Ini Gen Sifat Buruk Yang Bisa Turun Ke Anak

AsalasahBanyak hal yang melekat pada orang tua dapat berkurang hingga anak-anak. Gen menentukan hal dominan pada bayi, biasanya dalam aspek fisik. Termasuk penyakit tertentu atau masalah kesehatan.

Tapi tahukah Anda, ada hal  - hal  unik seperti sikap, kebiasaan, dan karakteristik orang tua yang juga bisa berkurang pada anak. Salah satunya adalah gen insomnia atau sulit tidur.

Berikut ini informasi lengkap tentang enam hal yang bisa turun dari orangtua ke anak :

1. Gen Berbuat Curang
Gen DRD4 bertanggung jawab untuk mengatur kadar dopamin dalam tubuh kita. Dopamin adalah zat kimia yang dilepaskan di otak dan dikaitkan dengan hal-hal seperti motivasi dan kepuasan seksual.

Tubuh kita merespons secara positif, menganggapnya semacam pemberian. Biasanya, dopamin dilepaskan ketika hal-hal menyenangkan seperti memenangkan hadiah, berpesta, atau berhubungan seks.

Sebuah studi oleh Justin Garcia dari Binghamton University pada 2010 mengungkapkan bahwa varian gen DRD4 sebenarnya bisa membuat orang lebih rentan untuk selingkuh pada pasangan mereka. Garcia dan timnya mencapai kesimpulan ini setelah mempelajari 181 anak muda.

Gen ini berpotensi menurun pada anak-anak. Tapi jangan takut, keberadaan gen ini tidak menjamin bahwa seseorang akan menipu dalam hubungan.

2. Gen kekerasan
Sementara itu perilaku kekerasan sering dikaitkan dengan varian gen MAOA dan cadherin 13 (CDH13). Sebuah studi tahun 2014 oleh para peneliti Finlandia mengungkapkan bahwa gen kriminal berkontribusi terhadap 5-10 persen kasus kejahatan di Finlandia. Jumlah yang tidak signifikan, tetapi perlu diwaspadai.

Yang mengatakan, orang-orang dengan gen ini 13 kali lebih mungkin menjadi pelanggar hukum daripada mereka yang tidak memilikinya. Sebanyak 900 narapidana yang terlibat dalam penelitian ini bertanggung jawab atas total 1.154 pembunuhan, percobaan pembunuhan, pembunuhan pria, dan serangan kekerasan.

Namun, memiliki gen ini tidak menjamin bahwa seseorang akan bersikap kasar. Oleh karena itu, tidak boleh digunakan sebagai dasar untuk pembenaran tuduhan tanpa bukti.

Faktanya, para peneliti mencatat bahwa kebanyakan orang dengan gen tidak akan pernah melakukan kejahatan. Mereka juga menambahkan bahwa efek gen dapat ditekan dengan pola asuh yang tepat. Beberapa peneliti berpikir gen MAOA dan CDH13 tidak dapat disalahkan atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang, karena setengah dari populasi Finlandia mungkin memilikinya.

3. Gen sakit punggung
Pada 2018, para peneliti mengungkapkan penemuan tiga gen yang terkait dengan sakit punggung kronis, yang dimiliki oleh 29.000 penderita. Jumlah ini adalah bagian dari 158.000 orang Eropa yang terlibat dalam penelitian ini.

Para peneliti menemukan gen khusus, yang disebut SOX5, yang merupakan gen yang paling dominan.

Dua gen lainnya, salah satunya terkait dengan pertumbuhan sumsum tulang belakang, sementara yang lain dikaitkan dengan herniasi intervertebral, suatu kondisi medis yang dapat menyebabkan sakit punggung.

4. Gen  Pesimis
Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Rebecca M. Todd dari University of British Columbia menemukan bahwa bersikap pesimis atau hanya memiliki pikiran negatif semuanya dapat dimulai dengan gen. Gen yang bertanggung jawab untuk ini adalah gen ADRA2B.

Namun, gen ADRA2B harus kehilangan beberapa asam amino untuk menyebabkan perilaku pesimistis. Orang dengan asam amino rendah akan memiliki kecenderungan untuk melihat peristiwa negatif.

Namun, ini terkadang bermanfaat. Misalnya, mereka akan melihat kesalahan seperti penjahat di jalan lebih cepat.

Gen ADRA2B yang pesimistis ditemukan selama penelitian yang melibatkan 200 orang.

Sementara itu, beberapa peneliti, seperti Ahmad R. Hariri dari Duke University, percaya bahwa gen pesimistis adalah kesalahan. Dia mengatakan perilaku pesimistis tidak terkait dengan gen tunggal.

5. Rewel
Pernahkah Anda bertemu seseorang yang cerewet datang dari keluarga yang banyak bicara?

Sebuah studi yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Maryland menunjukkan bahwa hal-hal ini dapat ditemukan dalam gen. Para peneliti mengungkap keberadaan gen FOXP2, yang merupakan salah satu dari banyak gen yang bertanggung jawab atas sifat bicara.

Gen FOXP2 mengeluarkan protein khusus di otak. Para peneliti telah mengaitkan protein dengan sifat wanita yang umumnya cenderung cerewet.

Penelitian ini melibatkan sampel kecil dari hanya sepuluh anak: lima laki-laki dan lima perempuan.

Pemeriksaan otak mereka mengungkapkan anak perempuan memiliki protein 30 persen lebih banyak yang dibuat oleh gen daripada anak laki-laki.

Namun, penelitian ini membutuhkan eksperimen lebih lanjut. Mengingat penelitian yang telah dilakukan hanya melibatkan kelompok kecil.

6. Gen Trauma
Para peneliti telah menemukan bahwa orang tua dapat mentransfer efek dari pengalaman traumatis yang mereka derita dari anak-anak mereka, yaitu melalui gen mereka.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Rachel Yehuda dari Icahn School of Medicine di Manhattan. Dr. Judah menjelaskan bahwa ketika orang mengalami peristiwa yang sangat traumatis, itu sebenarnya dapat mengubah gen. Perubahan ini diteruskan ke keturunan mereka.

Asalasah | Sumber: https://www.liputan6.com/global/read/4010347/hobi-selingkuh-hingga-insomnia-6-hal-ini-konon-bisa-menurun-ke-anak? 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Ini Gen Sifat Buruk Yang Bisa Turun Ke Anak"

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel