Status Facebook Paling Ngeri Bikin Berurusan Dengan Polisi

AsalasahBikin status atau komentar di media sosial seperti facebook sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Di status facebook Kita bisa bebas menulis banyak hal. Kisah bahagia. Kisah senang hingga kabar duka, bahkan membanyol dan narsis juga merdeka diramaikan.

Tapi sebaiknya memang kita harus tahu bahwa dunia maya bukanlah panggung tanpa batas. Lantaran kian menguasai hajat hidup orang banyak, maka sejumlah aturan dan regulasi pun diciptakan. Apa yang boleh. Apapula yang sebaiknya dihindari. Dunia maya seperti dunia nyata, ada seabrek aturan di sana. 

Aturan itulah yang menjadi pagar, dan bahkan kelakar sekalipun, tentu saja jika kelewat batas, bisa dijerat hukum, masuk pengadilan dan pada ujungnya menginap di penjara. Berikut beberapa "insiden" status Facebook yang berujung pada pengadilan dan penjara :

Berkelahi di status FB
Venike venta resti, mahasiswi FISIP universitas bhayangkara, harus menelan pil pahit atas statusnya di facebook. Venta, digelandang ke meja hijau setelah mendapat laporan Siti Anggraeni Hapsari, dengan dakwaan pencemaran nama baik.

Terdakwa terbukti melanggar pasar 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 UU no 11 tahun 2008 yakni vonis hukuman penjara 3 bulan.

Perseteruan siti dengan Venta telah berlangsung lama, dan sedikit beraroma dendam. Berawal dari kecurigaan Siti bahwa suaminya ada hubungan gelap dengan Venta.

Hal itu diketahuinya setelah Siti membaca sms Venta yang ditujukan kepada suaminya. "semoga dg bertambahnya usia syg mendapat kebahagiaan yg sempurna, tetaplah jd org yg sederhana dan syg sama ak... skali lg selamat ulang tahun syg, doaku mentertaimu i luv u," tulis Venta.

Siti berulang kali memperingatkan Venta agar menjauhi suaminya. Setelah beberapa perdebatan, lalu Venta meng update status nya di facebook.

"gk takut ya ms sama setan, hihi. kenalan aj sendiri ms, namanya klo gk salak itu siti, tp nama bekennya siti ting tong ....," tulis Venta.

Siti yang merasa tersinggung dengan kata kata itu langsung memperkarakannya ke pengadilan. Selama persidangan Siti terlihat sering mengumbar senyuman bahkan saat mendengar vonis hakim, ekspresi Venta resti terlihat biasa biasa saja.

Raut mukanya tidak menunjukkan rasa takut atau penyesalan. Venta pun belum menentukan sikap atas putusan hakim, terdakwa bisa melakukan kasasi jika tidak puas dengan keputusan hakim.

Pria ini divonis penjara 32 tahun hanya karena beri 'jempol' di FB
Pria Thailand berusia 27 tahun dijebloskan ke balik jeruji besi, hanya karena memberikan 'jempol' pada sebuah unggahan foto di media sosial Facebook. Lelaki apes itu bernama Thanakorn Siripaiboon, seorang montir bengkel sepeda motor

Diketahui foto tersebut adalah gambar Sri Rama (Raja) Thailand, Bhumibol Adulyadej, yang diedit sedemikian rupa. Gambar hasil photoshop tersebut dianggap menghina sang raja. Merujuk peraturan Negara Gajah Putih itu, yang dijuluki Lese Majeste, siapapun dianggap menjatuhkan kehormatan sang raja akan dihukum minimal 15 tahun penjara.

Dalam kasus Siripaiboon, karena dianggap aktif mendiskreditkan raja, maka hakim menjatuhkan vonis 32 tahun penjara.

"Tanggal Dua Desember lalu, (Siripaiboon) memencet tombol 'like' pada gambar photoshop sang raja yang dibagikan kepada 608 teman Facebook miliknya," ujar Kolonel Burin Thongrapai, pejabat legal untuk junta militer, seperti dikutip Metro.co.uk, Sabtu (12/12).

"Thanakorn sekarang berada di bawah pengamanan militer, kondisinya sejauh ini baik dan dalam keadaan sehat," klaim juru bicara Junta Militer.

Dibanding foto yang menghina raja, Juru Bicara Human Rights Watch Asia, Brad Adams, meyakini Thanakorn 'dijemput' tentara karena aktif mengkritik dugaan korupsi pemerintah. Salah satu gambar yang banyak dibagikan di FB montir itu adalah grafik aliran uang pembangunan Taman Rajabhakti di Ibu Kota Bangkok, yang diduga melibatkan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.

"Kami khawatir nasib Thanakorn akan berakhir buruk. Dua orang pengkritik pemerintah lainnya sebelum ini ditemukan tewas di tahanan," kata Adams.

Hukuman berlebihan pada tersangka penghina keluarga kerajaan seperti ini merupakan praktik yang biasa terjadi, sejak militer mengkudeta pemerintah tahun lalu.

Koalisi Pengacara HAM di Thailand mengaku tidak bisa berbuat apapun untuk warga yang dituntut dengan jeratan hukum Lese Majeste. "Kami bahkan tidak tahu dia ditahan di penjara mana," kata juru bicara tim pengacara HAM Thailand.

Tertawakan kecelakaan
September tahun lalu, Paula Asher melakukan aksi konyol. Ia dengan bangga menuliskan status telah menabrak empat remaja dengan mobilnya dalam keadaan terpengaruh minuman keras.

Bukannya mengurusi insiden itu, ia malah melarikan diri dan bercanda melalui Facebook.

"Saya begitu bodoh, mengendarai mobil sambil mabuk dan menabrakkannya, LOL," tulis Asher.

Orang tua remaja yang ditabrak kemudian meminta hakim lokal menghapus pesan Ahser, dan meminta perempuan itu untuk berhenti menggunakan Facebook.

Asher akhirnya dijatuhi hukuman dua hari penjara karena menolak permintaan pengadilan. Selain itu, ia juga menghadapi tuduhan pesan status Facebook-nya.

Paula Asher hanya bisa membela diri dengan mengatakan, "Saya meminta maaf pada semuanya. Saya juga meminta maaf pada hakim. Saya tidak bermaksud menyakiti siapapun. Saya pikir menulis 'LOL' tidak akan membuat saya dipenjara," ujarnya ketika diwawancarai oleh NBC.

Lirik teroris
Siswa SMA usai 18 tahun, yang juga calon rapper, Cameron D'Ambrosio ditangkap polisi setempat lantaran lirik video rap-nya diketahui memuat ancaman teroris.

Lirik rap itu terkait dengan insiden Bom Boston yang terjadi beberapa bulan lalu. Tapi, belakangan ia tidak jadi di penjara.

Salah satu lirik dalam lagu rapnya menyebutkan, "Persetan bom Boston, lihatlah tunggu apa yang akan saya lakukan setelah saya menjadi rapper terkenal, saya akan mengalahkan setiap tuduhan pembunuhan yang datang kepada saya," ujarnya.

Berharap perdana menteri tewas

Kejadian ini terjadi di Bangladesh. Pegawai Departemen Informasi dan Teknologi Universitas Jahangirnagar, Muhammad Ruhul Amin Khandaker, dijatuhi hukuman penjara karena bercanda. Di Facebook, ia mengutarakan keinginannya agar Perdana Menteri Bangladesh segera mati.

Mulanya, Khandaker mengomentari sejumlah berita kecelakaan lalu lintas yang fatal. Dan ia mulai berkomentar, "Kenapa itu tidak terjadi pada Perdana Menteri Sheikh Hasina?" tulisnya.

Tanpa basa-basi, postingannya itu langsung menjebloskan Khandaker ke penjara hingga 6 bulan.

Curhat di FB karena suami dimutasi, ibu rumah tangga dipolisikan

Seorang ibu rumah tangga menjadi korban undang-undang ITE di Yogyakarta. Ervani (29) warga Gedongan, Kasongan, Bantul resmi menjadi tahanan sementara kejaksaan tinggi Bantul karena diduga melanggar UU ITE pasal 27 ayat 1 dan pasal 45 karena dilaporkan ke Polda DIY dengan tuduhan pencemaran nama baik setelah menulis status di halaman grup Facebook.

Kejadian tersebut bermula ketika suami Ervani, Alfa Janto yang bekerja sebagai satpam di toko Jolie Jogja Jewellery akan dimutasi oleh perusahaannya ke Cirebon. Mendengar kabar tersebut, Ervani dan Alfa menyatakan tidak bersedia jika harus dimutasi.

Alfa mengatakan setelah tidak bersedia dimutasi, dia pun diberikan pilihan untuk mengundurkan diri dari perusahaan.

"Saya diberi pilihan, mutasi atau mengundurkan diri, saya cerita ke istri dan istri jadi shock dan tertekan, setelah itu baru istri saya menulis status di grup Facebook Jolie Jogja Jewellery," kata Alfa saat mendatangi LBH Yogya untuk meminta bantuan hukum, Jumat (31/10).

Dalam grup tersebut Ervani memposting keluhannya atas kejadian yang menimpa suaminya.

"Iya sih pak Har baik, yang nggak baik itu yang namanya Ayas dan supervisor lainnya. Kami rasa dia nggak pantas dijadikan pimpinan Jolie Jogja Jewellery. Banyak yang lebay dan masih labil seperti anak kecil!" tulis Ervani.

Rupanya postingan tersebut membuat Ayas yang memiliki nama asli Dias Sarastuti seorang supervisor di toko Jolie tidak terima dan melaporkan Ervani. "Saya tidak tahu istri saya menulis itu di Facebook, baru tahu setelah mendapat panggilan dari polisi," ujar Alfa.

Ervani sendiri dipanggil polisi pertama kali pada tanggal 9 Juli 2014 dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. Pada 29 Oktober 2014 berkas kasus Ervani dilimpahkan ke Kejaksaan dan Ervani pun ditahan di rutan Wirogunan.

Sementara itu, Kepala Departemen Advokasi, LBH Yogya, Hamzal Wahyudi mengatakan saat ini pihaknya sudah mendapat kuasa untuk mendampingi Ervani.

"Kami sudah mengajukan surat penangguhan penahanan, semoga bisa ditangguhkan. Selain itu kami juga akan melakukan audiensi dengan kepala kejaksaan, semoga saja kasus ini bisa dihentikan, karena UU ITE khususnya pasal 27 ini sangat subyektif," jelas Hamzal.

Kecam istri
Mark Bryon harus menanggung malu untuk kali ketiga, setelah ia mengecam perilaku mantan istrinya di Facebook. Bryon mengatakan, mantan istrinya adalah sosok yang jahat, yang ingin menjauhkan dia dari anaknya.

"Kamu adalah wanita jahat, pendendam, yang ingin merusak kehidupan suamimu. Perilakumu itu menunjukkan kamu takut dengan suami atau pasangan dalam rumah tangga," tulis Bryon.

Setelah membacanya, mantan istri Bryon melaporkannya ke pengadilan. Akhirnya, pengadilan memutuskan Bryon dinyatakan telah menghina dan menjatuhkan hukuman penjara padanya selama 60 hari.

Jika tak mau di penjara, Bryon diberikan pilihan untuk memposting permintaan maaf kepada mantan istrinya selama 30 hari nonstop di halaman Facebooknya.

Alternatif lain, Bryon harus membayar denda US$ 1156 setara Rp 11,56 juta untuk tunjangan anak dan biaya pengacara mantan istrinya.

Bryon memilih untuk minta maaf kepada mantan istrinya. Melalui pengacaranya, ia hanya merasa ungkapan di Facebook hanya untuk melampiaskan amarahnya.

Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk tidak bersikap sarkas di media sosial. Sebab, dapat dijerat hukum karena dianggap melanggar Pasal 45 ayat 1 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca Juga :

Asalasah | Sumber: 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Status Facebook Paling Ngeri Bikin Berurusan Dengan Polisi"

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel