Apakah kanker nasofaring bisa sembuh? Ini Persentasenya

AsalasahKanker nasofaring adalah tumor ganas di antara hidung dan tenggorokan (atau di belakang hidung), di mana lokasinya juga disebut sebagai nasofaring (nasopharyx). Kanker nasofaring adalah kanker yang berasal dari sel epitel neofaring yang terletak di rongga belakang hidung dan di belakang langit-langit mulut rongga mulut. Lokasi yang berdekatan, membuat penyebaran mudah terjadi pada mata, telinga, kelenjar leher dan otak. Akibat lokasinya yang secara anatomis sulit, membuat kanker nasofaring sulit dideteksi sejak dini.

Tumor adalah istilah umum untuk pembengkakan abnormal. Pembengkakan yang terjadi dapat disebabkan oleh peradangan karena infeksi dengan mikroorganisme (virus, jamur, parasit, dll.). Pembengkakan juga dapat disebabkan oleh kelompok sel yang membentuk jaringan abnormal. Sel yang membentuk dan membentuk jaringan abnormal bisa jinak atau ganas. Kepastian jinak atau ganas ditentukan dengan pemeriksaan histopatologis di bawah mikroskop.


Prosedur pengambilan sampel jaringan yang akan diperiksa di bawah mikroskop disebut biopsi. Ketika sel atau kelompok sel ganas ditemukan di bawah mikroskop, hasil biopsi menunjukkan tumor ganas (kanker). Kelompok sel ganas disebut kanker. Pertumbuhan sel ganas biasanya cepat dan tidak terkendali, mengakibatkan penyebaran sel tumor ganas atau anak-anak metastasis.

Setelah Desember 2018, Ustaz Arfin Ilham dilaporkan pulih dari kanker nasofaring dan kanker limfa stadium 4A. Ustaz dilaporkan tidak lagi menjalani kemoterapi karena dinyatakan bebas kanker. Namun, dikutip dari berbagai sumber, ia kembali dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya yang semakin memburuk. Dari sini, orang ingin tahu, bisakah kanker nasofaring sembuh total?

Kanker nasofaring adalah kanker yang terjadi di daerah nasofaring, yaitu di bagian atas tenggorokan di belakang hidung. Pada kanker nasofaring, terjadi pertumbuhan sel yang abnormal dan tidak terkontrol.

Tidak banyak orang yang tahu tentang kanker nasofaring. Padahal, kejadiannya cukup mengkhawatirkan. Menurut data dari Globocan 2012, sebanyak 87.000 kasus nasofaring baru muncul setiap tahun. Secara khusus, 61.000 kasus terjadi pada pria, sementara 26.000 terjadi pada wanita.

Selain itu, ada 51.000 kematian akibat kanker ini, yaitu 36.000 pada pria dan 15.000 pada wanita. Untuk alasan ini, seperti kanker dan penyakit lainnya, penanganan dan deteksi dini kanker nasofaring sangat penting.

Setelah perawatan, kanker nasofaring dapat muncul kembali

Secara umum, penanganan kanker nasofaring meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi, atau kombinasi ketiganya. Penanganan kanker nasofaring membutuhkan ilmu multidisiplin. Mulai dari spesialis THT, ahli onkologi bedah, ahli onkologi radiasi, rehabilitasi medis, patologi anatomi, hingga spesialis nutrisi.

Penatalaksanaan kanker nasofaring itu sendiri tergantung pada stadium, metastasis (menyebar ke organ lain), dan keseluruhan kondisi tubuh pasien.

Bahkan setelah ditangani, kanker dapat kembali lagi atau disebut juga kambuh. Kekambuhan ini dapat terjadi secara lokal (di tempat yang sama atau di dekat tempat sebelumnya) atau jauh dari tempat awal dan menyebar ke organ lain (misalnya ke paru-paru atau tulang). Jika kanker nasofaring berulang, pengobatan yang dilakukan belum tentu sama dengan pengobatan sebelumnya.

Tingkat kesembuhan kanker nasofaring
Prognosis atau tingkat kesembuhan kanker nasofaring dapat bervariasi tergantung pada stadium dan penyebaran kanker. Secara umum, harapan hidup pasien kanker nasofaring akan lebih tinggi jika terdeteksi dini atau pada tahap awal.

Namun, banyak faktor yang juga berperan dalam tingkat pemulihan dan harapan hidup. Misalnya, usia pasien saat diagnosis, kesehatan pasien secara keseluruhan, lokasi kanker, dan respons pasien terhadap terapi kanker.

Dalam statistik medis, harapan hidup pasien kanker dinilai dalam lima tahun, juga disebut tingkat kelangsungan hidup 5 tahun. Meskipun banyak pasien (setelah didiagnosis menderita kanker) dapat hidup lebih dari 5 tahun, tetapi ini menggambarkan persentase pasien yang hidup setidaknya lima tahun setelah didiagnosis menderita kanker.

Apakah kanker nasofaring bisa sembuh? Ini Persentasenya

Seperti pedoman yang diterbitkan oleh AJCC (American Joint Committee on Cancer) Manual Staging Manual pada tahun 2017, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pasien kanker nasofaring dibagi berdasarkan tahapan, termasuk:


  • Kanker nasofaring stadium I: 72 persen
  • Kanker nasofaring stadium II: 64 persen
  • Kanker nasofaring stadium III: 62 persen
  • Kanker nasofaring stadium IV: 38 persen


Misalnya, angka harapan hidup 5 tahun atau harapan hidup pada pasien kanker nasofaring stadium IV adalah 38 persen. Ini berarti bahwa 38 dari 100 kasus kanker nasofaring stadium IV masih dapat hidup hingga lima tahun setelah didiagnosis.

Satu hal yang perlu diingat, harapan hidup dan tingkat kesembuhan pasien kanker nasofaring hanyalah prediksi statistik, bukan prediksi yang pasti. Faktanya, tidak sedikit pasien yang masih bertahan hidup setelah angka harapan hidup 5 tahun ini. Ini karena ada banyak faktor yang berperan dalam menentukan harapan hidup dan tingkat kesembuhan pasien kanker nasofaring.

Jadi, dapatkah kanker nasofaring sembuh? Di dunia medis, kanker tidak bisa disembuhkan. Istilah yang digunakan adalah remisi atau kambuh. Remisi berarti pasien telah dirawat dan dievaluasi, dan diketahui bahwa pasien tidak lagi memiliki sel kanker di tubuhnya. Pada saat ini, pasien harus mempertahankan kontrol rutin atau follow-up jangka panjang, karena kekambuhan masih dapat ditemukan hingga 10 tahun remisi.

Asalasah | Sumber: https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3621101/apakah-kanker-nasofaring-bisa-sembuh

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Apakah kanker nasofaring bisa sembuh? Ini Persentasenya"

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel