Kaum perempuan cenderung lebih rentan mengalami stress

AsalasahIt's okay not to be perfect. Kita di framing hidup dalam budaya dimana perempuan harus tampil sempurna dengan berbagai beban ganda. Tapi hal yg sama tidak berlaku kepada laki2. Saat ada perempuan sukses dalam karir, pertanyaan orang bagaimana dg kehidupan pribadi anda sebagai istri dan ibu? Saat perempuan hanya menjadi ibu rumah tangga pertanyaannya adalah kapan akan berkarir dan menargetkan prestasi A, B, C dst..
Tapi hal yg sama tidak berlaku ke laki2, jarang sekali ketika seorang suami atau laki2 sukses dalam karir orang bertanya bagaimana anda menyeimbangkan peran sebagai pimpinan A B C dan ayah serta suami yang baik?

Dari buku yang saya baca pagi ini, ternyata secara statistik kaum perempuan itu cenderung lebih rentan mengalami stress.

Penyebabnya sederhana : mereka menyimpan keinginan untuk bisa tampil sempurna.

Pinter ngurus anak.. apik sama kerjaan rumah.. jadi istri yang nyenengin suami.. sekaligus, bisa punya prestasi..

Sounds familiar? wkwkwk..

Kondisi itu, klop pula sama masyarakat kita yang -sadar ga sadar- menuntut perempuan untuk bisa perfect di setiap hal yang dia kerjakan.

Ada yang tau kasus meninggalnya bayi Adam di tangan pengasuhnya? Ada yang scroll down komen2nya? Hampir 70% nyalahin Ibuknya yang bekerja 😅 padahal kasus beginian kan harusnya jadi alarm untuk bisa waspada sama sama. Bukan dipake buat jadi ajang ngebully ibunya.

Trus kalau anak bertingkah "nakal"? Siapa yang dicari pertama kali? Pasti Ibunya.

Kalau suami berangkat kerja dengan kemeja yang kurang licin, siapa juga yang dikomentarin? Pasti... istrinya. Ya eyalah, istrinya. Masa Nia Ramadhani, kkkk..

Dan saat rumah tangga dimasuki orang ketiga? Siapa yang akan dipandang ga pinter ngerawat keharmonisan rumah tangga? Istri juga, biasanya 😅

Saya jadi inget seringkali dapet curhatan dari sesama Ibu yang merasa lelah dengan tuntutan untuk jadi "Ibu yang baik". Curhatan yang bikin saya inget, beberapa tahun lalu.. saya pun pernah mengalami fase lelah yang sama.

Mencoba mengejar standar bahwa Ibu yang baik itu..

Yang lahirannya normal, bukan caesar..

Yang wajib ASI 2th, apapun alasannya..

Yang MPASInya homemade, gak kesentuh mecin, cimin, bala bala, gehu pedes *aduh ngetiknya jadi laper, wkwkw..

Yang rumahnya instagramable, rapih sampe ke kolong dapurnya

Yang bisa masak enak, tanpa perlu bolak balik ngecek resep di google 😆

Yang rajin ikut kulwap parenting sana sini, sampe hp nge-hang karna kebanyakan grup WA 😂

Yang ngasuh anaknya dengan metode montessori, lalu ngerapihin rumahnya dengan konmari

Yang penyabar. Yang jumlah ngomelnya? Ihhhh.. bisa diitung dong, pake sebelah jari! Huahahaha...

Yang gak pernah ngalamin baby blues. Dan gak perlu tuuhh.. makhluk yang namanya curhat untuk sekedar ngilangin sedikit beban di hati.

Yang anaknya tumbuh tanpa masalah perkembangan yang berarti. Pinter ngomong, suka nanya ini itu, dan di sekolahnya dapet prestasi..

Standar yang kemudian bikin setres saat ada satu dua hal yang gak bisa dipenuhi sempurna.

Perempuan itu, kalo kata buku yang saya baca,

Punya kecenderungan pengen nyenengin orang lain, tapi lupa menyenangkan dirinya sendiri dengan cukup.

sibuk cari cara gimana membahagiakan anak dan suami, tapi lupa cari cara ngebahagiain diri sendiri.

Lalu mereka akan kaget sendiri menemukan rumah rapih, suami terawat, anak anak sehat, tapi deep down inside ada yang "hampa" dalam dirinya.

Perasaan bahagia itu gak ada.

What I'm trying to say is..

Egoislah sesekali, Bu.

It's okay to say that you're tired sometimes
It's okay to seek for help
It's okay to enjoy just being yourself
It's okay not to be perfect

Izinlah ke Suami untuk melipir sesekali buat nyenengin diri sendiri. Beli baju or sepatu yang kamu suka. Duduk di kafe sambil baca. Nyalon di akhir pekan. Atau sekedar haha hihi di grup WA bareng kawan.

And no need to feel guilty about it.
Kamu gak mendadak jadi istri dan ibu yang buruk hanya karna satu dua kali rekreasi 😃

Gak apa untuk minta jeda ke pasangan urusan rumah dan anak saat kerjaan kantor menumpuk bikin kepala nyut nyutan gak keruan. No shame to share the load with your spouse. Selama yang kamu mintai tolong adalah suami sendiri dan bukan suami tetangga.

Longgarkan standar parenting sesekali. Seharian ngebiarin anak bermain sendiri ga pake ditemani. Selonjoran, ga masak hari ini. Skip nyapu dan ngepel. Tutup buku parenting. Lalu buka komik, grup fb, atau akun ig yang bisa bikin kamu ketawa ngakak gak berhenti.

Gak perlu menjebak diri untuk selalu bisa tampil sempurna setiap waktu, Bu. Karena hidup gak selalu harus sempurna. Karena kamu pun, gak harus selalu melakukan semuanya dengan sempurna.

Hey Bu, jangan lupa bahagia hari ini ya! 

Asalasah | Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10214794892258435&set=a.1650629078143&type=3
Maverick Unemployed, but i am happy

Belum ada Komentar untuk "Kaum perempuan cenderung lebih rentan mengalami stress"

Posting Komentar

Tidak Ada tempat untuk KOMENTAR SPAM!!! Akan saya cek setiap hari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel