Siswi SMP 14 Tahun Tewas Setelah Berzina dengan Pacarnya! Semakin Rusak Moral Pemuda

AsalasahSiswi SMP berinisial LGDS (14) meninggal setelah dua kali berhubungan badan dengan pacarnya, AW (25), Minggu (21/1/2018).

Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Putu Oka Suyasa mengatakan, polisi saat ini masih memeriksa sang pacar.

"Benar ada kejadian itu. Pacarnya masih di polres dan jenazah korban akan dibawa ke RSUP Sanglah, " katanya, Minggu (21/1/2018).

Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah kos di Dangin Cari, Tabanan. Korban diketahui mengeluarkan darah dari alat vitalnya setelah dua kali berhubungan badan. Saat itu, sang pacar sedang berada di kamar mandi.

Kembali dari kamar mandi, korban sudah tidak sadarkan diri. Korban kemudian dibawa oleh sang pacar ke rumah sakit sekira pukul 15.30 Wita. Namun, ketika tiba di BRSUD Tabanan, korban dinyatakan meninggal.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan, korban mengalami pendarahan di kelamin dan kulit lebam. Dokter jaga di UGD BRSUD Tabanan, dokter Deni, menyebutkan, saat tiba di rumah sakit, korban diduga sudah meninggal 30 menit sebelumnya.

"Untuk penyebab pasti kematian korban, harus menunggu hasil autopsi terlebih dulu. Rencananya akan dibawa ke RSUP Sanglah," ungkapnya, Minggu.

Sang Pacar Jadi Tersangka

Polisi menetapkan GDW (26) sebagai tersangka dalam kasus tewasnya sang pacar, LGDS (14), Senin (22/1/2018).

Siswi SMP itu tewas seusai berhubungan badan sebanyak dua kali dengan pacarnya di sebuah tempat kos di Jalan Debes Gang IV Nomor C7, Banjar Taman Sari, Desa Delod Peken, Tabanan, Minggu (21/1/2018).

“Sudah kami tetapkan sebagai tersangka karena dugaan kasus pelecehan pada anak,” kata Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Putu Oka Suyasa, Senin.

Tersangka diancam dengan Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 76D UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara minimal tiga tahun maksimal 15 tahun.

Selain itu pelaku juga dijerat dengan Pasal 291 ayat (2) Jo Pasal 287 ayat (1) KUHP tentang perbuatan mesum yang menyebabkan korban meninggal dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, hasil otopsi menunjukkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban, yaitu luka lecet dan memar pada daerah bibir, leher dan dada, serta pada bagian paha, juga darah pada bagian alat kelamin korban.

"Penyebab kematiannya dari pemeriksaan luar kami temukan kekurangan oksigen berupa warna kebiruan pada bibir dan kuku dan dari organ dalamnya ada titik-titik pendarahan dan pelebaran pembuluh darah. Artinya orang ini (korban) mati karena mati lemas. Dari hasil autopsinya seperti itu," ujar Kepala Instalasi Kedoteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, dr. Dudut Rustiyadi, Senin.

Berdasarkan pola luka yang ditemukan, luka lecet dan memar itu diduga terjadi akibat kekerasan tumpul berupa penekanan. Dugaan sementara, lanjut Dudut, korban dibekap sebelum tewas.

Namun untuk mengetahui persis penyebab kematian korban, pihaknya melakukan pemeriksaan toksiologi di Lab Forensik dengan mengambil sampel darah, urine, isi empedu lambung, dan hati.

"Dugaannya kemungkinan seperti itu. Dia (korban) dibekap. Namun untuk secara pasti penyebabnya harus diperiksa toksiologi. Hal itu untuk mengetahui apakah ada zat-zat yang mungkin dipakai," ungkapnya.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://regional.kompas.com/read/2018/01/23/13044841/siswi-smp-tewas-setelah-berhubungan-badan-dengan-pacarnya