Tak Mau Jadi Beban Keluarga, Dokter Muda Pengidap Kanker Ini Minggat dari Rumah

Asalasah ~  Sudah memiliki ilmu kedokteran dan dilatih untuk menyampaikan kabar buruk untuk keluarga pasien, ternyata tak cukup bagi Tang Gongwei (26) untuk menghadapi kenyataan.

Dokter muda ini sudah 50 hari menghilang tanpa jejak setelah mengetahui dirinya juga mengidap kanker.

Tang Gongwei hilang dengan hanya meninggalkan sepucuk surat untuk kedua orangtuanya yang tinggal di Hengyang, provinsi Hunan.

Menurut harian Beijing Times, Selasa (11/4/2018), inti surat dokter muda itu adalah tak ingin menjadi beban kedua orangtuanya yang menjadi alasan kepergiannya.

Kedua orangtua Tang yang berprofesi sebagai petani amat sedih dan berusaha keras mencari keberadaan putra tunggal mereka itu.

Mereka juga menyampaikan kisah ini kepada media dengan harapan warga bisa memberi informasi soal keberadaan Tang Gongwei.

"Saya mohon bantuan dari warga yang baik untuk membantu mencari putra saya. Dia satu-satunya anak kami dan kami sungguh sudah putus asa," kata Tang Chunwu (55), ayah dokter muda itu.

Tang didiagnosa menderita kanker esofagus atau kerongkongan pada akhir Februari lalu, hanya tiga tahun setelah lulus sekolah kedokteran dan bekerja di departemen farmasi RS Hengyang.

Meski didiagnosa menderita penyakit yang berat, Tang tak mau menjalani perawatan medis karena tak mampu membayar biaya pengobatan.

Penghasilan seorang dokter di China tak begitu bagus dan gaji tahunan staf medis seperti Tang maksimal hanya 77.000 yuan atau sekitar Rp 168 juta.

Dan, menurut statistik rata-rata peluang sembuh penderita kanker esofagus di China hanya sekitar 20 persen saja.

Meski menghadapi kenyataan pahit seperti itu, kedua orangtua Tang mencoba meyakinkan sang dokter muda untuk menjalani perawatan setelah dia setuju menjalani operasi pengangkatan tumor.

Namun, pada 20 Februari lalu setelah Tang Gongwei dan kedua orangtuanya menghabiskanmalam bersama dengan makan dan menonton televisi, pemuda itu menyelinap dari rumah dan tak pernah terlihat lagi.

Dia hanya meninggalkan sepucuk surat untuk ayah dan ibunya yang berisi bahwa mereka akan menghabiskan harta dan terjerat utang hanya untuk memperpanjang umurnya beberapa tahun.

"Jika saya membiarkan kalian menanggung beban keuangan dan kesedihan kehilangan anak di hari tua kalian, maka itu akan menjadi dosa saya yang tak akan hilang meski saya mati ribuan kali," ujar Tang dalam suratnya.

"Saya juga tak ingin hidup dalam kondisi sekarat di sisa hidup saya. Jadi maafkan saya karena melakukan hal ini. Saya anak yang tak berbakti, saya akan membalas budi di kehidupan saya selanjutnya," lanjut Tang.

Surat ini amat menyedihkan sang ayah yang mengatakan Tang adalah anak yang amat dewasa dan sangat memperhatikan orangtuanya.

"Dia selalu menanggung bebannya sendiri dan tak pernah memberitahu kami. Dia amat sederhana karena keluarganya amat miskin yang bahkan tak mampu membelikan pakaian baru untuknya," kaya sang ayah.

"Dia adalah putra saya. Saya akan merawatnya seberapa pun besar biayanya," tambah dia.

Sementara itu, polisi menduga Tang Gongwei menuju ke Zhangjiajie, sebuah kota indah yang masuk dalam daftar situs warisa dunia UNESCO, sekitar 500 kilometer dari kediamannya.

Tang diketahui pernah berkunjung ke tempat itu bersama teman-teman kuliahnya tetapi dia tak memiliki kerabat atau keluarga di kota tersebut.

Polisi di kawasan itu mencoba melacak keberadaan Tang tetapi ponsel pemuda itu sudah dimatikan sehingga keberadaan belum diketahui.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2018/04/11/20384031/tak-mau-bebani-keluarga-pemuda-pengidap-kanker-tinggalkan-rumah