NEGARA Tidak Perlu Urus Urusan Ranjang? Baca Ini!

AsalasahSaya nonton ILC lewat YouTube. Ada satu kalimat berbahaya dari narsum yang perlu dikritisi " Negara tidak perlu mengurusi urusan ranjang rakyatnya"...

Gilak aja kali. Kelangsungan hidup ini bermula dari urusan ranjang. Maka ada regulasi bernama KUA, ada Kartu Keluarga, ada program pemerintah yang sangat berhasil menekan populasi penduduk Indonesia yaitu KB. Semua itu berkorelasi dengan urusan ranjang.

Bahkan agar kami bisa ikut dan menetap di Jepang, punya CoE (Certificate of Eligibility) dan mendapatkan tunjangan anak harus ada surat nikah. Itu apa ngak urusan ranjang tuh surat nikah? Siapa yang mengeluarkannya? Pemerintahkan?

Kalau negara tidak perlu mengurusi urusan ranjang, hapuskan saja KUA, tidak perlu ada KK, hentikan program KB. Nikah deh semau elo, mau punya anak berapa juga terserah elo deh. Tapi kalau elu terkena HIV urus sendiri ya, jangan pakaia BPJS. Atau kalo anak lu jadi korban pedofilia jangan meratap ya. Atau kalau anak perempuan lu aborsi dan sekarat senyumin aja ya. Kan gitu jadi kasarnya.

Kadang saya bingung sama orang pinter. Allah kasih kecerdasan kok ya tidak digunakan untuk memikirkan kebesaran Tuhannya.

Ngak mikir, pas lahir itu manusia cuma punya dua jenis kelamin. Laki laki atau perempuan. Kehidupan ini hanya akan terus berlangsung kalau sel telur bertemu sperma. Tempatnya sudah jelas. Masa telur ketemu telur, jeruk aja ngak mau makan jeruk.

Kalau saya boleh mengajak para pegiat free sex, LGBT dan sejenisnya, hayuk kembali pada agama. Kalau kamu tau betapa manisnya iman itu, kamu tidak akan mau melepaskannya. Kalau kamu tau betapa indahnya hidup di bawah naungan Alquran itu, walau tertatih tatih kamu akan merangkak untuk mengapainya.

Kita akan selamat di dunia dan akhirat kalau menjadikan agama sebagai perisai hidup kita, sebagai bingkai berfikir kita. Dunia ini sebentar, sekejap saja, bahkan hanya seperti debu yang menempel di sendal jepit kita.

Narik nafas, dekap erat anak anak...

Semoga Allah SWT melindungi kita semua.
Salam dari negara Sakura.
Yesi Elsandra

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/yelsandra/posts/10156039053222700