Mobil Hybrid Muhammadiyah 90 % "Handmade" Rp 99 Juta

AsalasahMobil Hybrid Muhammadiyah 90 % "Handmade" Rp 99 Juta - Mobil Suryawangsa Muhammadiyah dibangun dengan biaya   sebesar 107 juta rupiah, namun jika diproduksi secara massal, biaya per unitnya maksimal adalah 99 juta rupiah.

Risetnya melalui beberapa tahapan, yakni riset dasar pada 2009-2010, riset terapan pada 2011-2012 yang melahirkan produk Suryawangsa 1, riset penyempurnaan dan pengembangan pada 2013-2015, dan produksi massal terbatas pada 2016-2020.

Mobil Hybrid Muhammadiyah - http://asalasah.blogspot.com


Menurut Muhtadi, pengerjaan Suryawangsa 2 melibatkan 16 orang dari guru dan siswa dengan lima kompetensi keahlian, yaitu teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, teknik ototronik, teknik instalasi tenaga listrik serta teknik komputer dan jaringan.

90 persen mobil mikrobus listrik yang diberi nama Suryawangsa 2 itu merupakan buatan tangan, termasuk bodi mobil.

"Bodi mobil Suryawangsa 2 dibuat dari Galvalum dengan tebal 0,8 mm," Hanya beberapa onderdil saja, kata Muhtadi, yang dibeli di toko suku cadang, seperti baterai, controller, roda, velg dan suspensi.

Muhtadi menjelaskan, mobil ini masuk kategori kendaraan bermesin hibrid, yakni menggunakan tenaga surya dan baterei.

"Saat mendung menggunakan tenaga baterai, namun jika panas menggunakan tenaga surya. Tingkat efisiensi penyimpangan hingga 20 persen. Makanya kami sebut mobil hibrid karena menggunakan baterai dan tenaga Surya," jelasnya.

Mikrobus berjenis Solar-Car ini diberinama Suryawangsa 2 Arjuna type 4.0

Spesifikasi teknis 

Photovoltaic (Cell Surya) berjumlah empat unit, tegangan 48 volt, arus peak power 4 Ampere, daya (peak power) 168 Wa. Untuk baterei berjumlah delapan unit dengan tegangan 48 volt, berkapasitas 225 Ah, jenis seal lead acid (basah).

Selanjutnya, controller berjumlah satu unit, arus maksimum 400 Ampere, tegangan input 48 volt. Motor jenis DC series, tegangan 48 Volt, daya 4 KW, kecepatan 5000 rpm.

Sistem Mekaniknya drive train direct couple-front axle. Suspensi roda belakang independent double wishbone, roda depan independent double wishbone.

Dimensi panjang 3500 mm, lebar, 1.600 mm, tinggi 2.200 mm, berat kosong 850 kilogram, wheelbase 3.000 mm, performance kecepatan maksimum 70 kilometer per jam.

"Untuk pengisian baterei bisa bertahan hingga 100 km," kata dia. Baterei sendiri bisa diisi dengan listrik selama enam jam, atau dengan menggunakan cahaya matahari selama lima hari dengan catatan perhari mobil tersebut harus mendapatkan matahari selama lima jam. (fik/rst)

"Ada lima keunggulan yakni pemanfaatan energi terbarukan, Trully Green Energy Technology, mampu menyediakan listrik pada setiap putaran mesin, Cabin Green Cooling Energy, Motor Cooling System, dan Dry Ice Back Camera," katanya.

Selain itu, dilengkapi panel surya, panel motor dan panel battery, sehingga memudahkan untuk melakukan quality control. Juga disempurnakan dengan teknologi metic (otomation transmition), alat ukur cahaya (measuring light intensity), dan berbasis tegangan rendah (low voltage consumption).(sp) 

Asalasah | Sumber: sangpencerah.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Komentar untuk "Mobil Hybrid Muhammadiyah 90 % "Handmade" Rp 99 Juta"

  1. Wahc Keren Banget Mobilnya,, Salut Banget, Memang Harus Di Kembangkan,, Banyak Orang Indonesia Yang Pintar Namun Tidak Tersalurkan.

    BalasHapus

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel