Menikah Dengan Gadis China, Mereka Akan Rela Masuk Islam

Asalasah ~ "Ayo kita ramai-ramai kawin di Negara China .." Itu, rumusan yang dibuat dalam diskusi sekitar 3 jam sebelum tengah malam kemarin, di sebuah toko makan di KL. Tempat yang berbicara itu termasuk 5 orang penulis weblog, beberapa ustaz, seorang pedagang dari Jakarta dan beberapa dari Malaysia yang sering bolak-balik Malaysia-China.
"Dia sudah menikah di Cina." Kata pedagang yang dari Malaysia, memberi tahu tentang pernikahan rekan Indonesianya di Cina. "Banyak gadis-gadis Cina yang bersedia masuk Islam kalau ada yang ingin menikahinya. Teman kita ini sudah buktikan! (Menikah Dengan Gadis China, Mereka Akan Rela Masuk Islam ) "

http://asalasah.blogspot.com/2015/02/menikah-dengan-gadis-china-mereka-akan.html


"Ha! Itulah pekerjaan mulia. Setidaknya sebagai da'i .. bertaraf global. "Sambut salah seorang Ustaz itu. "Kalau dibuat sungguh dan profesional ini seolah-oleh melakar atau merubah lanskap sejarah negara."
"Profesional?"
Ya, berpikir saya. Bila melihat kedatangan Islam ke nusantara ini, antaranya melalui perdagangan dan pernikahan. Saudagar Arab dan India datang ke sini, menikah dengan warga lokal, membangun desa dan lorong-lorong di kota. Misalnya, adanya Masjid-masjid India hampir di setiap negara dan kota. Di Penang saja, ada masjid Capitan Keling, Masjid Pakistan dan Masjid Benggali. Masjid Benggali dan Masjid India juga ada di KL. Begitu juga di Thailand, Indonesia dan lain-lain.
Saya pernah dibesarkan di sebuah desa di Telok Bahang Penang. Waktu itu, allahyarham ayah saya dipanggil mengajar agama oleh sekelompok imigran-imigran Islam dari India di Madrasah Al-Masakin yang bermukim di situ. Sehingga desa itu dinamai Kampung Keling, tetapi sekarang, di situs itu sudah built Hotel Mutiara. Teringat saya pada pagi-pagi hari lagi waktu itu sudah dibisingi oleh lagu-lagu dari India, bahkan kadang-kadang sepanjang hari, seolah-olah saya tidak lagi berada di bumi dan alam Melayu.
Kebanyakan mereka adalah berbisnis dan menjadi nelayan, sehingga terkenal dengan budaya 'pukat tarik', yaitu menarik pukat yang dilabuhkan dari laut ke darat, dengan kudrat tenaga tulang empat kerat massal sambil bernyanyi-nyanyi. Tapi yang penting, mereka secara tidak langsung adalah da'i atau pendakwah yang membawa Islam, termasuk melalui pernikahan dengan orang lokal.


baca juga:
Begitu juga masuknya Islam peringakat awalnya ke negeri Cina melalui pernikahan orang-orang Arab dengan wanita-wanita lokal di Cina. Peran 'kahwin dakwah' ini, sebenarnya tidak bisa diremehkan. Silakan lihat juga tulisan saya dalam http://www.ibnuhasyim.com. Wednesday, November 28, 2007 di bawah judul 'Kamboja: Kahwin dan Harga Pria' Pernah saat saya menjadi pimpinan PAS Kawasan Balik Pulau (sekitar 1985-1995), saya telah kemukakan draft proposal berjudul 'Operasi Hijrah'.
Sebuah perencanaan menikah massal dengan wanita-wanita Islam atau yang baru masuk Islam di Thailand, membawa balik ke Malaysia atau perjalanan dengan meninggalkan istri di sana di bawah seliaan pusat-pusat studi Islam tradisional atau 'pondok-pondok'. Dampak baiknya juga ada sampai sekarang. Jadi pandangan di atas tadi amat baik, apalagi bila dilaksanakan secara berkelanjutan, tersusun dan professional.
"Baru beberapa minggu lalu, saya menikah dengan seorang gadis Cina yang terus masuk Islam di Guangzhou. Gadis itu berasal dari sebuah kota kecil ratusan kilometer dari kota utama di situ. Sambutan orang-orang lokal di situ sangat baik, bahkan banyak lagi yang menunggu untuk masuk Islam kalau ada yang ingin menikahi mereka. "Kata teman kami yang dari Indonesia itu.
"Kalau untuk jadi istri ke 2, ke 3 atau ke 4, mereka ingin ke?" Ada yang bertanya.
"Ngak ada masalah! Bisa kita pergi kahwin ramai-ramai di sana .. "Jawab teman Indon itu.
"Yang penting, kita rancang secara professional dan berserikat. Kita tentukan tujuan, pelaksanaan, keadilan, keuangan, penempatan, pendidikan dan bagaimana nak atasi kalau terjadi perceraian ... Bagaimana nak manfaatkan untuk kepentingan politik Islam di Malaysia. "Kata ustaz itu lagi. "Semuanya harus direncanakan tepat sehingga mampu melakar dan merubah lanskap sejarah. Bayangkan kalau kalau orang-orang Cina yang dibawa penjajah ke Tanah Melayu sebelum merdeka dulu adalah orang Cina Muslim yang taat beragama, bukan anggota triad atau gangster (Gee Hin dan Hai San), mungkin sudah tentu politik Islam di negara ini akan lebih baik! "
"Yang penting perlunya sebuah perencanaan atau proposal yang baik serba-serbinya. Wanita bagaimana yang layak dikawini, kita bincang bersama. Kalau ada rekomendasi bernas dari siapa saja, silakan kemukakan !! "Mengundang salah seorang dari mereka lagi.
Ya. Pada pembaca dan browser web budiman, silakan kemukakan pandangan Anda, untuk bersama. Kalau perlu kita bincang, adakan pertemuan, dan mencoba laksanakan .. 'Jom kahwin ramai-ramai dengan wanitaa-wanita di negara China.' Begitulah catatan santai buat kali ini, karena Nabi kita pernah berpesan ...
"Menikah dan beranaklah, sesungguhnya aku senang dengan umatku yang ramai."


Baca Juga :
Asalasah | Sumber: jalanakhirat.wordpress.com

Belum ada Komentar untuk "Menikah Dengan Gadis China, Mereka Akan Rela Masuk Islam "

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel