10 Fakta Pendidikan Anak Perempuan di Indonesia

AsalasahIndonesia telah mencapai kesetaraan gender, tanpa kesenjangan gender yang signifikan dalam persentase pendaftaran. Namun, sekolah-sekolah di sana terus memperkuat stereotip gender melalui ajaran mereka. 10 fakta teratas tentang pendidikan anak perempuan di Indonesia mengeksplorasi isu-isu dalam kurikulum yang bias gender serta perubahan yang dibuat untuk memerangi mereka.


10 Fakta Teratas Tentang Pendidikan Anak Perempuan di Indonesia


  • Di Indonesia, pendaftaran siswa di sekolah tampaknya tidak lagi dipengaruhi oleh gender. Menurut UNICEF, 92,8 persen anak perempuan dan 92,7 persen anak laki - laki terdaftar di sekolah dasar. Juga, 62,4 persen anak perempuan dan 60,9 persen anak laki-laki terdaftar di sekolah menengah. Oleh karena itu, kesetaraan gender adalah pencapaian penting di antara 10 fakta teratas tentang pendidikan anak perempuan di Indonesia.
  • Namun, sekolah-sekolah di Indonesia cenderung memiliki buku teks yang bias gender . Dalam buku pelajaran ini, pria lebih sering dikutip daripada wanita dan ada lebih banyak ilustrasi anak laki-laki daripada anak perempuan. Dalam ilustrasi, anak laki-laki ditampilkan dalam peran yang lebih beragam sedangkan anak perempuan ditampilkan dalam peran yang lebih stereotip feminin.
  • Stereotip gender juga diproyeksikan dengan cara siswa dikondisikan untuk memilih mata pelajaran yang mereka minati. Wanita di Indonesia lebih menyukai mata pelajaran seperti Ilmu Sosial sedangkan pria lebih suka mata pelajaran seperti Ilmu Teknis. Sementara wanita tidak dianjurkan untuk memilih mata pelajaran seperti Matematika atau Biologi, pria tidak dianjurkan untuk memilih mata pelajaran seperti Humaniora karena mereka dianggap feminin di alam.
  • Di Indonesia, anak perempuan lebih mungkin putus sekolah daripada anak laki-laki. Menurut UNICEF, untuk setiap 10 anak putus sekolah di tingkat sekolah menengah, tujuh adalah perempuan. Salah satu alasan utama untuk ini adalah pernikahan dini dan pola pikir stereotip masyarakat.
  • Hampir 84 persen pria di Indonesia berada dalam angkatan kerja, sementara hanya sekitar 51 persen wanita yang menempati posisi yang sama. Juga, sebagian besar posisi teratas pemerintah dan swasta dipegang oleh laki-laki. Akibatnya, ada perbedaan besar dalam upah antara pria dan wanita di Indonesia. Sementara pendapatan nasional bruto per kapita untuk laki-laki adalah 13,391, untuk wanita adalah serendah 6,668.
  • Di sisi yang lebih cerah, PAUD KM 0 'Mekar Asih' adalah model pendidikan awal yang berupaya mendidik siswa secara setara tanpa diskriminasi gender. Mereka menyediakan kurikulum netral gender di mana anak-anak dapat melihat diri mereka dalam peran apa pun terlepas dari jenis kelamin mereka.
  • Pusat-pusat seperti PAUD memastikan bahwa ibu dan ayah sama-sama terlibat dalam pengembangan akademik anak mereka. Ini adalah salah satu cara di mana mereka mencoba menyampaikan gagasan kesetaraan antara jenis kelamin kepada anak-anak. Misalnya, pusat-pusat itu mengundang para ayah untuk ikut bercerita guna menghancurkan citra stereotip perempuan sebagai pengasuh.
  • Model pendidikan awal PAUD KM 0 telah diadopsi di lebih dari 300 kabupaten dan 34 provinsi . Program ini juga melibatkan perempuan dan ibu dengan membentuk kelompok di berbagai lokasi. Mereka memberi mereka pelatihan dengan menyelenggarakan lokakarya dan melalui kampanye.
  • Menurut Kurniati Restuningsih, Kepala Subdirektorat Kurikulum, "Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempromosikan pengarusutamaan gender pada usia dini sebagai cara untuk meningkatkan kesetaraan dan keragaman dan menghilangkan diskriminasi gender yang sayangnya masih terjadi di banyak komunitas." Program berupaya memberdayakan anak perempuan di usia muda untuk tetap dalam pendidikan dan mengejar karier yang seharusnya tidak mereka kejar.
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menyelenggarakan program Ibu Pendidikan Anak Usia Dini yang disebut 'Bunda PAUD' . Keistimewaan program ini adalah sepenuhnya dijalankan oleh perempuan, dari Ibu Negara, Irina Jokowi, hingga istri gubernur, walikota, dan bupati. Ini untuk memberi anak perempuan model peran wanita yang kuat dalam posisi kepemimpinan yang signifikan.

10 fakta teratas tentang pendidikan anak perempuan di Indonesia ini menyoroti masalah dengan kurikulum yang bias gender di Indonesia dan juga menekankan berbagai upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menutup kesenjangan gender.

Asalasah | Sumber:  https://borgenproject.org/top-10-facts-about-girls-education-in-indonesia/

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "10 Fakta Pendidikan Anak Perempuan di Indonesia"

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel