Lebih Baik Punya Pembantu atau Tanpa Pembantu? Ini Pertimbangannya

AsalasahGimana nih caranya biar rumah selalu rapi dan kerjaan rumah kayak cuci baju dan cuci piring bisa beres? Sebagian ada yang menjawab “punya pembantu”.  Sebagian lainnya pingin punya pembantu tapi banyak alasan yang menghalangi keinginan itu.

Mungkin pas lagi belum punya anak, kerjaan rumah bisa dikerjain berdua. Nyapu ngepel saat masih di rumah itu juga kalau gak capek dan punya waktu, nyuci setiap weekend, masak kalau sempat, kalau gak sempat beli makanan di luar. Weekend kerja bakti deh berdua.

Nah ketika udah ada kehadiran anak, hati bahagia menyambut kehadirannya juga diikuti sama lebih banyak kewajiban yang dilakukan. Buat seorang istri, anak bayi butuh perhatian lebih mulai dari menyusui, mengganti popok, memandikan, plus cuci bajunya si kecil dan perintilan lainnya. Tidak lupa menyelesaikan cucian baju sekeluarga.

Buat sebagian suami, ada yang ikut membantu di rumah seperti ngurus cucian baju yang tinggal masukin ke mesin cuci aja. Bahkan suami yang mau ngepel rumah itu udah sangat ngebantu istri banget. Tapi tetap porsi kerjaan rumah rata-rata masih jadi job desc nya istri.

Di jaman sekarang ini, banyak istri yang juga memilih berkarir agar tetap mandiri secara finansial atau ingin membantu perekonomian keluarga. Istri berkarir itu sudah biasa kok di negeri kita, meski sebagian orang masih berpikir “istri itu seharusnya di rumah aja.”

Nah tidak bisa kita pungkiri pilihan istri yang juga berkarir memberikan peruntungan bagi finansial keluarga. Tapi gimana dengan waktunya? Capeknya pun juga double. Kenyataannya begitu kalau istri juga harus mengerjakaan pekerjaan rumah di malam hari sepulang kerja dan di pagi hari sebelum berangkat kerja.

Ditambah kalau punya anak, itu pertimbangannya gak cuma kerjaan rumah tapi juga lebih ke “siapa yang akan jagain anak?”. Beruntung sekali kalau mertuanya mau dan masih mampu menjaga anak, meski ada rasa gak enak takut ngerepotin sih ya. Kalau enggak, tentunya harus ada pilihan day care, baby sitter, atau ya istri berhenti kerja aja sekalian.


Berikut ini beberapa pertimbangan bila ingin memakai jasa pembantu:

1.     Syukur-syukur kalau dapat pembantu yang baik, jujur, dan tekun, kalau enggak?
Udah banyak cerita dari mulut ke mulut, orang yang punya pembantu yang gak bener. Ada yang barang majikannya suka hilang, ada yang kerjanya gak beres, males-malesan, sering minta libur, minta uang saku terus di luar gajinya, minta izin pergi sama teman-temannya, atau yang kerjainnya juga setengah hati.

Mencari pembantu dengan standar yang oke, itu yang sulit Gan. Tergantung ke karakter si pembantunya masing-masing, dan susahnya sama kayak cari jodoh. Pake agen juga gak jaminan, faktanya masih ada aja yang nemu tipe pembantu gak bener bahkan udah pake agen. Baru tiga hari kerja udah minta izin pergi tapi 2-3 hari lebih, tanpa bisa dihubungi. Balik-balik, ya siapa juga majikan yang mau tetap mempekerjakan tipe yang begitu. Giliran udah setahun sama pembantu, udah nyaman gitu, abis lebaran gak balik lagi dari kampung. "Di situ saya merasa sedih."

2.     Bayar pembantu itu gak murah
Rata-rata gaji pembantu sekarang 1-2 jutaan. Baby Sitter paling mentok 3 jutaan. Buat karyawan kelas menengah yang masih jabatan staff, tentunya semaput juga kalau harus bayar pembantu. Apalagi kalau ada cicilan lainnya seperti KPR, CC, dan mobil. Kalau untuk urusan cicilan, itu memang balik ke orangnya masing-masing sih, jadi ane gak akan jabarin di sini, karena itu pilihan orang dengan pertimbangan yang berbeda masing-masing.

3.     Cari tahu agen penyalur pembantu yang terpercaya
Biasanya kerabat dan teman-teman yang pernah menggunakan jasa agen penyalur sudah berpengalaman dalam pahit manisnya mencari pembantu di agen. Cari tahu agen penyalur yang bagus dan mana yang gak masuk rekomendasi. Lebih mudah lagi kalau GanSist punya kenalan di kampung halaman yang temannya ada yang mau kerja jadi pembantu di rumah GanSist. Itu bisa jadi alternatif cari pembantu Gan.

Gimana kalau memilih tanpa pembantu? Ini dia pilihan dan pertimbangannya.

1.     Gunakan jasa laundry kiloan
Layanan laundry kiloan saat ini mudah ditemukan di mana-mana, khususnya di perkotaan. Dengan harga 1 kilo rata-rata Rp 5000, jasa ini sangat membantu buat orang yang sudah disibukkan dengan pekerjaan kantor. Tapi, mesti

2.     Gunakan jasa layanan bersih-bersih yang bisa dipesan online
Sekarang cukup banyak startup yang membuka layanan seperti ini, dalam bentuk panggilan melalui mobile apps atau website. Kita tinggal pilih kebutuhan bersih-bersihnya apa aja, pilih tanggal, waktu, dan durasi pengerjaannya, masukkan alamat rumah, dan jasa cleaning service siap datang ke rumah GanSist.
Layanan ini sangat praktis dan mudah karena ada banyak pembantu tersedia di sini. Jadi, GanSist bisa lebih fleksibel menentukan waktu tanpa takut gak dapet pembantu. Terlebih lagi, startup itu ada yang juga memberikan training kepada pembantu dan menggunakan standar tinggi mulai dari skill dan keamanan user. Jadi kalau semisal pembantunya ada masalah, tinggal laporin ke pihak pemberi jasa karena pihak ini memiliki data pribadi mereka yang bisa kita mintai pertanggungjawabannya.

Namun, layanan menggunakan aplikasi telepon pintar atau website ini memasang tarif per jam yang cenderung mahal.

3.     Buat yang udah punya anak, bisa titip anak di day care/ tempat penitipan anak
Day Care bisa jadi pilihan ortu bekerja untuk menitipkan anaknya. Pastikan si anak cocok ya sama pengasuhnya, dan day care tersebut memiliki reputasi yang baik. Jangan sampai anak kita mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari si pengasuh. Tanda-tandanya bisa dilihat dari perubahan sikap anak atau anak trauma masuk ke day care tersebut. Kalau sudah begitu, silakan cari day care yang lain.
 
Mengenai harganya, sejumlah day care yang cukup baik di pinggiran kota memasang tarif yang wajar alias terjangkau. Beda dengan day care di pusat kota, apalagi di wilayah strategis, bahkan jika dekat dengan lingkungan perkantoran, harganya kayak cicilan mobil Gan.

4.     Titip anak di orang tua
Pilihan yang enak gak enak nih. Orang tua adalah orang yang paling terpercaya dalam mengurus anak karena mereka memiliki rasa kasih sayang dan perhatian kepada cucunya sendiri. Kebutuhan lahir dan batin anak bisa terpenuhi dari kakek neneknya, ketika orang tua sedang tidak bisa bersama anaknya.
 
Tapi di sisi lain, orang tua pun punya kapasitasnya sendiri. Apalagi bila usianya sudah terbilang tua sekitar 60 ke atas. Kita tentunya punya rasa gak enak menitipkan anak karena takut merepotkan dan melelahkan bagi mereka. Ada yang berpikir, orang tua udah lelah membesarkan kita, masa mereka juga lah yang harus mengurus cucunya. Untuk itu perlu komunikasi yang baik dengan ortu dan sikap saling mengerti dengan kondisi mereka ya GanSist.

5.     Panggil pembantu harian
Mempekerjakan pembantu harian lebih praktis dan gak pake ribet, karena mereka bakalan bekerja sesuai kebutuhan Agan Sista. Selain itu GanSist gak perlu menyiapkan kamar tidur untuk pembantu, karena setelah bekerja mereka langsung pulang ke rumahnya pada waktu yang sudah disepakati bersama majikan. 
 
Namun kekurangannya, biasanya pembantu harian mematok harga yang cenderung mahal dan biasanya ada perjanjian terlebih dahulu untuk pekerjaan esok harinya. 
 
Selain itu juga, kita belum terlalu mengenal pribadi pembantu harian tersebut, jadi resiko kehilangan benda berharga lebih besar.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.kaskus.co.id/thread/5ad720eae05227ea698b4567/mending-punya-pembantu-atau-tanpa-pembantu/?ref=homelanding&med=hot_thread&utm_content=link_forum_landing&utm_campaign=hot_thread