Mengapa perusahaan Pilih Programmer onsite, Daripada Freelancer atau outsourcing software house???

Asalasah ~ Mengapa perusahaan lebih suka hire programmer onsite, daripada freelancer atau outsourcing software house???

1. Bisa Revisi
kalau di onsite, revisi berapa banyak pun bakal di layani, mau nya apa juga bisa nurut programmer nya, kalau freelance outsource bisa nolak dengan santai.

2. Masalah Biaya
Mungkin dari segi biaya juga bisa. karena setelah project end dan akan memulai sebuah project baru dengan konsep yang sama, perusahaan tidak membutuhkan program baru. Dan program lama bisa dipakai beserta orang yang merancang programnya juga. Jikapun ada perubahan pada program juga tidak terlalu signifikan.  Karna seperti yang kita tahu, program itu mahal.

3. Tingkat Kepercayaan
Tingkat kepercayaan perusahaan kepada pekerjanya masih kurang. Sedangkan dari faktor freelancer nya sendiri masih ada yg belum benar" bertanggung jawab penuh, tidak bisa tepat waktu dan tiba tiba ilang.

Berikut alasan lebih lanjut :


Mengapa programmer onsite?

dengan onsite lebih mudah komunikasi, sharing, interaksi, koordinasi dan yang terpenting FOKUS sehingga target selesai tercapai.

Mengapa tidak freelancer?

pada umumnya freelancer seringkali double job dan TIDAK FOKUS hal ini menyebabkan target tidak tercapai bahkan tidak sedikit yang meninggalkan tanpa jejak alias kabur.

Mengapa outsourcing ke software house?

dalam kasus saya ini software house tersebut menjadi outsourcing atau subkontrak, alasannya jelas mempunya kejelasan HUKUM ada apa-apa HUKUM berbicara dan pada umumnya yang bersifat PERUSAHAAN lebih bertanggung jawab.



#resume : 
Perusahaan sebetulnya tidak anti freelancer.. perusahaan saya pun saat ini menggunakan jasa freelancer atau pekerja remote, namun seringkali kamipun merasakan freelancer yang TIDAK BAIK tersebut.. ada nama-nama yang sudah menjadi daftar hitam bagi perusahaan saya saat ini. Sebetulnya bagi perusahaan lebih enak remote semua karena lebih irit ga usah sediakan gedung / tempat kerja, meja kerja, internet super cepat, teh kopi, makan, tempat tinggal kalo lembur dan lain sebagainya. Secara umum jika ada pekerjaan tambah-kurang itu umum dalam dunia pekerjaan proyek biasanya pasti ada kompensasi atau bonus, lain halnya jika tidak ada hubungan dengan jobdesc terkadang memang hal ini bisa saja terjadi didalam perusahaan dan tidak bisa dihindari tapi jika hal itu keseringan ada baiknya perusahaan harus merubah manajemennya karena berarti ada yang salah karena porsi kerja tidak pada tempatnya contoh: programmer diminta masak sop heheheeh. Dari komentar-komentar diatas sebetulnya banyak yang cukup ekstrem mulai dari bikinin kopi sampe jemput anak bos.. saran saya coba komunikasikan dengan perusahaannya, kalo ga bisa capcus bro.. tapi kirim dl lamarannya ya ke tempat lain.

Jika teman-teman ada yang berstatus freelancer atau pekerja remote.. mohon untuk menjaga reputasi diri sendiri dan freelancer-freelancer yang lain karena kelakuan kita bisa merusak reputasi dunia freelancer jika pekerjaanmu tidak benar. Fokuslah selesaikan dulu satu pekerjaan, jangan double job, atur ritme kerjamu jangan serakah.. karena manusia ada batasannya.

FREELANCER = REPUTATION = TRUSTED = VALUE
Jika kamu seorang freelancer yang berreputasi dan bisa dipercaya, perusahaan manapun ga segan hire dan bayar lebih ^_^ 



Semoga memberi pencerahan dan mohon maaf terlebih dahulu kalo ada kata-kata yang kurang menyenangkan..


Happy Coding Gaesss.. 

Asalasah | Sumber: grup php indonesia

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Mengapa perusahaan Pilih Programmer onsite, Daripada Freelancer atau outsourcing software house???"

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel