Wahai Para Istri, Layanilah Permintaan Bercinta Suami..

Asalasah ~  Pas pertama baca judul koran ini, mungkin kita akan bilang sadis dan nggak berperikemanusiaan tu si Suami. Cuma gara-gara bercinta saja sampai membunuh istri.

Ya, saya juga berpikiran begitu.

Ternyata...
Ada perspektif lain yang membuat saya melek, mak.
Dari perspektif pelaku, perpektif laki-laki yang selama ini kita nomor duakan, kita anggap mereka adalah pelaku yang superior dan kejam.
Padahal...
Jadi laki-laki itu menderita juga, Mak🙈🙈🙈

Status ini sudah saya tahan lama sekali untuk tidak menuliskannya. Daripada saya disembur lagi sama emak-emak saklek yang mengharamkan penulisan "sek s" dan lebih memilih nulis "begituan" walau orientasinya sama 🤣🤣🤣

Namun, setelah saya berkunjung ke sebuah grup emak-emak yang lagi heboh cerita soal menjelek-jelekkan hasrat seksual suami, disitu saya gatel. Saya khawatir ada suami yang gelap mata lagi🙈🙈🙈
Dikampak itu nggak enak, Mak 😭😭😭
Naudzubillahiminzalik...

Mak, hasrat seksual laki-laki itu nggak bisa disamakan dan nggak dibuat-buat. Ada laki-laki yang memiliki hasrat seksual tinggi dan menggebu-gebu, tapi ada juga laki-laki yang santai. Sebulan sekali sudah cukuplah.

Sedangkan saat menikah, tidak ada orang yang paham soal ini. Iya kan?

Saya akan coba menjelaskan dalam beberapa poin.

1. Ada laki-laki yang tidak bisa menahan diri saat ereksi
Mak, ada laki-laki yang bakalan langsung pusing, dan panas kalau hasrat seksualnya tidak dilampiaskan dengan baik. Rasanya tuh kepala udah mau pecah. Gelisah juga. Pengen ngamuk juga. Apalagi sensasi di organ intim yang makin membuat tersiksa. Ini sangat berat.

Dalam kondisi begini, laki-laki tersebut mendapati satu-satunya perempuan yang bisa dibuat sebagai ajang pelampiasan, tapi ternyata perempuan itu menolak. Apalagi kalau menolaknya dengan cara kasar. Wueeehhhh... mendidih darahnya, Mak.

Bisa bayangkan mak...
Suami pulang kerja misalnya terus abis lihat cewek cantik di luar sana. Suami mati-matian menjaga hati dan matanya terus pulang nemu istri tercinta, tapi pas istrinya diajak malah mah moh ajah.

Bayangin
Sama aja kayak kita...
Lagi PMS terus perut lapar terus goreng nasi. Pas lagi goreng nasi anak numpahin susu terus kita balik lagi ke kompor ternyata nasgornya gosong. Perih nggak sih mak?

Mesti pengen banting kompor, kan?

2. Laki-laki adalah makhluk yang memiliki ego tinggi
Laki-laki ini diciptakan untuk jadi pemimpin, mak. Suka atau tidak, sudah kodratnya laki-laki menjadi pemimpin. Oleh karena itulah mereka dikaruniai ego yang jauh lebih tinggi untuk menjaga wibawa mereka. Perkara nanti ada laki-laki yang menjatuhkan wibawa sendiri ya urusan dia. Yang jelas, Allaah sudah ngasih 'sangu' dari lahir.

Ego ini yang bikin laki-laki susah bilang "maaf" saat salah. Ego ini yang bikin laki-laki punya insting alami untuk terus melindungi perempuannya. Ego ini yang membuat laki-laki tidak ingin berbagi dengan siapapun. Ego ini yang membuat laki-laki jadi laki-laki.

Saat mendapat penolakan, dari perempuan yang seharusnya menjadi satu-satunya harapannya, harga diri mereka terluka, mak.
Selain 'sakit' seperti di poin pertama, 'sakit berikutnya ada di harga diri mereka.

Haruskah mereka memohon hanya untuk hal yang seharusnya menjadi hak mereka?

3. Laki-laki sudah menahan diri untuk bersama satu perempuan saja
Mak, saat laki-laki menahan diri untuk tidak berhubungan badan dengan istrinya, mereka bakalan mencari pelampiasan.

Memang, mak. Tujuan menikah bukan hanya tentang seks. Tapi, seks merupakan kebutuhan laki-laki dewasa yang telah sah menjadi suami kita. Itu kebutuhan primitif suami dan kita adalah satu-satunya pelampiasannya.

Suaminya dikasih hadits ini:
"Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu.” (HR. Tirmidzi)

Tapi pas datang ke emak malah emaknya kabur. Lhaaa suaminya kudu piyeeee?

Katanya suami disuruh setiaaa....
Katanya suami sampai rumah disuruh bantu kerjaan rumah tangga...
Katanya suami disuruh bantu jagain anak...
Tapi begitu suami menuntut hak, emak belagak hilang ingatan...
Apa itu adil?

Memang, mak...
Capek banget abis seharian jungkir balik di rumah, kerjaan sampingan, jualan, ngurus anak, ngurus bisnis, ngurus omongan orang... terus suami datang nggak mau dengerin langsung main raba-raba aja minta pemanasan atau malah langsung masuk tanpa kulonuwun🙊🙈

Memang sakit hati...
Tapi... bukankah itu bisa dibicarakan?
Katakan pada suami apa maunya emak. Apa emak minta dikasi sweet talks dulu?
Apa emak minta foreplay yang lama?
Katakan semua ke suami.
Posisi yang enak bagaimana?
Kapan emak merasa orgasme, atau bagian tubuh mana yang bikin emak horny, jelasin semua ke suami. Jangan mingkem aja dan berharap suami ngerti sendiri. Ya kali suami emak punya telepati🤣🤣🤣
Jangan mingkem aja belagak malu tapi pas sama teman diceritakan semua jelek-jeleknya suami. Heyaaaa... masalah selesai enggak, dosa iya...

Inilah kenapa melakukan hubungan seks termasuk sedekah dari istri. Karena Allaah tahu bukan hal yang mudah bagi istri setelah sibuk seharian dan nyaris terkapar, lalu membersihkan diri dan patuh melayani keinginan suami. Tapi ini WAJIB. Ini HARUS.

Bersih-bersih rumah bukan hal yang WAJIB. Rumah berantakan tidak akan mengundang laknat para malaikat, Mak. Tapi... menolak keinginan suami bisa membuka pintu neraka. Kenapa? Karena pada saat itu kita sudah menzolimi suami dengan cara yang sangat halus (buat kita).

“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199)

Nah loh... di dapur aja disuruh naruh dulu. Puasa sunnah tanpa izin suami aja nggak boleh 🙈🙈🙈

Islam mengatur ini karena paham benar apa yang dialami laki-laki saat kebutuhan biologis melanda🙈🙈🙈 islam mengatur laki-laki agar setia, juga mengatur perrmpuan agar menjadi perempuan yang pantas diberi kesetiaan dan mampu menjaga kesetiaan tersebut. MasyaAllaah...

Tidak sedang ingin ngobrol hal tabu. Saya ingin mengedukasi emak-emak agar tidak melakukan hal yang membuka pintu neraka.

Yang tidak nyaman dengan postingan ini, feel free to unfriend me. 😉

Selamat siang
Nggak usah elus-elus HP lagi, mending elus-elus suami ... enak, berpahala pula😁

*postingan ini bukan untuk mendukung perbuatan kriminal pelaku di dalam koran, bukan juga untuk memburukkan nama korban. Judul kasus dalam koran hanyalah contoh yang memberi ide untuk artikel ini.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10204647125294056&set=a.2373985245048.67661.1713081595&type=3