Mengenal gangguan psikosomatis, Stress Kronis Berdampak Ke Sakit Fisik

Asalasah ~  Rumah Sakit Omni Klinik Psikiatri Alam Sutera Psikiater telah berpraktik sebagai psikiater selama sepuluh tahun. Sejak 2008 ia berkecimpung di profesi ini. Dia awalnya menerima semua jenis pasien, anak-anak, orang dewasa dan orang tua terkait masalah psikologis seperti stres . Tetapi sejak 2010 setelah kembali dari pelatihan di American Psychosomatic Society ia memutuskan untuk lebih fokus pada pasien yang mengalami psikosomatik.

Apakah Anda tahu psikosomatik? Psychosomatic sendiri adalah istilah untuk merujuk pada kondisi gangguan fisik yang terkait dengan masalah psikologis. Sudah lama masalah psikosomatik ini diketahui. American Psychosomatic Society sendiri didirikan pada tahun 1934 dan sejak itu penelitian di bidang psikosomatik terus dikembangkan. Sebelum bidang ilmu saraf berkembang seperti sekarang, dokter masih kesulitan menjelaskan bagaimana seseorang dapat mengalami psikosomatik. "Pasien biasanya bingung mengapa mereka mengalami berbagai gejala fisik tetapi pemeriksaan medis tidak menemukan masalah signifikan pada organ yang mengalami gejala fisik," katanya dalam pernyataan tertulis pada 29 November 2018.


Jauh sebelum ilmu saraf dapat menjawab masalah yang terjadi pada pasien psikosomatik, kami hanya berpikir bahwa kondisi psikosomatik disebabkan oleh stres. Namun bagaimana stres itu dan jenis stres apa yang menyebabkan psikosomatik masih menjadi tanda tanya, hingga saat ini ada begitu banyak penjelasan terkait bagaimana stres dapat mempengaruhi terjadinya psikosomatik.

Masalah psikosomatik terjadi lebih sering dikaitkan dengan masalah dengan ketidakseimbangan sistem saraf otonom, yaitu saraf parasimpatis dan simpatis. "Stres yang menyebabkan gangguan psikosomatis berkepanjangan biasanya adalah stres kronis atau kronis," kata Andri.

Kondisi stres akut atau mendadak biasanya menghasilkan gejala psikosomatis sesaat. Misalnya ketika kita menghadapi ujian atau wawancara kerja, beberapa dari kita mungkin merasa ingin buang air kecil terus menerus atau menjadi keringat dingin.

Aktivitas berlebihan saraf otonom menyebabkan gejala fisik terjadi walaupun tidak menyebabkan kerusakan organ. Itulah sebabnya pemeriksaan fisik hanya menggambarkan gejala pasien, misalnya jantung berdebar, tetapi jika diperiksa dengan EKG, misalnya, tidak ada masalah di jantungnya selain jantung berdebar.

Selain itu keluhan jantung yang paling umum dialami oleh pasien yang mengalami keluhan psikosomatik adalah keluhan lambung. Hal ini disebabkan oleh adanya aktivitas saraf otonom parasimpatis yang terlalu berlebihan sehingga sering menyebabkan gejala kembung atau merasa tidak nyaman terkait dengan hipersensitivitas saraf lambung sehingga sering mengalami gejala yang mirip dengan gastritis seperti menyengat.

Hormon stres ini melemahkan tubuh, membuat oksidasi tubuh menjadi berlebihan, mempengaruhi kerja hormon lain, dan sering menyebabkan penurunan kekebalan tubuh. Inilah yang menyebabkan pasien psikosomatis sering mengeluh kelelahan yang berlebihan, kesulitan tidur dan gangguan kekebalan tubuh yang membuatnya mudah sakit. Kortisol sebagai hormon stres memang sedikit dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas, tetapi jika berlebihan akan mengganggu fungsi tubuh. Jadi seberapa sering Anda mengalami masalah psikosomatik?

Asalasah | Sumber: https://gaya.tempo.co/read/1150917/kenali-psikosomatik-gangguan-fisik-yang-terjadi-karena-stres/full&view=ok
Maverick Unemployed, but i am happy

Belum ada Komentar untuk "Mengenal gangguan psikosomatis, Stress Kronis Berdampak Ke Sakit Fisik"

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel