Rasakan 4 Manfaat Kesehatan Berjalan Tanpa Alas Kaki

AsalasahBerjalan tanpa alas kaki bisa memberi kita empat manfaat kesehatan. Menggunakan alas kaki memang bisa melindungi kaki dari bahaya-bahaya yang bisa membuat cedera. Akan tetapi, saat kita cukup rajin berjalan tanpa alas kaki di waktu-waktu tertentu ternyata juga sangat baik untuk kesehatan.

Ingin tahu apa saja empat manfaat kesehatan yang bisa didapatkan jika berjalan tanpa alas kaki? Berikut penjelasannya.

#Menyembuhkan insomnia
Berjalan tanpa alas kaki juga bisa mengurangi insomnia. Cobalah untuk berjalan tanpa alas kaki di atas rerumputan karena hal itu bisa membuat kita merasa lebih rileks. Dikutip dari Boldsky, saat tubuh menyentuh tanah langsung, maka hal itu bisa membuat frekuensi elektromagnetik bumi melakukan sinkronisasi dengan frekuensi elektromagnetik yang dipancarkan oleh tubuh. Hal itu bisa meningkatkan kesehatan dan kebugaran serta mengurangi insomnia.

#Keseimbangan tubuh terjaga
Keseimbangan tubuh sebenarnya dijaga oleh sistem vestibular di telinga. Bagian pada bawah kaki rupanya juga menjadi bagian yang penting dari proses menjaga keseimbangan tubuh. Jadi, saat kaki bersentuhan langsung dengan tanah, maka syaraf bisa terstimulasi dan menjaga keseimbangan tubuh.

#Meningkatkan kekebalan tubuh
Berjalan dengan kaki tanpa alas ternyata juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Pasalnya, saat berjalan tanpa alas kaki bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas sel-sel darah yang penting untuk menjaga kekebalan tubuh.

#Menghilangkan stres
Terlalu sering stres pastinya bisa membuat kita kehilangan banyak energi dan membuat susah berpikiran positif. Salah satu cara mengurangi stres, selain melakukan yoga, adalah berjalan tanpa alas kaki. Meskipun terdengar mudah, saat berjalan tanpa alas kaki di atas rerumputan bisa membuat kita lebih rileks dan mengurangi stres.

Benarkah Fitness Bisa Redakan Stres? Belum Tentu, Simak Penelitiannya

Fitness yang berlebihan ternyata dapat mengantarkan seseorang pada stres. Sebuah penelitian yang dilakukan Departemen Psikiatri University of Adelaide menyebutkan, remaja peserta fitness banyak mengalami depresi ketika harus melewatkan satu hari dari kewajiban berlatih.

Penelitian ini dilakukan setelah Departemen Psikiatri University of Adelaide menerima laporan kesehatan 252 remaja yang mengaku depresi setelah melakukan sepertiga latihan fitness mereka. Dalam laporan tersebut, rata-rata remaja peserta fitness baru menjalani sebulan latihan. Dengan intensitas 30 menit selama tiga hari dalam seminggu.

“Menariknya, gejala depresi yang timbul memiliki tanda yang tidak biasa seperti pada gejala depresi pada umumnya,” ujar Bernard Baune, kepala peneliti di Departemen Psikiatri University of Adelaide, seperti yang dikutip dari Webmd, Selasa 3 April 2018.

Gejala depresi muncul terutama, bila peserta fitness tidak menemukan sama sekali tanda-tanda perubahan fisik yang sesuai harapan mereka.

Penelitian yang akan dipublikasikan di Journal effective Disorder, Juli mendatang ini sempat dikritisi peneliti lain. Sebab, selama ini program latihan rutin pada fitness atau olahraga lainnya dipercaya dapat melepas stres.

Meski menyarankan mengganti program latihan atau jenis olahraga, penelitian baune tidak menyebutkan, bila berhenti latihan fitness dapat menyebabkan depresi lanjutan. Masih banyak keterkaitan yang perlu digali lebih dalam lagi dari penelitian ini.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://cantik.tempo.co/read/1076389/ayo-berjalan-tanpa-alas-kaki-rasakan-4-manfaat-kesehatan-berikut?CantikUtama&campaign=CantikUtama_Click_3