Walau Miskin dan Dekil, Sales Mobil Tetap Melayani Pengunjung Ini, Alasannya Bikin Kita Sadar

AsalasahMangudin memang baru datang dari desa dan mendapatkan pekerjaan menjadi agen properti. Demi melatihnya, manajernya menyuruh Mangudin untuk berpura-pura menjadi tamu di sebuah showroom mobil.

Mangudin awalnya ragu, karena dia kelihatan miskin dan dekil. Dia tahu, sales mobil pasti bakalan meremehkannya. Tapi manajer tetap menyuruhnya pergi.

"Berapa harganya ini?" tanya Mangudin pada sales mobil yang menyambutnya.

"242 juta Pak." jawab sales mobil itu.

"Aduh mahal banget yah..Mobil ini bagus dimananya?" tanya Mangudin lagi.

Tak disangka, Mangudin disuruh cobain mobil! Padahal Mangudin jelas-jelas sudah bilang mahal banget..

"Bapak coba naik dulu saja ngerasain rasanya di dalam. Sekalian nanti saya jelasin secara rinci spesifikasinya." kata sales mobil itu.

Mangudin yang memang polos ini dengan jujur mengatakan, "Aduh..Nggak usah naik ah.. Saya nggak punya duit.. Hahaha.."

Tak disangka sales mobil itu menjawabnya dengan senyuman lebar, "Nggak apa-apa.. Tidak masalah..Silakan Pak.."

sales mobil baik dari mana ini, kok dia baik banget? Apa dia salah makan obat? pikir Mangudin. Semua orang yang diperlakukan super lembut pasti bakal berpikir begitu juga.

Lalu, Mangudin pun masuk ke mobil dan dipersilakan mencoba mengendarai mobil itu.

"Bapak dulu pernah ngendarai mobil?"

Mangudin dengan polosnya nyeletuk, "Saudara saya ada motor roda tiga..Saya sering ngendarain sih.."

Bukannya takut kenapa-napa, sales mobil itu lalu mempersilakan Mangudin mencoba mengendarai mobil baru itu. "Gimana kalau bapak coba saja..?"

Sekali lagi Mangudin mencoba untuk menolak tawaran sales mobil itu. "Saya ini.. jujur saja.. saya nggak sanggup beli mobil ini..Saya hanya datang ngeliat-liat.."

Tak disangka, jawaban sales mobil itu benar-benar membuat Mangudin tercengang. "Nggak apa apa Pak. Nggak bisa beli juga nggak apa-apa. Bapak coba rasain dulu saja naik mobil ini.."

Mangudin sangat menikmati mobil itu... "Waduh.. ini bagus banget..giginya banyak banget..Motor roda tiga yang biasa kupakai hanya ada 2 gigi.."

sales mobilman yang mendengar celetukan polos Mangudin hanya tertawa saja.

Lalu, Mangudin pun berterima kasih kepada sales mobil itu karena diberi kesempatan untuk mencoba mobil. Mangudin yang heran lalu bertanya, "Kamu lihat saya kayak gini, nggak bisa beli mobil gini, kamu kok masih ladenin saya? Masih kasih saya lihat ini itu? Masih kasih saya cobain?"

"Gini loh, Pak...Bapak sudah masuk sini, yah berarti tamu dong..Sudah seharusnya kami memberi Bapak pelayanan terbaik.

Tapi, walau sekarang Bapak nggak mampu beli, kan bukan berarti di masa mendatang Bapak nggak mampu..

Walau Bapak nggak bisa beli, kan juga bukan berarti teman Bapak nggak mampu beli..

Kalau teman Bapak nggak mampu, bukan berarti temannya teman Bapak nggak mampu beli..Iya kan??"

Jawaban dari sales mobil itu kemudian benar-benar membuka mata Mangudin yang sedang belajar menjadi agen properti. Mangudin merasa benar-benar belajar banyak. Di waktu mendatang, dia bertekad untuk menjadi seperti sales mobil ini, tidak membeda-bedakan tamu kaya atau miskin.

Sejak itu juga, Mangudin benar-benar memberikan pelayanan terbaik ke semua klien yang dia hadapi. Tidak peduli kliennya kelihatan miskin atau kaya, tua ataupun muda. Sekali klien yah tetap klien.



Baca Juga :
Asalasah | Sumber: https://www.pastiseru.com/detail/pdllhv2Lka