ASIK! PNS Laki-laki Boleh Cuti Satu Bulan Temani Istri Melahirkan

AsalasahJakarta - Pegawai Negeri Sipil (PNS) laki-laki bisa mengajukan cuti mendampingi istrinya melahirkan selama satu bulan. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara Mohammad Ridwan mengatakan cuti alasan penting (CAP) dapat diajukan oleh PNS laki-laki untuk mendampingi isterinya mejalani proses melahirkan.

“Kebijakan ini sudah diatur dalam peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang menejemen PNS,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 Maret 2018.

Ridwan menjelaskan, hal itu diatur dalam peraturan Badan Kepegawaian Negara nomor 24 tahun 2017 tentang tata cara pemberian cuti PNS. “Medampingi isteri melahirkan tidak memotong cuti tahunan,” ujar dia.

Jika cuti melahirkan diambil, kata Ridwan, gaji pokok dan tunjangan PNS laki-laki juga tetap akan diberikan. “PNS yang bersangkutan tetap menerima penghasilan PNS,” ucap Ridwan.

Pengajuan cuti mendampingi isteri melahirkan dapat diberikan hingga satu bulan. Namun, lamanya cuti tergantung izin dan dari pejabat yang berwenang. Pemberian cuti melahirkan belum diatur dalam aturan khusus di Indonesia. Jikapun ada, hanya terdapat di perusahaan swasta dan dalam jangka waktu yang berbeda.

Ini Alasan PNS Pria Bisa Cuti Sebulan Dampingi Istri Melahirkan

Kabiro Humas BKN Mohammad Ridwan menjelaskan alasan dari adanya cuti tersebut ialah untuk memperjelas aturan yang sebelumnya sudah ada, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Dalam aturan lama itu tidak sebutkan kepastian mengenai perizinan cuti kelahiran, sehingga apabila dalam keadaan mendesak PNS pria sulit mendapatkan cutinya.

"Dulu itu atasan langsung atau pejabat pembina kepegawaian di daerah itu 'maju-mundur', ada yang bahkan misalnya PNS pria cuti karena alasan penting (tapi) itu mendapat hukuman disiplin," kata Ridwan, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Oleh sebab itu, kata Ridwan, dalam aturan yang baru ini penjelasan mengenai cuti PNS pria untuk mendampingi pasangannya disebutkan secara tertulis. Dengan begitu, PNS pria bisa mendapatkan dasar hukum tanpa takut mendapatkan hukuman bila cuti terlalu lama.

"Sekarang ini kalau situasinya menghendaki si suaminya harus stay di sampingi isterinya, itu harus diberi izin cuti alasan penting karena mendampingi isterinya melahirkan atau caesar. Jadi lebih humanis," jelasnya.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan bahwa jangka waktu cuti satu bulan ini merupakan hal yang situasional. Artinya, pengajuan cuti selama satu bulan ini dapat diajukan dengan kondisi tertentu.

"Sangat situasional. Bahkan kita tahu misalnya, ada kendala medis apa, atau bagaimana. Jadi itu sangat situasional, kita hanya memberi bahwa hak dasarnya PNS pria antara lain cuti (kelahiran) itu. Jadi memang sangat situasional, tergantung dari persetujuan atasan. Tapi prinsipnya aturan ini memperbolehkan suami itu mengajukan cuti satu bulan karena isterinya melahirkan atau caesar," tuturnya.

Baca Juga : 
Asalasah | Sumber: https://bisnis.tempo.co/read/1069343/pns-laki-laki-bisa-cuti-satu-bulan-mendampingi-istri-melahirkan?BisnisUtama&campaign=BisnisUtama_Click_2