita dan sudah didukung pemerintah sejak dahulu. Akan tetapi apakah anda penasaran dengan pelaksanaan Idul Qurban di negara-negara lain? Apakah pemerintah-pemrintah mereka mendukung pelaksanaannya? Bagaimana cara umat Islam disana merayakannya? Mari kita bahas lebih lanjut!


Pakistan 

Dikutip dari caberawitonline.com, umat muslim di Pakistan akan menutup toko dan pemerintah meliburkan pegawainya selama empat hari agar bisa menjalankan puasa Arafah dan merayakan Idul Adha dengan khidmat. Selama rentang waktu tersebut itu, aktivitas masyarakat serta proses penyembelihan hewan qurban terpusat di Masjid-Masjid dan dari sana pula daging qurban didistribusikan kepada fakir miskin.

Satu hal unik yang dilakukan masyarakat Pakistan adalah mereka memandikan hewan qurban sebelum dipotong. Tradisi ini dilakukan untuk menjaga kebersihan kambing dan sapi sebelum dijual. Setelah itu, hewan qurban akan diberikan perhiasan dari plastik bak pengantin seperti kalung dan gelang. Hal ini dilakukan sebagai penghargaan terhadap pengorbanan yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim As.

Bangladesh

Di Bangladesh, usia dan kesehatan qurban menjadi hal yang paling utama. Pengurusan hewan-hewan qurban tersebut di negeri ini pun cukup ketat, yakni tidak bisa sembarang hewan qurban masuk ke Bangladesh.

Untuk perayaan Idul Adha sendiri, tetangga jauh Pakistan ini memiliki tradisi yang kuat. Perayaan Idul Adha di negara ini ditandai dengan libur nasional selama tiga hari yang disertai dengan aktivitas membaca Alquran dan mengaji di Masjid. Bagi umat muslim di Bangladesh, Idul Adha membawa banyak sekali kebahagiaan dan berkah, sehingga kebanyakan dari mereka pun mudik ke kampung halaman masing-masing.

Afrika Utara

Sama seperti Bangladesh, di Afrika Utara tepatnya Maroko, libur nasional selama tiga hari menandai perayaan Hari Raya Idul Adha. Selama tiga hari itu, aktivitas juga banyak terpusat di Masjid, seperti pelaksanaan shalat Ied dan prosesi penyembelihan hewan qurban. Maroko juga mempunyai hidangan khas Idul Adha yang bernama mrouzia dan boulfaf. Makanan ini terbuat dari daging sapi dan domba dibakar atau direbus dengan rempah-rempah sehingga rasanya lezat.

Amerika Serikat

Pasti anda penasaran sekali bagaimana umat muslim di Amerika Serikat merayakan Idul Adha dan Qurban. Di negara ini, tidak ada hari libur khusus untuk Idul Adha sehingga kebanyakan umat muslim mengambil cuti atau izin guna merayakan Idul Adha. Serupa dengan negera-negara Islam lain, aktivitas komunitas Muslim selama perayaan Idul Adha terpusat di Masjid. Yang membedakannya, proses penyembelihan hewan qurban berlokasi di tempat-tempat pemotongan hewan muslim. Biasanya, umat Muslim disana lebih banyak memesan daging hewan qurban sebelum mendistribusikannya kepada mereka yang berhak.

Rusia

Di Rusia diterapkan aturan yang melarang penyembelihan hewan qurban di tempat umum. Untuk ini, pemerintah menunjuk beberapa lokasi untuk penyembelihan hewan qurban dibanding menyembelih sendiri di pekarangan rumah atau Masjid yang ada. Walau dengan mayoritas penduduk komunis, Muslim di Rusia tetap menjalankan aktivitas Ied seperti pada umumnya yang biasanya dilakukan di lapangan atau jalan-jalan. Hal ini berkaitan dengan jumlah Masjid yang terbilang masih sedikit. Tidak ada yang begitu spesial dengan tradisi Idul Adha di Rusia. Namun keterbatasan tadi telah menciptakan suasana Ied yang khusyuk dan sakral bagi umat Muslim di sana.

Turki

Idul Adha di Turki dirayakan secara besar-besaran dimana harinya biasanya disebut Baqri-Eid atau “Festival Sapi”. Walaupun namanya Festival Sapi, masyarakat Turki tidak hanya melakukan qurban sapi saja, tetapi juga domba dan kambing. Uniknya, saat Idul Adha masyarakat di sana tidak hanya membagikan daging qurban ke tetangga sekitar, namun juga membagikan aneka masakan lezat.

Tiongkok

Ada tradisi unik sebelum dimulainya perayaan Idul Adha. Di Ningxia, perayaan Idul Adha diawali dengan membakar hio dan membawanya ke dalam Masjid. Perayaan di Tiongkok ini cukup meriah dimana Muslim di Tiongkok juga memeriahkan Idul Adha selama 4 hari, meskipun bukan negara Islam. Uniknya lagi, masyarakat yang melakukan Shalat Ied ke masjid hanya laki-laki sedangkan para wanita dilarang Shalat Ied ke masjid.


Perayaan Idul Adha di negara lain. (Sumber: blog.act.id)
Komunitas Muslim Uighur di Xinjiang sendiri memusatkan perayaan Idul Adha di Masjid-Masjid. Mereka mengawali perayaan Idul Adha dengan melaksanakan shalat di Masjid, lalu dilanjutkan dengan prosesi penyembelihan hewan qurban.

Mesir

Di Mesir, perayaan Idul Adha juga berlangsung selama tiga hari. Uniknya, masyarakat Muslim di Mesir jarang melakukan penyembelihan hewan qurban, dan biasanya pembagian daging qurban dilakukan oleh sebuah LSM setempat. Kemudian, rakyat Mesir biasanya melakukan ibadah salat Ied di lapangan-lapangan khusus yang disiapkan pemerintah, bahkan ada pula larangan untuk salat Ied di Masjid. Hal ini berkaitan dengan kapasitas yang tidak mencukupi serta kebersihan pasca salat.

Arab Saudi

Di Arab Saudi, Idul Adha dijadikan sebagai momen hari raya terbesar. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga disibukkan dengan pemotongan hewan qurban yang nantinya akan di distribusikan ke negara-negara Islam yang miskin, seperti di kawasan Afrika, Asia Tengah, dan Asia Selatan. Selain itu hewan yang diqurbankan tentunya berbeda dengan kebanyakan negara lain, yakni unta.

Singapura

Singapura juga memiliki cerita lain mengenai perayaan Idul Adha. Selain salat Ied dan pemotongan hewan qurban, banyak sekali kemeriahan untuk merayakan Idul Adha seperti yang diadakan di kawasan Kampong Glam dan Geylang Serai. Di dua kawasan ini secara rutin diadakan bazaar Idul Adha dengan dekorasi meriah yang tiap tahunnya selalu dipenuhi masyarakat lokal dan wisatawan asing.

Demikianlah, dari sini kita bisa tahu bahwa ternyata di beberapa negara seperti Arab Saudi dan Bangladesh, Idul Adha menjadi momen hari raya yang terbesar, bahkan lebih besar dari pada momen hari raya Idul Fitri. Begitulah perayaan Idul Adha dan Qurban di beberapa negara yang memiliki kebudayaan berbeda dengan Indonesia. Unik bukan?

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://simomot.com/2017/08/19/begini-lho-perayaan-idul-adha-dan-qurban-di-berbagai-belahan-dunia/