Bayi Mungil karena Gangguan Plasenta ini Sanggup Bertahan Hidup

Asalasah ~ East Yorkshire, Mollie lahir pada tanggal 27 April lalu, atau 13 minggu lebih awal dari perkiraan dokter. Beratnya saat itu hanyalah 0,48 kg. Mollie 'terpaksa' lahir lebih cepat karena ia berhenti tumbuh dalam kandungan akibat gangguan bernama 'intraurine growth restriction' (IUGR).
 Setelan entri Label Lifestyle, Kesehatan, Ekonomi Jadwal  28/08/15 17.00  West Indonesia Time Tautan permanen http://asalasah.blogspot.com/2015/08/3-tanda-uang-sudah-rusak-kesehatan-anda.html

Karena gangguan ini, tubuh Mollie dalam kandungan tidak tumbuh sempurna sebab adanya gangguan pada plasentanya. Dalam hal ini plasenta yang menghubungkan antara sang ibu dengan Mollie tidak dapat bekerja dengan baik. Ditambah lagi terjadi penyempitan pada tali pusarnya.

"Akibatnya Mollie tidak mendapatkan nutrisi yang ia butuhkan, bahkan asupan makanannya juga tidak memadai. Tiap minggu tubuhnya semakin mengecil," terang sang ayah, James seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (27/8/2015).

Mollie akhirnya dilahirkan via operasi caesar setelah ibunya mendapatkan pengawasan penuh dari tim dokter selama dua minggu. Ketika dihadapkan pada janin dengan kondisi IUGR semacam ini, tim dokter mengandalkan USG untuk menentukan kapan waktu terbaik melahirkan si bayi.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, bayi IUGR yang terlalu lama berada dalam rahim berisiko mengalami kerusakan otak. Sedangkan jika ingin dilahirkan, dokter harus memastikan apakah si bayi sudah memiliki jantung yang kuat untuk bertahan hidup di luar rahim atau tidak.

Itulah mengapa sesaat setelah lahir, Mollie pun langsung dilarikan ke NICU (neonatal intensive care). Saat itu orang tua Mollie, Stephanie (34) dan James (38) sempat diwanti-wanti jika mungkin si kecil takkan bertahan hingga tiga minggu lamanya.

Tapi Mollie justru menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dan akhirnya di usia tiga minggu, kedua orang tuanya bisa menggendongnya untuk pertama kali. Menurut James, tubuh bayinya sangatlah mungil untuk ukuran bayi prematur. Bahkan saking kecilnya, lengan Mollie dapat dimasuki cincin kawin James dengan mudah.

Namun itu tidak berarti Mollie boleh langsung dibawa pulang. Ukuran tubuh Mollie yang mungil memaksa mereka menahan si kecil di rumah sakit sampai ia dinyatakan lebih kuat dan lebih sehat.

Mollie akhirnya diperbolehkan pulang beberapa waktu lalu, tepat setelah 17 minggu dirawat. Bobotnya sudah bertambah hingga menjadi 2,55 kg saat itu. "Kami tak percaya kesempatan ini datang juga. Setelah berminggu-minggu kami hanya bisa menunggu," tutur James.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://health.detik.com/read/2015/08/27/164021/3003069/1300/menakjubkan-bayi-mini-karena-gangguan-plasenta-ini-sanggup-bertahan-hidup

Belum ada Komentar untuk "Bayi Mungil karena Gangguan Plasenta ini Sanggup Bertahan Hidup"

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel