Membludaknya Penduduk Mencapai Umur 100 Tahun, Jepang Hemat Beri Hadiah

Asalasah ~ Bertambahnya jumlah penduduk dengan usia 100 tahun semestinya menjadi prestasi yang patut dibanggakan. Tapi pemerintah Jepang malah kebingungan menyikapinya.
    
Sejak tahun 1963, perdana menteri Jepang memberikan sebuah penghargaan khusus bagi mereka yang berhasil hidup hingga 100 tahun atau biasa disebut dengan centenarian. Hadiahnya berupa tempat minum sake yang terbuat dari perak bernama sakazuki.
http://3.bp.blogspot.com/-Dqer7WTu9S8/T1rJoEEpccI/AAAAAAAAAJI/5LgC-Chog4U/s1600/jepang.jpg
Bedanya saat tradisi ini dimulai, Jepang hanya memiliki 153 orang centenarian. Sedangkan jumlah centenarian di Jepang terus bertambah dan tahun ini total terdapat 58.000 centenarian. Hal ini tak pelak membuat pemerintah Jepang kewalahan.

Sebab untuk satu buah sakazuki diperkirakan harganya mencapai 65 dollar AS (Rp 915.000). Bila dikalikan dengan 58.000 orang, ini tentu agak memberatkan pemerintah. Tahun lalu saja, pemerintah harus menggelontorkan 2 juta dollar AS hanya untuk menyediakan hadiah ini.

Untuk itu pemerintah berinisiatif untuk mensiasati hadiah bagi para centenarian. Pilihannya adalah mencarikan hadiah dengan bahan yang harganya lebih miring, atau merayakan keberhasilan mereka cukup dengan mengirimkan surat berisi ucapan selamat resmi dari perdana menteri.

"Kementerian memprediksi jumlah centenarian ini akan mencapai 39.000 di tahun 2018, sehingga pemerintah harus bergerak cepat untuk menekan beban anggaran terkait pemberian penghargaan tersebut," ungkap salah satu staf di Kementerian Kesehatan Jepang, seperti dikutip dari Japan Times, Rabu (26/8/2015).

Menurut data statistik, lebih dari seperempat populasi di Jepang merupakan orang-orang berusia di atas 65 tahun. 13 persen lainnya berumur 75 tahun. Karena hal ini, Jepang berulang kali menyabet gelar sebagai negara dengan usia harapan hidup tertinggi di dunia, khususnya bagi wanita.

Wanita di Jepang rata-rata bisa hidup hingga 87 tahun, sedangkan usia harapan hidup pria di Jepang hanya masuk 10 besar dunia, yaitu 80 tahun. Bila fenomena ini berlanjut, PBB memperkirakan Jepang akan memiliki sekitar satu juta centenarian di tahun 2050.

Namun berlawanan dengan fenomena manusia panjang umur, populasi muda di Jepang cenderung stagnan alias tidak terjadi penambahan. Bahkan di tahun 2014, angka kelahiran penduduk di Jepang merupakan yang terendah sepanjang sejarah, yakni hanya sekitar 1.001.000 kelahiran saja. Saat itu juga Jepang dinyatakan sebagai negara dengan angka kelahiran terendah di dunia.

Kendati demikian, tahun ini Jepang disalip oleh Jerman. Dari data yang ada, angka kelahiran di Jerman rata-rata hanya 8,2 anak per 1.000 penduduk dalam kurun lima tahun belakangan. Sedangkan angka kelahiran di Jepang mencapai 8,4 per 1.000 penduduk untuk periode yang sama.

Baca Juga :
Asalasah | Sumber: http://health.detik.com/read/2015/08/27/193147/3003323/763/makin-banyak-penduduk-berumur-100-tahun-jepang-hemat-beri-hadiah

Belum ada Komentar untuk "Membludaknya Penduduk Mencapai Umur 100 Tahun, Jepang Hemat Beri Hadiah"

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel