Ciri-Ciri Manusia Jenius

Asalasah ~   Kenapa anda mencari ciri-ciri Manusia Jenius? Apaka anda merasa "oh mungkin saya jenius, cek google dulu Ahhh". Orang jenius adalah seseorang yang mempunyai kemampuan berfikir yang tinggi atau diatas rata-rata bahkan bisa dikatakan berbeda dari kebanyakan orang. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apa perbedaan mereka dari kita/kebanyakan orang lainnya?.
Orang Jenius
Jawabannya adalah perbedaan itu terletak pada karakteristik atau ciri-ciri yang mereka punya. Selain itu, sebelumnya asalasah juga teah mempublikasikan artikel serupa namun isinya berbeda yaitu :  Inilah Ciri Dan Sifat Orang Jenius, Coba Cek
 
Untuk itu pada postingan ini kita akan memahami tentang ciri-ciri atau karakteristik dari orang yang dianggap jenius. Berikut ini adalah ciri-cirinya :
1. Visi yang jelas dan tepat
Bagi Orang jenius haruslah memiliki visi yang jelas dan tepat. Mereka merumuskan visinya sebagai sebuah gambaran dari apa yang akan mereka capai.
Dan untuk mengembangkan sifat ini, haruslah kita mengetahui nilai-nilai utama dari diri kita, tujuan hidup kita, dan menempanya dengan semangat, serta adanya ambisi untuk meraihnya. Teruslah bekerja untuk memperjelas dan menspesifikasi tentang hal-hal yang kita geluti.

2. Hasrat yang besar
Hasrat termasuk dari karakteristik orang jenius, yang diungkapkan oleh seorang penulis yang bernama Jack Zufelt dalam bukunya yang berjudul The DNA of Success. Hasrat merupakan sebuah dorongan yang besar dari diri seseorang untuk mendapatkan dan melakukan sesuatu.
Contohnya adalah seorang Thomas Edison yang menciptakan bola lampu, pastilah semua itu membutuhkan semangat yang kuat dan hasrat yang pula besar untuk mencapainya. Maka bangunlah karakter ini pada diri anda, dengan terus memupuk tujuan utama kita.
3. Keyakinan yang kuat

Orang jenius itu mempunyai keyakinan dan kemampuan mental yang kuat dalam dirinya untuk mencapai tujuannya. Keyakinan dan kemampuan mental itu menjadi sangat penting terutama saat kita membawa sesuatu yang  kreatif dan inovatif/ baru.

Kita haruslah memiliki keyakinan dalam diri untuk mengatasi hambatan atas produk dan ide jenius baru dari pikiran kita. Untuk itu mulailah membangun keyakinan dalam diri kita dalam bentuk yang sederhana. 

Seperti "Saat kita telah mengatakan akan melakukan sesuatu, maka segeralah melakukan itu!", dan "Kesuksesan dan Cita-cita kita akan terwujud dengan memulai bekerja dari sekarang".
4. Memiliki Komitmen

Komitmen itu digambarkan sebagai sebuah tekad, untuk bertindak berdasarkan Visi, Hasrat dan Keyakinan. Kebanyakan orang jenius itu membuat sebuah pernyataan umum untuk menunjukkan komitmen mereka. 

Untuk membangun sifat ini, tuliskan tujuan kita dan buatlah agar tujuan itu diketahui oleh orang lain. Sebab, hal ini akan menciptakan tekanan ekstra dan membantu kita untuk berkomitmen mencapai apa yang ingin kita inginkan. Dan tentunya cemoohan akan muncul jika kita tidak melakukannya, sehingga hal itu memaksa kita untuk berkomitmen.

5. Perencanaan yang baik


Para orang jenius itu mendemonstrasikan kemampuan yang luar biasa untuk membuat rencana khusus yang mampu direalisasikan untuk mencapai tujuan utamanya. Orang jenius itu mampu membuat rencana jangka pendek, menengah dan panjang.

Brian Tracy mengatakan bahwa "salah satu karakteristik yang mendefinisikan seorang miliarder adalah kemampuannya untuk berpikir jangka panjang". Tidaklah mengherankan jika para jenius juga berpikiran seperti itu.

6. Kegigihan


Jenius bukan semata tentang berpikir cerdas. Jenius itu melibatkan energi yang luar biasa juga. Lihatlah para jenius sebagai pribadi yang senang bekerja. Kita tentu tidak menemukan si jenius yang malas, walaupun ada begitu banyak yang harus ia dikerjakannya.

Duduk-duduk baginya hanya membuang-buang waktu. Mungkinkah itu sebabnya kegigihan merupakan salah satu ciri utama dari orang jenius?. Dan mungkin kita juga akan terkejut dan menemukan bahwa ternyata kita juga bisa gigih.

7. Belajar dari Kesalahan


Orang Jenius memandang bahwa semua kesalahan itu sebagai peluang belajar yang luar biasa. Guru Bisnis multi-jutawan, Michael Masterson, mengambil perspektif tetang jenius, bahwasanya lebih baik langsung melakukan sesuatu/berjalan menuju sasaran, dan kemudian belajar dari kesalahan-kesalahan kita saat kita bergerak bersamanya, daripada mencoba dan mereka-reka jawaban yang sempurna dari bagaimana melakukan/mencapainya.

Saat kita membuat sebuah kesalahan, maka tanyakanlah pada diri kita, "Apa yang bisa saya pelajari dari kesalahan semua ini?". Dan "Bagaimana saya dapat memperbaikinya dan melakukannya lebih baik lagi di lain waktu?".

8. Gemar dan suka pengetahuan


Para Jenius itu sangat menyenangi yang namanya pengetahuan dan wawasan. Jika kita sedang nongkrong di perpustakaan di bagian buku non-fiksi dan ilmiah,  atau mungkin kita adalah seorang pecandu Wikipedia, atau ingin tahu tentang segala sesuatu disekitar kita, mungkin kita sedang berada di jalan menuju kejeniusan.

Orang Jenius itu membangun sebuah pengetahuan yang luas tentang mata pelajaran khusus dan juga tentang dunia pada realitisnya atau kenyataannya. Mereka itu sangat suka dengan yang namanya belajar dan membaca.

9. Melek Mental


Mengenali otak dan juga cara kerjanya mungkin itu tampak seperti mempelajari tentang ilmu syaraf. Namun sangat penting untuk diketahui bahwa para jenius itu menempatkan hal-hal yang menurutnya sangat penting di otak mereka.

Kita juga dapat mengembangkan karakteristik jenius ini dengan belajar tentang otak, dan juga tentang bagaimana cara mengembangkan memori kita, menggunakannya dalam berpikir, belajar, serta menjadi seorang yang kreatif dan inovatif.

10. Daya imajinasi yang kuat


Imajinasi itu menguasai dunia. Bagaimana orang dapat merencanakan dan membuat tujuan hidup jika tanpa kemampuan untuk memvisualisasikan dan membayangkan diri mereka telah melakukannya?. Membayangkan berarti mengatur batin "mesin gambar" kita agar berjalan.

Seperti halnya orang dahulu membayangkan dan ingin terbang seperti burung, dan pada akhirnya dimasa sekarang manusia mampu menbuat pesawat dan terbang seperti burung.

11. Bersikap Positif


Sikap positif juga termasuk karakteristik penting untuk sebuah kejeniusan. Karena jika kita memiliki sikap negatif, kita membentuk kepercayaan bahwa sesuatu hal itu tidak dapat dilakukan, dan alhasil kita akan menyerah terlalu cepat.

Seorang Jenius adalah pemikir berbagai kemungkinan. Mereka itu selalu berpikir dalam hal-hal yang mungkin entah bagaimana caranya. Mereka itu optimis, bersemangat dan juga memiliki sikap pragmatis "bisa melakukan sesuatu".

Bersikap positif bisa menciptakan fikiran yang positif pula, hal ini akan berpengaruh besar dengan hidup kita. Bersikap positif mampu meneduhkan hati kita, menjadikannya tenang dan tentram dalam menghadapi segala sesuatu di hidup ini.

12. Mesin Pendorong

Psikolog mengindikasikan bahwa 90% dari diri kita itu berbicara tentang hal-hal yang negatif dan tentunya merugikan diri kita sendiri. Bandingkan dengan jenius yang 90% berbicara untuk menjadi positif dan suportif.

Milikilah kebiasaan berbicara positif kepada diri sendiri!. Pikirkan atlit petinju dunia Crisjoen yang berteriak memberi dorongan kepada dirinya sendiri dengan mengenggaman tangannya ke atas selama di area pertandingan!.

13. Intuisi


Ini cukup sulit untuk dipahami, karena intuisi merupakan suatu konsep yang abstrak. Walaupun begitu, karakteristik jenius ini sangatlah jelas. Intuisi adalah ketika pikiran bawah sadar kita mereferensi silang pengetahuan yang tersimpan selama masa hidup kita dengan pengetahuan yang sedang kita alami dan itu menghasilkan sebuah kebijaksanaan.

Sederhananya adalah, "saat kita telah mendapatkan perasaan atau rasa apa yang benar - dan kemudian kita mendengarkannya."

14. Mastermind Group (real)


Seorang jenius itu tidak terisolasi. Kebanyakan jenius memiliki pikiran besar lain di sekitar mereka. Napoleon Hill mengidentifikasi konsep Mastermind Group dalam bukunya Think and Grow Rich

Tampaknya semua orang jenius itu memiliki penasihat, penuntun dan teman-teman yang dapat dihubungi untuk membantu mencapai tujuan mereka. Mereka tidak sendiri dalam melakukan sesuatu.

15. Mastermind Group (internal)


Banyak dari para jenius yang mempunyai figur yang mereka kagumi dan berusaha untuk menirunya. Lihatlah rak-rak buku kita atau poster-poster besar di dinding kamar kita. Apakah ini salah satu ciri karakter jenius kita?.

Napoleon Hill pernah mengembangkan sebuah ide yang "Gila/Crazy". Dia menggunakan imajinasi untuk memvisualisasikan bertemu dengan pahlawannya atau orang yang dikaguminya dan mendiskusikan rencananya.

Pertemuan ini begitu sangat nyata dan seperti hidup. Itulah kekuatan pikiran jenius kita dan kreativitas. Cobalah sendiri. Ini akan membebaskan pikiran kita dan muncul dengan jawaban yang tidak kita duga sebelumnya.

16. Kebenaran/Kejujuran


Para Jenius tidak membatasi kejujuran hanya kepada dirinya sendiri. Jenius memegang kebenaran untuk menjadi salah satu nilai-nilai utama mereka, sehingga mereka jujur dan benar untuk semua orang di sekitar mereka.

Yah, tentunya itu sulit bukan bagi kita?.  Albert Einstein juga pernah bilang seperti ini "Siapa pun yang ceroboh dengan kebenaran dalam hal-hal kecil maka tidak akan dapat dipercaya untuk hal-hal yang lebih besar".

Berusahalah menjadi seseorang yang jujur dan dapat dipercaya oleh orang lain. Bangunlah kepercayaan itu dari dini, dari sekarang.

17. Menghadapi Rasa Takut/Keberanian


Jenius bukannya memiliki rasa takut yang lebih kecil dari kita. Sesungguhnya, kesadaran dan indera mereka begitu besar sehingga perasaannya juga menjadi kuat. Jenius melihat lebih dalam dan pula merasa lebih takut.

Namun ciri khas dari seorang jenius itu adalah ia bertindak meskipun takut. Para jenius memiliki alasan kuat untuk hidup, jenius sangat berani dalam menghadapi ketakutan dan tantangan dikehidupannya.

18. Kreatifitas/Luwes


Setelah mental kita sudah encer untuk berpikir dengan cepat, menghasilkan ide-ide baru, dan juga mampu mempertimbangkan alternatif, berarti kita telah memiliki sifat klasik seorang jenius. Sifat terbaik ini dapat diringkas sebagai memiliki gairah, berpikir asosiatif.

Artinya, pikiran yang cepat untuk menghasilkan banyak pilihan dan juga wawasan yang unik. Kita dapat mengembangkan pikiran semacam ini dengan menggunakan teknik seperti berpikir lateral dan pemetaan-pikiran (mind-mapping).

19. Menyenangi Tugas


Karakteristik ini dipraktekkan oleh orang-orang yang mencintai sesuatu sehingga ia bersemangat dan terdorong untuk mengajarkannya kepada orang lain. Praktek ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap pengetahuan. 

Ada hasrat yang mendalam untuk membantu orang lain untuk mengenal dan mencintai suatu subyek seperti yang dilakukan sang jenius. Ini juga berarti, "hanya semangat terhadap tugas, yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan besar".

20. Energy (physical dan sensual )


Ada sesuatu pada jenius kreatif yang tampaknya diisi dengan kelebihan secara fisik dan sensual. Kita dapat belajar untuk memanfaatkan energi fisik yang kuat untuk memberdayakannya dan mengejar tujuan utama kita dalam hidup ini. Energi itu ada didalam diri kita sebagai bahan bakar pikiran kita yang tidak terbatas jumlahnya.

Inilah 20 ciri atau karakteristik dari orang jenius, mungkin masih banyak lagi yang lain. Tetapi perlu kita ingat bahwa setiap orang itu memiliki kemampuan istimewa yang berbeda-beda. Walaupun semua itu tak bisa terlihat dengan jelas.

Walaupun kita menginginkan menjadi seorang yang jenius, bukan berarti lupa bagaimana caranya untuk bersyukur atas kemampuan yang kita miliki. Saya sebenarnya baru menyadari suatu hal tentang kemampuan setiap manusia di dunia ini.

Apakah itu?, yaitu menyadari bahwa pada hakekatnya "semua manusia memiliki kemampuan yang setara". Kesataraan kemampuan manusia terlihat dari karakteristik setiap manusia yang berbeda-beda dan unik antara satu dengan yang lain.

Apakah kita masih ingat jika manusia lahir tanpa membawa apa-apa didunia ini?.

Yang membentuk kita selama ini sebenarnya adalah bagaimana kita memilih apa yang kita lakukan selama hidup ini. Misal ketika ada teman kita yang tidak terlalu cakap dalam hal pelajaran, bukan berarti kita bisa mengatakannya bodoh.

Bagiku dia juga jenius, karena mereka pasti memiliki kemampuan yang berbeda dengan kita, dan kita tidak bisa melihatnya di sekolah atau di dalam proses ilmu pendidikan. Seperti halnya seorang wirausaha yang jenius dalam melihat peluang sumber daya untuk dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Seorang wirausaha belum tentu bisa mengalahkan kita dalam hal mata pelajaran yang ada disekolah, tetapi dalam hal usaha kita kalah telak dengan ide-ide mereka yang kreatif dan inofatif. Dari itu saya menyadari bahwa semua orang memiliki takaran kemampuan yang seimbang.

Setidaknya bagi orang yang suka nongkrong dipinggir jalan, mereka mempunyai kemampuan bersosialisasi dengan baik, berbeda dengan anak jenius yang suka menyendiri dan memikirkan pelajaran sekolah saja. Mereka lupa bahwa hidup itu perlu bersosialisasi dan mencari banyak relasi untuk menjadi seseorang yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain.

Jadi yang perlu kita lakukan sebenarnya adalah berusaha untuk menjadi seseorang yang menjadi lebih baik disetiap harinya. Mencoba menjadi seseorang yang diharapkan dan dibutuhkan oleh orang lain dan mampu menembarkan kebaikan dan kebahagiaan kepada orang-orang disekitar kita.

Demikianlah artikel kali ini, semoga artikel ini bisa memberi manfaat kepada kita semua. Dan terimakasih telah berkunjung di blog ini. Salam sukses dan sejahtera

Baca Juga :
Asalasah | Sumber:  http://karyakisah.blogspot.com/2013/01/ciri-ciri-orang-jenius.html

1 Komentar untuk " Ciri-Ciri Manusia Jenius"

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel