Kenapa Pesawat Bisa Terbang dan Mendarat

Asalasah ~ Mungkin sering hadir dalam benak anda mengenai pertanyaan ini, Kenapa Pesawat Bisa Terbang dan Mendarat? berikut aslasah kumpulkan jawaban yang tepat dari berbagai sumber mengnai Kenapa Pesawat Bisa Terbang dan Mendarat. Sebelumnya baca juga postingan asalsah sebelumnya : Ilmu, Kenapa Pesawat Bisa Terbang di Udara?  dan juga artikel sejenisnya yaitu Cara Pesawat Mengerem Untuk Mendarat dan Hukum-Hukum Pesawat Bisa Terbang, Y.uk nambah wawasan

Kenapa Pesawat Bisa Terbang dan Mendarat
http://asalasah.blogspot.com/2015/02/kenapa-pesawat-bisa-terbang-dan-mendarat.html

Kenapa Pesawat Bisa Terbang

Jika anda pernah melihat pesawat terbang dapat melakukan take off dan mendarat pada suatu bandara, anda tahu bahwa itu suatu yang ajaib pada dahulu kala. Tetapi saat ini badan pesawat jumbo jet modern dapat terbang dengan mudahnya. Sebagai contoh sebuah 747-400 mempunyai panjang 70,6 meter (231 kaki, 10 inci) dengan rentangan sayap 64,4 meter (211 kaki, 5 inci). Ekor pesawat setara dengan gedung berlantai enam. Wright bersaudara pertama terbang pada Kitty Hawk yang mempunyai panjang 45 meter (150 kaki), dengan massa pesawat sekitar beberatus kilogram. Pesawat kargo dapat membawa lebih dari 38.000 kg (85.000 lbs) dan massa yang berat ini menambah gaya tarik gravitasi yang dapat menekan udara di kala terbang. Dan sekarang 747 dapat terbang dengan mudah dengan kecepatan 917 km/jam (570 mph).
Bagaimana benda bermassa besar dapat terbang di udara? Pesawat terbang memanfaatkan dua gaya, gaya angkat dan gaya dorong, yang memungkinkan pesawat dapat melakukan take off dan terbang di udara.


Sayap
Sebuah pesawat terbang memberikan gaya angkat yang dibutuhkan untuk terbang. Gaya angkat terjadi oleh aliran udara dari bagian depan di sekitar sayap. Kuncinya terletak pada bentuk dari sayap: yang melengkung pada bagian atas dan relatif rata pada bagian bawah. Ini artinya aliran udara yang melintas pada bagian atas berbeda dengan bagian bawah dari sayap.

Saat udara menerpa bagian atas sayap, menyebabkan aliran melintas menjauhi sayap. Karena bentuk lengkungan pada sayap pada bagian atas menyebabkan daerah tekanan rendah tercipta. Perbedaan tekanan bagian atas dan bagian bawah akan menciptakan gaya angkat pada sayap.

Mesin Jet
Untuk bergerak ke depan melintasi udara pesawat terbang menggunakan daya dorong yang dihasilkan mesin. Hampir semua pesawat terbang komersial menggunakan mesin jet yang biasa disebut turbofans. Turbofans adalah salah satu dari keluarga mesin yang disebut mesin turbin gas.

Udara dingin dimasukkan pada bagian depan dengan menggunakan sudut-sudut besar (biasanya berdiameter lebih dari 3 meter). Udara yang dimasukkan ke dalam mesin dan menekan ke luar dengan menghasilkan gaya dorong.

Udara mengalir melalui sudut-sudut pada mesin yang biasa disebut kompresor. Kompresor menekan udara dan mengalir ke ruang pembakaran dengan menaikkan tekanannya terlebih dahulu. Di dalam ruang pembakaran, udara dicampur dengan bahan bakar kemudian dibakar menyebabkan letupan yang terkendali. Panas yang terjadi pada ruang pembakaran menyebabkan adanya ekspansi termal yang sangat cepat dan keluar ke bagian belakang mesin. Saat keluar dari ruang pembakaran udara panas melintasi  turbin menghasilkan gaya dorong. Turbin yang terhubung akan berputar agar kompresor dapat bekerja memasukkan udara dingin pada bagian depan, sehingga proses tersebut dapat dilakukan berulang-ulang secara kontinu.

Pengendali
Pada saat terbang pilot harus mengubah bentuk sayap agar pesawat dapat dikendalikan. Untuk melakukan ini dia memakai bagian sayap yang dapat digerakan yang biasa disebut permukaan control. Ini akan mengubah perggerakan udara yang melintas pada permukaan sayap dan juga mengubah arah penerbangan.
Untuk melakukan gerakan ke turun atau naik, tuas pilot menggerakan panel pada bagian ekor yang biasa disebut elevator. Jika tuas pilot digerakan ke belakang maka panel pada bagian depan elevator akan naik dan menyebabkan aliran udara menekan bagian ekor ke atas sehingga pesawat akan naik. Jika tuas pilot digerakan ke depan maka panel pada bagian depan elevator akan turun dan menyebabkan aliran udara menekan bagian ekor ke bawah sehingga pesawat akan turun.

Untuk menggerakan pesawat agar pesawat miring terhadap permukaan bumi, pilot menggerakan panel pada bagian ujung dari sayap yang disebut ailerons. Untuk tuas pilot ke kiri akan menggerakan ailerons bagian kiri ke atas akan menyebabkan sayap sebelah kiri turun. Pada saat yang sama, ailerons pada sayap kanan bergerak ke bawah menyebabkan sayap sebelah kanan ke atas. Kombinasi dua gaya akan menyebabkan gerakan bidang pesawat miring terhadap permukaan bumi. Demikian pula, untuk kasus tuas pilot digerakan ke kanan akan meggerakan pesawat miring ke kanan terhadap permukaan bumi.

Saat membelok, pilot juga menggunakan stabiliser vertikal pada bagian ekor pesawat. Saat belok ke kiri, stabiliser bergerak ke kiri. Bagian ekor ini berbentuk seperti sebuah sayap terletak pada vertikal terhadap bidang pesawat, yang dapat digerakan ke kanan dan ke kiri.  Sehingga dapat membantu pembelokan pesawat ke kanan dan ke kiri.

Saat melakukan take off bagian flaps membuat daerah permukaan sayap lebh besar dan lebih lengkung, sehingga memberikan daya angkat lebih pada sayap. baca juga Ilmu, Kenapa Pesawat Bisa Terbang di Udara?

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa ada 4 gaya yang menyebabkan pesawat dapat terbang, gaya dorong (Thrust), gaya hambat (Drag),gaya angkat (Lift), dan gaya gravitasi.
  • Jumlah udara yang dialihkan oleh sayap sebanding dengan kecepatan sayap dan kecepatan udara
  • Kecepatan vertikal udara yang dialihkan juga sebanding dengan kecepatan sayap dan sudut terbang
  • Lift sebanding dengan jumlah kali udara yang dialihkan kecepatan vertikal udara
  • Daya yang dibutuhkan untuk mengangkat sebanding dengan kecepatan vertical udara

Kenapa Pesawat Bisa Mendarat

Pesawat mendarat dengan cara mengurangi kecepatan hingga mencapai kecepatan yg aman untuk mendarat kemudian ground pilot yg berada di menara kontrol akan memandu mengenai beberapa hal untuk kelancaran pendaratan. Pesawaat modern dilengkapi dgn navigasi digital yg langsung terhubung dgn satelit untuk memantau titik ordinat pesawat tsb agar tepat berada pada jalur pendaratan virtual jauh sebelum pesawat berada dekat dgn bandara dan ketika pesawa telah mendekati bandara maka lampu pada landasan akan tampak mata sehingga pilot bisa melihat secara kasat mata dan juga secara digital melalui navigasi dan pada akhirnya bisa mendarat dgn baik . Berikut penjelasan lengkap dengan gambarnya.



Pertama, pesawat akan mengeluarkan yang namanya spoiler.
Gunanya untuk mengurangi gaya angkat sehingga pesawat akan lebih cepat turun. Tapi untuk penerbangan normal, spoiler nggak dibuka full. Hanya dibuka-tutup sesekali saja sebelum fase pendaratan. Gambar diatas adalah saat dimana spoiler digunakan untuk pengereman setelah pesawat menyentuh tanah. Penjelasan lebih lanjut ada dibawah

Selanjutnya flap diturunkan. Flap adalah penampang bagian belakang pesawat yang fungsinya adalah menaikkan gaya angkat dan mengurangi kecepatan.


Plain flap adalah jenis flap yang paling sederhana. Biasanya terdapat pada pesawat kecil.
Split flap juga salah satu jenis flap sederhana dan terdapat pada pesawat kecil dan sedang. Contohnya ada pada pesawat Dacota DC-3.

Fowler Flap adalah jenis flap yang paling banyak digunakan pada pesawat komersil karena kemampuannya meningkatkan gaya angkat yang tinggi.

Slotted flap adlah flap yang akan membuat sebuah slot saat digunakan. slot ini berguna untuk mendorong aliran udara turbulen menjadi streamline.


Begitu akan mendekati landasan, maka landing gear diturunkan. Apa fungsinya?? Ya buat alas pesawat itu mendarat laah gan …

Jadinya akan seperti ini:
Dari gambar diatas, sudah jelas bahwa dengan menggunakan flap maka kecepatan pesawat akan berkurang tanpa kehilangan gaya angkatnya. landing gear yang diturunkan berkontribusi menambah drag yang akan memperlambat laju pesawat.

Selanjutnya mulailah pesawat landing.


Di titik ini, disaat ban pesawat menyentuh ground. secara otomatis, spoiler terbuka full keatas.
spoiler yang terbuka keatas ini akan membantu pengereman pesawat dengan cara menghalangi aliran udara. Begitu pula dengan flap.

Bila agan perhatikan pada beberapa saat setelah ban pesawat menyentuh tanah, maka bagian tengah engine (mesin pesawat) ada bagian yang terbuka.
Atau di jenis pesawat lainnya ada yang membentuk payung seperti ini:

Nah bagian tersebut dinamakan THRUST REVERSER. Yakni sebuah alat yang fungsinya adalah membelokkan arah udara yang ditembakkan engine menjadi kearah depan.
 
CLAMSHELL. Biasanya digunakan pada pesawat jenis Boeing dan Airbus.
Gambar dua, reverser yang menggunakan actuator biasanya ada pada tipe pesawat MD-82.
Gambar ketiga ada jenis reverser yang menggunakan semacam actuator berbentuk ulir.

Intinya adalah, aliran udara yang dihasilkan engine dibelokkan sedemikian rupa agar arahnya menjadi kedepan. Memang tidak murni 100% berbalik arah, tapi setidaknya resultan gaya yang dihasilkan sudah efektif untuk pengereman.
 
Oiya, ada yang kelupaan. untung aja ada salah satu agan yang ngingetin. Ada satu sistem pengereman lagi yang namanya adalah AUTOBRAKE. Alat ini adalah sistem yang dipasang pada ban pesawat, ini jenis pengereman yang umum digunakan di hampir semua alat transportasi yang mempunyai roda karena menggunakan sejenis kampas rem. Lebih lanjut tentang autobrake ada di berkas MBAKWIKI
 
Demikialnlah jawabannya Kenapa Pesawat Bisa Terbang dan Mendarat yang dilengkapi dengna berbagai teori dan ga,bar. semoga postingan Kenapa Pesawat Bisa Terbang dan Mendarat dapat bermanfaat.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: 
https://fisika79.wordpress.com/2010/06/09/bagaimana-pesawat-dapat-terbang/ 
sindyjessica.wordpress.com/
http://overseaszone.tumblr.com/post/44685716592/proses-pengereman-pesawat-saat-landing-beserta

Belum ada Komentar untuk "Kenapa Pesawat Bisa Terbang dan Mendarat"

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel