Mengukur Ukuran Batang P Pria Dari Ukuran Kaki, Mitos Atau Fakta?

AsalasahApapun yang berkaitan dengan s3ks, masih dianggap hal tabu yang tidak bisa dibicarakan secara terbuka. Tak heran ini menjadi celah bagi berbagai rumor dan mitos.

Kini saatnya menyibak tirai misteri di balik setiap mitos yang sayangnya terlanjur dipercaya banyak orang. Apa saja?

S3ks bisa mengubah Miss V

Dilansir laman The Sun, banyak yang berpikir bahwa frekuensi bercinta seorang wanita bisa mempengaruhi bentuk dan ukuran Miss V. Namun, Dr. Sari Locker menjelaskan dalam blog edukasi seksnya, setelah setiap hubungan seksual, vagina akan kembali ke ukuran aslinya, dan tidak ada peregangan yang bertahan lama.

Kaki besar = Mr P besar

Sama sekali tidak benar bahwa ada kaitan antara ukuran sepatu, atau tinggi, dan ukuran alat vital pria. Rata-rata ukuran untuk alat vital yang ereksi adalah sekitar 13 cm dan menurut British Journal of Urology International, tidak ada korelasi dengan ukuran sepatu.

Dan ukuran benar sangat berpengaruh, sejumlah ilmuwan menemukan bahwa pria dengan alat vital panjang dapat membuat wanita klimaks lebih sering, sementara studi lainnya menemukan bahwa pria hampir selalu berbohong mengenai ukuran kejantanannya.

Ejakulasi wanita palsu atau dipaksakan

Dalam sebuah gerakan kontroversial, pemerintah Inggris melarang ejakulasi wanita dari pornografi Inggris di tahun 2014, meskipun ejakulasi pria masih diperbolehkan.

Mereka memasukkan tindakan itu ke dalam kategori seks non-konsensus dan pencekikan, tapi secara ilmiah, itu hanyalah fungsi seksual lain. Satu studi menemukan bahwa 10-40 persen wanita mengalami emisi cairan yang tidak disengaja saat klimaks.

Sunat memengaruhi fungsi seksual

Sunat tidak akan memengaruhi sensitivitas atau kenikmatan seksual pria. Sebuah studi, The Journal of Urology, menguji 62 pria berusia antara 18-37 tahun, sebelum menarik kesimpulan ini.

Selaput dara wanita akan robek di hubungan seksual pertama. Selaput dara merupakan membran tipis yang biasanya diasosiasikan dengan keperawanan, yang bisa, tapi tidak selalu, robek pada saat pertama kali wanita berhubungan seks. Tapi sebenarnya, tampon, aktivitas fisik, senam gymnastik, dan aktivitas seksual lainnya bisa memberikan efek yang sama.

Herpes sangatlah jarang

Herpes memiliki reputasi yang buruk tapi lebih umum terjadi dari yang Anda pikirkan, dengan banyak sekali orang yang mengalaminya tanpa gejala. Ketika membicarakan tentang infeksi menular seksual, biasanya kita akan merujuk pada HSV-1 dan HSV-2, dua bentuk infeksi yang mengakibatkan luka lecet dan herpes genital.

Menurut WHO, 67 persen orang berusia 15-49 tahun memiliki HSV-1, sedangkan HSV-2 ada 11 persen. Ini merupakan angka 78 persen yang besar dari seluruh populasi dewasa dunia di bawah usia 50 tahun.

Herpes memiliki efek samping yang sangat buruk yang bisa memicu komplikasi seperti impotensi jangka panjang dan autisme pada anak, jadi pastikan Anda mempraktikkan seks yang aman.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1022768-betulkah-ukuran-mr-p-bisa-dilihat-dari-kaki