Bahaya Insomnia Bagi Penyakit Obesitas, Diabetes, dan Kanker

Asalasah ~ Gangguan tidur seperti insomnia sangat menyiksa. Gangguan tersebut sudah menjadi hal yang umum terjadi terhadap masyarakat modern yang dipicu oleh gaya hidup yang sibuk, stress, dan perkembangan teknologi.

Apabila insomnia berkepanjangan, tanpa penanganan khusus tentu akan sangat berbahaya. Konsultan Kesehatan Edward Yong mengatakan insomnia akan memberikan dampak yang serius dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

"Ada peningkatan nafsu makan yang dapat menyebabkan obesitas dan diabetes, jantung koroner, hipertensi, gangguan sistem kekebalan tubuh itu untuk jangka pendek dan menengah, untuk jangka panjang bisa menyebabkan kanker," jelas Edward di Jakarta, Senin 12 Maret 2018.

Lebih lanjut Edward mengatakan terdapat tiga elemen kualitas tidur yang baik yakni durasi, kontinuitas, kedalaman. Secara detail, durasi merupakan panjang tidur harus cukup bagi seseorang untuk beristirahat dan bangun pada keesokan harinya. Kontinuitas, maksudnya waktu tidur tidak berhenti. Serta, kedalaman artinya tidur harus cukup dalam atau lelap sehingga seseorang merasa segar saat terjaga.

Untuk meningkatkan kualitas tidur, Amlife International telah memperkenalkan terapi potensial listrik. Terapi tersebut pertama kali ditemukan di Jepang pada awal 1928. Kementerian Kesehatan Jepang pun telah mengakui terapi potensial listrik sebagai peralatan kesehatan tahun 1968.

Kementerian Kesehatan Jepang mengakui alat tersebut dapat memperbaiki delapan gejala, seperti sakit kepala, insomnia akut, nyeri bahu, sembelit, gangguan pencernaan, tangan atau kaki dingin, nyeri otot, dan kelelahan kronis.

"Amlife menyematkan teknologi terapi di matras kesehatan yang dapat memberikan terapi kesehatan dan penyembuhan yang tepat saat mereka tidur dan beristirahat," katanya.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://cantik.tempo.co/read/1069184/dampak-insomnia-terhadap-kesehatan-obesitas-diabetes-dan-kanker